Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan observasi kelas kinerja guru untuk Kepala Sekolah: tahap pra-observasi, format lembar catatan, contoh catatan terisi, dan cara memberi umpan balik.
Observasi kelas kinerja guru adalah kegiatan Kepala Sekolah atau rekan sejawat mengamati langsung praktik mengajar guru di kelas, mencatat fakta yang terjadi, lalu membahasnya bersama guru untuk perbaikan. Dalam pengelolaan kinerja, observasi menjadi salah satu sumber bukti penting karena memperlihatkan praktik nyata, bukan hanya dokumen.
Panduan ini berfokus pada sisi praktis: bagaimana menyiapkan observasi kelas kinerja guru, format lembar catatan yang bisa langsung dipakai, contoh catatan yang sudah terisi, dan cara memberi umpan balik yang membuat guru merasa dibantu, bukan dihakimi. Untuk gambaran alur di platform pemerintah, Bapak/Ibu dapat membaca juga artikel "Observasi Kelas Pengelolaan Kinerja: Alur dan Tips" di blog ini. Rincian instrumen resmi dapat berubah, jadi selalu rujuk panduan terbaru dari kementerian.
| Tahap | Waktu | Tujuan |
|---|---|---|
| Pra-observasi | 2–5 hari sebelum | Menyepakati fokus, kelas, dan waktu |
| Observasi | Satu sesi pelajaran | Mencatat fakta yang terjadi di kelas |
| Pasca-observasi | Maksimal 2 hari setelah | Refleksi, umpan balik, dan rencana tindak lanjut |
Tahap pertama dan ketiga sering dilewati karena waktu sempit. Padahal di dua tahap itulah observasi menjadi bermakna.
Pertemuan singkat 15–20 menit sudah cukup. Bahas:
Contoh kesepakatan: "Bu Rina, guru Bahasa Indonesia kelas VIII-B, ingin diamati cara ia memberi umpan balik saat murid menulis paragraf argumentasi."
Berikut format sederhana yang bisa dicetak atau diisi di laptop.
Identitas
| Kolom | Isi |
|---|---|
| Nama guru | |
| Mapel/kelas | |
| Tanggal dan jam | |
| Topik | |
| Fokus yang disepakati | |
| Pengamat |
Catatan berurutan waktu
| Menit | Yang dilakukan guru | Yang dilakukan murid | Catatan pengamat |
|---|---|---|---|
Ringkasan per fokus
| Fokus | Bukti yang teramati | Pertanyaan untuk refleksi |
|---|---|---|
Kolom "yang dilakukan murid" sering dilupakan. Padahal kualitas pembelajaran paling terlihat dari apa yang murid kerjakan dan katakan.
Contoh berikut fiktif, dari kelas VIII-B dengan fokus umpan balik saat menulis.
| Menit | Yang dilakukan guru | Yang dilakukan murid | Catatan pengamat |
|---|---|---|---|
| 00–05 | Menampilkan dua paragraf contoh, bertanya "mana yang lebih meyakinkan?" | 6 murid mengangkat tangan, 3 menjawab | Pertanyaan pemantik memancing perbandingan |
| 05–15 | Menjelaskan struktur argumen: klaim, alasan, bukti | Mencatat, 2 murid di belakang mengobrol | Penjelasan jelas, belum ada cek pemahaman |
| 15–35 | Murid menulis; guru berkeliling ke 7 meja | Menulis paragraf; beberapa bertanya ke teman | Umpan balik guru berupa pertanyaan, misalnya "Buktimu dari mana?" |
| 35–40 | Dua murid membacakan tulisan, guru meminta kelas menilai | Kelas memberi tanggapan | Murid mulai memakai istilah klaim dan bukti |
Ringkasan fokus umpan balik: guru memberi umpan balik kepada 7 dari 30 murid selama menulis. Umpan balik berupa pertanyaan yang mendorong murid berpikir, bukan langsung membetulkan. Pertanyaan refleksi: bagaimana cara menjangkau murid yang tidak sempat didatangi?
Perhatikan bahwa catatan ditulis sebagai fakta: angka, kutipan, perilaku. Hindari penilaian seperti "kelas kurang kondusif" tanpa bukti.
Buka dengan pertanyaan, bukan kesimpulan. Contoh:
"Saya mencatat Ibu mendatangi tujuh meja dalam 20 menit" lebih membantu daripada "Ibu kurang merata".
Pilih satu perubahan kecil yang bisa dicoba pekan depan. Contoh: memakai kartu warna agar murid bisa memberi sinyal butuh bantuan.
| Tindak lanjut | Dukungan yang dibutuhkan | Waktu cek berikutnya |
|---|---|---|
| Memakai kartu sinyal bantuan | Kartu warna dari sekolah | Observasi singkat 2 pekan lagi |
Pilih variasi sesuai tujuan. Untuk bukti kinerja formal, ikuti tahapan lengkap. Untuk membangun budaya belajar, observasi sejawat dan observasi singkat yang rutin justru lebih berdampak. Guru yang terbiasa diamati tidak lagi tegang ketika observasi formal tiba, dan Kepala Sekolah mendapat gambaran yang lebih jujur tentang keseharian kelas, bukan hanya penampilan terbaik di satu hari.
Datang tanpa pemberitahuan untuk menilai. Observasi untuk kinerja sebaiknya disepakati. Kejutan membuat guru tampil kaku.
Mengisi semua indikator sekaligus. Pengamat sibuk mencentang dan melewatkan hal penting. Fokus pada aspek yang disepakati.
Umpan balik ditunda berminggu-minggu. Ingatan guru dan pengamat sudah kabur. Usahakan diskusi paling lambat dua hari.
Hanya menyoroti kekurangan. Sebutkan juga praktik baik dengan bukti, agar guru tahu apa yang perlu dipertahankan.
Catatan tidak disimpan. Catatan observasi adalah bukti dukung kinerja dan bahan perbandingan di observasi berikutnya.
Ikuti ketentuan pengelolaan kinerja yang berlaku. Di luar kewajiban, observasi singkat tambahan sangat membantu perkembangan guru.
Kepala Sekolah sebagai atasan langsung, atau guru senior yang ditugaskan. Di sekolah besar, wakil kepala atau koordinator mapel bisa membantu.
Cukup dijelaskan bahwa ada tamu yang ikut belajar di kelas. Hindari membuat murid merasa sedang dinilai.
Diskusikan berdasarkan fakta yang tercatat. Beri ruang bagi guru untuk menjelaskan konteks, lalu sepakati catatan akhirnya.
Bisa, bersama modul ajar, hasil karya murid, dan refleksi guru. Simpan dengan rapi sejak awal periode.
Akar masalah observasi yang kurang bermakna adalah pengamat datang tanpa konteks. Kepala Sekolah tidak tahu materi apa yang sedang diajarkan, bagaimana kehadiran murid, atau bagaimana capaian belajar kelas itu sebelumnya.
Dengan ASIS, konteks itu sudah tersedia sebelum observasi: jurnal mengajar menunjukkan materi yang sedang berjalan, presensi per mapel memperlihatkan kehadiran, perangkat ajar Kurikulum Merdeka tersimpan dalam satu akun, dan nilai mengalir ke e-Rapor. Dashboard Goal membantu Kepala Sekolah menyelaraskan target per peran, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru yang ingin mengembangkan praktik bisa belajar lewat kursus daring di Akademi ASIS.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.