Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Persiapan guru menghadapi observasi kelas saat akreditasi: apa yang diamati asesor, rencana H-14 sampai hari H, contoh alur mengajar, dan kesalahan umum.
Observasi kelas saat akreditasi adalah momen asesor melihat langsung bagaimana pembelajaran berlangsung, bukan hanya membaca dokumen. Kabar baiknya, yang dinilai bukan penampilan guru yang sempurna, melainkan apakah murid benar-benar belajar, merasa aman, dan mendapat umpan balik. Guru tidak perlu menyiapkan "pertunjukan". Yang dibutuhkan adalah pembelajaran yang biasa dilakukan, dirancang sedikit lebih rapi. Artikel ini membahas apa yang biasanya diamati, rencana persiapan dua pekan, contoh alur mengajar, dan kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Mulai 2026, akreditasi sekolah dan madrasah dikelola BSANP berdasarkan Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026, yang mengubah BAN-PDM menjadi BSANP dengan hasil peringkat A, B, atau C. Pendekatan akreditasi beberapa tahun terakhir menekankan kinerja nyata satuan pendidikan, termasuk kualitas proses pembelajaran yang dilihat langsung di kelas. Instrumen dan teknis visitasi detail selalu merujuk pada pedoman terbaru dari BSANP.
Fokus observasi kelas saat akreditasi umumnya tidak pada kelengkapan administrasi guru di meja, melainkan pada interaksi di dalam kelas.
| Aspek | Contoh yang terlihat di kelas |
|---|---|
| Keterlibatan murid | Murid berdiskusi, bertanya, mencoba, bukan hanya mendengarkan |
| Kejelasan tujuan | Murid tahu apa yang dipelajari hari ini dan untuk apa |
| Umpan balik | Guru menanggapi jawaban murid, memperbaiki miskonsepsi |
| Iklim kelas | Murid berani salah, tidak ada ejekan, aturan kelas dijalankan |
| Perhatian pada keragaman | Ada dukungan bagi murid yang lambat, tantangan bagi yang cepat |
| Asesmen dalam proses | Guru mengecek pemahaman di tengah pelajaran |
Asesor juga bisa bertanya kepada murid, misalnya "Hari ini kamu belajar apa?" atau "Kalau bingung, kamu biasanya bagaimana?" Jawaban murid yang jujur sering lebih meyakinkan daripada dokumen.
Jangan memilih metode baru yang belum pernah dicoba. Pilih materi dan kegiatan yang sudah biasa dilakukan dan murid sudah paham rutinitasnya. Kelas yang terbiasa diskusi kelompok akan terlihat alami; kelas yang tiba-tiba diminta berdiskusi saat ada asesor justru canggung.
Pastikan tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, dan asesmen formatif tertulis jelas. Modul ajar tidak harus tebal; yang penting sesuai dengan yang benar-benar dilakukan di kelas.
Ulangi rutinitas yang membuat kelas tertib: cara membentuk kelompok, cara meminta bicara, sinyal tenang, cara mengumpulkan tugas. Rutinitas yang lancar menghemat waktu dan menunjukkan iklim kelas yang terkelola.
Kumpulkan hasil kerja murid beberapa pekan terakhir, catatan asesmen formatif, dan contoh umpan balik tertulis. Pajang sebagian karya murid di dinding kelas jika memungkinkan.
Minta rekan guru atau Wakasek Kurikulum mengamati 15–20 menit pembelajaran. Minta umpan balik spesifik, misalnya "instruksi kelompok kurang jelas" atau "murid di pojok belakang tidak terlibat".
Siapkan bahan ajar, lembar kerja, alat peraga, dan pastikan proyektor atau listrik berfungsi bila dipakai. Sediakan kursi untuk asesor di posisi yang tidak mengganggu.
| Waktu | Kegiatan | Yang terlihat oleh asesor |
|---|---|---|
| 5 menit | Pertanyaan pemantik: "Mengapa daun di halaman sekolah menguning saat kemarau?" | Rasa ingin tahu murid |
| 5 menit | Menyampaikan tujuan dengan bahasa murid | Kejelasan tujuan |
| 25 menit | Kelompok mengamati daun segar dan kering, mencatat perbedaan | Keterlibatan aktif |
| 10 menit | Guru berkeliling, bertanya, memberi umpan balik | Umpan balik dalam proses |
| 15 menit | Tiap kelompok menyampaikan satu temuan | Komunikasi murid |
| 5 menit | Tiket keluar: satu kalimat tentang hubungan air dan daun | Asesmen formatif |
| 5 menit | Refleksi singkat dan penutup | Murid menyadari apa yang dipelajari |
Persiapan observasi kelas saat akreditasi sebaiknya bukan beban guru sendirian. Kepala Sekolah dan Wakasek Kurikulum bisa membuat jadwal saling amat antarguru beberapa pekan sebelumnya, sehingga setiap guru pernah diamati dan pernah mengamati. Pengalaman ini mengurangi rasa gugup.
Sekolah juga perlu memastikan hal-hal di luar kendali guru sudah beres: kelas bersih, jadwal tidak bentrok dengan kegiatan lain, dan murid tidak dipindah-pindah ruangan pada hari visitasi. Guru di kelas yang sederhana tetap bisa menunjukkan pembelajaran yang kuat jika lingkungannya mendukung.
Tidak selalu. Asesor biasanya mengamati sebagian kelas yang dipilih, dan bisa memilih secara acak. Karena itu semua guru sebaiknya siap.
Sekolah biasanya mengetahui jadwal visitasi, tetapi kelas yang diamati bisa ditentukan saat itu. Persiapan terbaik adalah pembelajaran harian yang memang sudah baik.
Jawab singkat dan sopan, lalu kembali ke murid. Jika pertanyaannya panjang, tawarkan untuk menjelaskan setelah pelajaran selesai.
Tidak perlu. Media sederhana yang membuat murid berpikir lebih bernilai daripada tayangan menarik yang hanya ditonton.
Hasil akreditasi dilihat secara keseluruhan dan disertai rekomendasi. Jadikan catatan asesor sebagai bahan perbaikan pembelajaran di sekolah.
Persiapan observasi kelas saat akreditasi sering terasa berat karena bukti pembelajaran baru dikumpulkan mendekati visitasi. Hasil kerja murid tercecer, nilai formatif tersimpan di buku masing-masing guru, dan catatan perkembangan sulit ditunjukkan.
Di ASIS, perangkat ajar Kurikulum Merdeka, presensi, bank soal dengan bantuan AI yang tetap ditinjau guru, nilai, dan catatan perkembangan murid tersimpan dalam satu akun sepanjang tahun. Saat asesor datang, sekolah tinggal menunjukkan jejak yang sudah ada. Kepala Sekolah juga bisa memantau target lewat Dashboard Goal, dan guru bisa memakai aktivitas interaktif di Studio untuk membuat murid lebih terlibat.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.