Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh lembar penilaian diri dan antarteman untuk SD, SMP, dan SMA, lengkap dengan cara memakai, contoh kalimat umpan balik, dan cara mengolah hasilnya.
Penilaian diri dan antarteman adalah bentuk asesmen formatif di mana murid menilai hasil kerja atau proses belajarnya sendiri, lalu menilai karya temannya, berdasarkan kriteria yang sudah dijelaskan guru. Tujuannya bukan untuk menghasilkan angka rapor, tetapi melatih murid mengenali kualitas kerja, memantau kemajuan sendiri, dan memberi umpan balik yang membangun.
Di bawah ini Bapak/Ibu akan menemukan contoh lembar siap pakai untuk SD, SMP, dan SMA/SMK, contoh kalimat umpan balik, serta cara mengolah hasilnya agar benar-benar berguna untuk pembelajaran berikutnya.
Kegiatan: Menulis kalimat tentang hewan peliharaan.
| Pernyataan | Belum | Sedikit | Sudah |
|---|---|---|---|
| Aku menulis huruf dengan rapi | |||
| Aku memakai huruf kapital di awal kalimat | |||
| Aku memberi titik di akhir kalimat | |||
| Kalimatku bisa dibaca teman |
Yang paling aku sukai dari tulisanku: ...........................
Untuk kelas 1, guru bisa membacakan pernyataan satu per satu dan murid cukup mewarnai kolom.
Kegiatan: Presentasi hasil pengamatan tumbuhan.
Nama teman yang dinilai: ...........................
| Kriteria | Bintang (1–3) | Alasanku |
|---|---|---|
| Suara jelas dan bisa didengar seluruh kelas | ||
| Menjelaskan hasil pengamatan dengan urut | ||
| Menunjukkan gambar atau data | ||
| Menjawab pertanyaan teman |
Satu hal yang sudah bagus: ...........................
Satu saran untuk temanku: ...........................
Kegiatan: Proyek kelompok membuat poster kampanye hemat air.
| Aspek | 4 Sangat baik | 3 Baik | 2 Cukup | 1 Perlu usaha |
|---|---|---|---|---|
| Kontribusi ide | Ideku banyak dipakai kelompok | Aku memberi beberapa ide | Aku memberi sedikit ide | Aku belum memberi ide |
| Tanggung jawab tugas | Tugasku selesai tepat waktu dan rapi | Selesai tepat waktu | Selesai tetapi terlambat | Belum selesai |
| Kerja sama | Aku membantu teman yang kesulitan | Aku bekerja sama dengan baik | Aku kadang sulit diajak kerja sama | Aku lebih banyak bekerja sendiri |
| Pemahaman materi | Aku bisa menjelaskan isi poster ke orang lain | Aku paham sebagian besar | Aku paham sebagian | Aku belum paham |
Refleksi:
Kegiatan: Esai argumentasi atau laporan praktik.
| Kriteria | Skor (1–4) | Bukti dari karya teman |
|---|---|---|
| Tesis atau tujuan dinyatakan dengan jelas | ||
| Argumen didukung data atau sumber yang kredibel | ||
| Alur antarparagraf runtut | ||
| Kesimpulan menjawab tesis | ||
| Bahasa baku dan ejaan tepat |
Umpan balik model "dua bintang satu harapan":
Untuk SMK, kriteria bisa diganti dengan aspek kerja praktik, misalnya keselamatan kerja, ketepatan prosedur, dan kerapian hasil.
Murid sering kesulitan menulis umpan balik. Berikan bank kalimat pembuka:
| Untuk memuji | Untuk memberi saran |
|---|---|
| "Bagian ... sudah jelas karena ..." | "Mungkin bisa ditambahkan ..." |
| "Aku suka cara kamu ..." | "Bagaimana jika bagian ... dibuat ..." |
| "Datamu meyakinkan karena ..." | "Aku masih bingung di bagian ..." |
Larang komentar yang menyerang pribadi, seperti "jelek" atau "malas". Fokuskan pada hasil kerja.
Jika penilaian diri murid jauh lebih tinggi atau lebih rendah daripada pengamatan guru, itu informasi penting. Murid yang menilai dirinya terlalu rendah mungkin butuh dukungan rasa percaya diri. Murid yang menilai terlalu tinggi mungkin belum memahami kriteria.
Jika banyak murid menilai dirinya rendah pada kriteria yang sama, berarti bagian itu perlu diajarkan ulang.
Kembalikan lembar kepada murid dan minta mereka menuliskan satu target untuk tugas berikutnya. Tanpa tindak lanjut, penilaian hanya menjadi formalitas.
Memakai hasil antarteman sebagai nilai rapor. Murid akan saling memberi nilai tinggi atau justru menjatuhkan teman.
Kriteria terlalu banyak. Tiga sampai lima kriteria sudah cukup.
Tidak menjaga suasana aman. Jika murid takut dinilai teman, mereka tidak akan jujur. Bangun kesepakatan kelas terlebih dahulu.
Tidak ada bentuk asesmen tunggal yang diwajibkan. Penilaian diri dan antarteman adalah salah satu teknik asesmen formatif yang bisa dipilih guru sesuai tujuan pembelajaran.
Sejak kelas 1 SD, dengan bentuk yang sangat sederhana seperti gambar wajah dan pernyataan yang dibacakan guru.
Wajibkan alasan dan bukti untuk setiap skor, rotasi pasangan penilai, dan jelaskan bahwa hasilnya bukan untuk nilai rapor.
Cukup pada tugas atau proyek penting, misalnya sekali atau dua kali per bab, agar murid tidak jenuh.
Sebaiknya disimpan sebagai catatan perkembangan murid, agar guru dan murid bisa melihat kemajuan dari waktu ke waktu.
Akar masalah asesmen formatif adalah catatan yang tercecer. Lembar penilaian diri dan antarteman dikumpulkan, dibaca sekali, lalu tersimpan di map tanpa pernah dibuka lagi. Padahal catatan itulah yang paling jujur menggambarkan perkembangan murid.
ASIS menyediakan profil murid yang utuh, tempat catatan perkembangan dari berbagai kegiatan dikumpulkan dalam satu tempat. Guru juga bisa memakai perangkat ajar Kurikulum Merdeka dan e-Rapor Kurikulum Merdeka di akun yang sama, sehingga catatan formatif bisa menjadi bahan deskripsi rapor tanpa harus dicari ulang.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.