WAWASAN ASIS

Peringkat Akreditasi Sekolah: Arti dan Dampaknya bagi Murid

Arti peringkat akreditasi sekolah A, B, C, dan tidak terakreditasi, dampaknya bagi murid, cara mengecek, serta hal yang perlu dicermati orang tua.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Wawasan

Peringkat akreditasi sekolah adalah hasil penilaian kelayakan dan mutu satuan pendidikan oleh lembaga akreditasi nasional, yang dinyatakan dalam huruf A, B, atau C, atau berstatus tidak terakreditasi. Pada ketentuan BAN-PDM yang selama ini dipakai, A berarti Unggul (nilai 91–100), B berarti Baik (81–90), dan C berarti Cukup Baik (71–80). Peringkat ini berlaku lima tahun.

Bagi murid, peringkat akreditasi berdampak nyata, misalnya pada kuota seleksi masuk perguruan tinggi negeri jalur prestasi. Namun, huruf saja tidak menceritakan semuanya. Artikel ini menjelaskan arti setiap peringkat, apa yang dinilai, dampaknya bagi murid, dan cara orang tua membaca akreditasi dengan bijak.

Arti setiap peringkat akreditasi

Tabel berikut memakai rentang nilai BAN-PDM sebagaimana diberitakan media pada 2024. Setelah kelembagaan beralih ke BSANP, rentang nilai dapat diatur ulang, jadi rujuk ketentuan teknis terbaru.

Peringkat Sebutan Rentang nilai Gambaran umum
A Unggul 91–100 Mutu layanan dan hasil belajar sangat baik dan konsisten
B Baik 81–90 Mutu baik, ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan
C Cukup Baik 71–80 Memenuhi kelayakan dasar, banyak aspek perlu dibenahi
TT Tidak Terakreditasi Di bawah batas peringkat C Belum memenuhi kelayakan minimal

Sekolah yang tidak terakreditasi mendapat rekomendasi perbaikan dan dapat mengajukan akreditasi kembali dalam jangka waktu tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.

Siapa yang menetapkan akreditasi

Selama ini akreditasi sekolah dan madrasah dilaksanakan oleh Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM). Melalui Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026, kelembagaan ini diubah menjadi Badan Standar dan Akreditasi Nasional Pendidikan (BSANP), yang bertugas mengembangkan standar nasional pendidikan sekaligus melaksanakan akreditasi.

Dalam aturan tersebut, status akreditasi terdiri atas terakreditasi dan tidak terakreditasi, dengan peringkat A, B, dan C untuk yang terakreditasi. Status dan peringkat berlaku lima tahun. Perpanjangan dengan peringkat yang sama dapat dilakukan melalui mekanisme otomatis berdasarkan pemantauan data. Rincian kapan visitasi lapangan diperlukan mengikuti ketentuan teknis lembaga.

Karena kelembagaan sedang beralih, Bapak/Ibu sebaiknya memantau pengumuman resmi terbaru untuk ketentuan teknisnya.

Apa yang dinilai dalam akreditasi

Instrumen akreditasi terbaru (Instrumen Akreditasi 2024) tidak lagi berfokus pada kelengkapan dokumen semata. Ada empat komponen utama:

  1. Kinerja pendidik dalam mengelola proses pembelajaran yang berpusat pada murid, termasuk dukungan sosial emosional dan pengelolaan kelas.
  2. Kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam mengelola sekolah.
  3. Iklim lingkungan belajar, misalnya rasa aman, inklusif, dan bebas kekerasan.
  4. Kompetensi hasil belajar lulusan atau murid.

Artinya, akreditasi semakin menilai apa yang benar-benar terjadi di kelas dan lingkungan sekolah, bukan hanya tumpukan berkas.

Dampak peringkat akreditasi sekolah bagi murid

1. Kuota seleksi masuk perguruan tinggi jalur prestasi

Untuk SMA, SMK, dan MA, peringkat akreditasi menentukan kuota murid yang bisa didaftarkan pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Pada SNBP 2026, kuotanya adalah 40% murid terbaik untuk sekolah berakreditasi A, 25% untuk B, dan 5% untuk C. Ketentuan ini bisa berubah setiap tahun, jadi selalu rujuk informasi resmi penyelenggara seleksi.

2. Pengakuan ijazah dan perpindahan sekolah

Status akreditasi menjadi salah satu pertimbangan saat murid pindah sekolah atau mendaftar ke jenjang berikutnya. Sekolah yang terakreditasi memberi kepastian bahwa layanan pendidikannya diakui.

3. Kesempatan beasiswa dan lomba

Beberapa program beasiswa atau kompetisi mencantumkan syarat asal sekolah yang terakreditasi. Selalu baca syarat lengkap setiap program.

4. Mutu layanan sehari-hari

Dampak paling penting justru tidak tertulis. Sekolah yang serius membenahi aspek akreditasi biasanya memperbaiki cara guru mengajar, iklim kelas, dan kepemimpinan. Itulah yang dirasakan murid setiap hari.

Cara mengecek peringkat akreditasi sekolah

  1. Buka situs resmi lembaga akreditasi sekolah dan madrasah.
  2. Pilih menu pencarian akreditasi.
  3. Masukkan NPSN atau nama sekolah.
  4. Lihat peringkat, tahun penetapan, dan tahun kedaluwarsanya.

Perhatikan tahun kedaluwarsa. Sekolah dengan peringkat A yang masa berlakunya sudah habis perlu dicek apakah sedang dalam proses perpanjangan.

Cara orang tua membaca akreditasi dengan bijak

Akreditasi penting, tetapi bukan satu-satunya ukuran. Saat memilih sekolah, padukan dengan pengamatan langsung:

Yang dilihat Pertanyaan yang bisa diajukan
Iklim kelas Apakah anak-anak terlihat nyaman bertanya dan berpendapat?
Komunikasi Bagaimana sekolah mengabarkan perkembangan anak kepada orang tua?
Keamanan Apa yang dilakukan sekolah bila terjadi perundungan?
Layanan khusus Apakah ada layanan BK, UKS, dan dukungan untuk anak berkebutuhan khusus?
Transparansi biaya Apakah rincian tagihan dan cara pembayaran jelas?

Sekolah baru mungkin belum terakreditasi karena belum memenuhi syarat waktu operasional, bukan karena mutunya buruk. Tanyakan langsung rencana akreditasinya, termasuk kapan sekolah dijadwalkan mengajukan.

Yang bisa dilakukan sekolah untuk menjaga mutu

Bagi Kepala Sekolah dan guru, cara terbaik menghadapi akreditasi adalah menjadikannya bagian dari kerja rutin, bukan proyek musiman.

  • Kenali instrumen sejak awal tahun. Bagikan ringkasan komponen penilaian kepada dewan guru, lalu kaitkan dengan program kerja sekolah.
  • Gunakan data, bukan kesan. Rapor pendidikan, rekap presensi, dan catatan perkembangan murid adalah bahan refleksi yang lebih jujur daripada laporan narasi.
  • Perbaiki iklim belajar. Program antiperundungan, layanan BK, dan kelas yang ramah bagi murid berkebutuhan khusus berdampak langsung pada komponen iklim lingkungan belajar.
  • Libatkan orang tua dan murid. Asesor dapat menggali pandangan mereka. Komunikasi yang terbuka sepanjang tahun membuat jawaban mereka mencerminkan kenyataan.
  • Dokumentasikan secukupnya. Simpan bukti praktik baik secara rutin dan rapi, tanpa membuat berkas baru yang hanya dipakai saat visitasi.

Kesalahpahaman yang sering terjadi

  • "Akreditasi A pasti cocok untuk semua anak." Kecocokan bergantung pada kebutuhan dan karakter anak.
  • "Akreditasi hanya soal dokumen." Instrumen terbaru menekankan praktik pembelajaran dan iklim sekolah.
  • "Peringkat berlaku selamanya." Peringkat berlaku lima tahun dan bisa berubah.
  • "Sekolah C pasti buruk." C berarti layak dengan banyak catatan perbaikan. Lihat arah perbaikannya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa arti akreditasi A pada sekolah?

Akreditasi A berarti Unggul; pada ketentuan BAN-PDM selama ini setara nilai 91–100. Mutu layanan, pembelajaran, dan hasil belajarnya dinilai sangat baik.

Berapa lama peringkat akreditasi sekolah berlaku?

Lima tahun sejak ditetapkan. Perpanjangan dengan peringkat yang sama dapat dilakukan melalui mekanisme otomatis berdasarkan pemantauan data, sesuai ketentuan yang berlaku.

Apakah akreditasi memengaruhi peluang masuk PTN?

Ya, untuk jalur SNBP. Kuota murid yang bisa didaftarkan sekolah bergantung pada peringkat akreditasi, misalnya 40% untuk A pada SNBP 2026.

Bagaimana jika sekolah anak saya tidak terakreditasi?

Tanyakan kepada sekolah alasan dan rencana perbaikannya. Sekolah yang tidak terakreditasi dapat mengajukan akreditasi kembali setelah melakukan perbaikan.

Apakah madrasah juga diakreditasi lembaga yang sama?

Ya, sekolah dan madrasah jenjang dasar dan menengah diakreditasi oleh lembaga akreditasi nasional yang sama.

ASIS: Mutu Sekolah Dibangun dari Data Harian, Bukan Lembur Menjelang Visitasi

Banyak sekolah sibuk mengumpulkan bukti hanya menjelang akreditasi. Data presensi, catatan perkembangan murid, dan dokumentasi pembelajaran baru dicari ketika asesor akan datang, padahal instrumen terbaru justru menilai praktik yang berjalan setiap hari.

ASIS membantu sekolah membangun kebiasaan itu sejak awal. Dashboard Goal menetapkan target sekolah per peran, sehingga Kepala Sekolah dan guru bisa memantau kemajuan secara rutin. Profil murid yang utuh menyimpan catatan perkembangan, layanan BK dan inklusi tercatat rapi, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka tersusun dari data yang sama. Ruang Yayasan dan Pengawas memudahkan pendampingan dari pihak yang menaungi sekolah.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai rapikan data mutu sekolah Bapak/Ibu di asis.id.

Sumber: Cara cek akreditasi sekolah, detik.com; Permendikdasmen Nomor 14 Tahun 2026, komunitasbelajar.id; Panduan Instrumen Akreditasi 2024, BAN-PDM; Kuota SNBP 2026, Bisnis.com

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.