WAWASAN ASIS

Platform Rumah Pendidikan: Layanan dan Manfaat bagi Sekolah

Mengenal platform Rumah Pendidikan: ruang-ruang layanannya, siapa memakai apa, cara sekolah memanfaatkannya, dan posisinya di samping aplikasi sekolah.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Digitalisasi Sekolah

Platform Rumah Pendidikan adalah pintu masuk tunggal layanan digital pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Alih-alih mengingat banyak alamat situs dan banyak akun, guru, kepala sekolah, murid, orang tua, dan pemerintah daerah diarahkan ke satu laman yang membagi layanan ke dalam beberapa "ruang". Bagi Kepala Sekolah, yang paling penting bukan menghafal semua menu, melainkan tahu ruang mana yang dipakai siapa, data apa yang perlu dicek berkala, dan pekerjaan apa yang tetap dikelola sekolah sendiri.

Artikel ini memetakan platform Rumah Pendidikan dari sudut pandang pimpinan sekolah: susunan ruangnya, pembagian tugas di sekolah, rutinitas pemantauan, dan kesalahan yang sering terjadi saat masa transisi.

Catatan: nama ruang, menu, dan layanan di dalamnya bisa berubah sewaktu-waktu. Gambaran di bawah disusun berdasarkan tampilan umum saat artikel ditulis. Selalu cocokkan dengan laman resmi di rumah.pendidikan.go.id.

Mengapa platform ini hadir

Selama bertahun-tahun, sekolah berurusan dengan banyak aplikasi pemerintah yang terpisah: satu untuk pengembangan guru, satu untuk data rapor pendidikan, satu untuk bahan ajar, dan seterusnya. Akibatnya, operator dan guru kerap bingung harus masuk ke mana, akun mana yang dipakai, dan apakah data di satu tempat sama dengan tempat lain.

Rumah Pendidikan merapikan pintu masuknya. Layanan dikelompokkan menurut siapa penggunanya, sehingga guru cukup membuka ruang untuk guru, sekolah membuka ruang untuk satuan pendidikan, dan orang tua membuka ruang untuk orang tua.

Ruang-ruang di platform Rumah Pendidikan

Secara umum, layanan dikelompokkan ke dalam ruang berikut. Tabel ini membantu Kepala Sekolah membagi tanggung jawab.

Ruang Pengguna utama Contoh layanan yang umumnya tersedia Penanggung jawab di sekolah
Ruang GTK Guru dan tenaga kependidikan Pelatihan mandiri, pengelolaan kinerja, komunitas belajar Setiap guru, dipantau wakasek kurikulum
Ruang Murid Murid Sumber belajar dan layanan untuk murid Wali kelas mengenalkan
Ruang Sekolah Satuan pendidikan Data dan layanan administrasi sekolah, rapor pendidikan Kepala Sekolah dan operator
Ruang Bahasa Masyarakat dan sekolah Layanan kebahasaan Guru Bahasa Indonesia
Ruang Pemerintah Dinas dan pemda Layanan untuk pemerintah daerah Dinas pendidikan
Ruang Mitra Mitra pendidikan Kolaborasi dengan pihak luar Humas sekolah
Ruang Publik Masyarakat umum Informasi dan layanan publik Humas sekolah
Ruang Orang Tua Orang tua dan wali Informasi dan panduan pendampingan anak Wali kelas dan komite

Jangan anggap kolom "contoh layanan" sebagai daftar lengkap. Pemerintah terus menambah dan memindahkan layanan, jadi biasakan membuka laman resmi sebelum memberi arahan ke guru.

Langkah awal untuk Kepala Sekolah

1. Pastikan akun semua pihak beres

Kendala paling sering di lapangan bukan soal fitur, melainkan akun. Guru baru belum punya akun, guru yang pindah masih tercatat di sekolah lama, atau surel yang dipakai sudah tidak aktif. Minta operator membuat daftar sederhana: nama guru, status akun, dan kendala. Daftar ini cukup dalam satu lembar.

2. Bagi peran dengan jelas

Di SD Negeri dengan 12 guru, misalnya, Kepala Sekolah bisa menugaskan operator untuk urusan akun dan data sekolah, wakasek atau guru senior untuk memantau pelatihan guru, dan setiap wali kelas untuk mengenalkan ruang orang tua saat pertemuan awal tahun. Di SMA dengan 50 guru, pembagian per bidang lebih masuk akal: kurikulum, kesiswaan, dan humas.

3. Jadwalkan pengecekan rutin

Tetapkan kapan data dicek. Contohnya, rapor pendidikan dibaca bersama saat rapat kerja awal tahun, sedangkan status pelatihan dan kinerja guru dilihat setiap akhir semester. Tanpa jadwal, pengecekan biasanya baru dilakukan saat ada tenggat.

4. Sosialisasikan dengan bahasa sederhana

Banyak guru senior cukup butuh satu hal: tahu ruang mana yang harus dibuka untuk tugasnya. Buat lembar ringkas satu halaman berisi alamat laman, ruang yang relevan, dan kontak operator bila ada kendala.

Daftar cek pemanfaatan per semester

  • Semua guru dan tenaga kependidikan bisa masuk ke ruang yang relevan.
  • Data sekolah di ruang sekolah sudah dicek kesesuaiannya.
  • Rapor pendidikan sudah dibaca dan dijadikan bahan perencanaan.
  • Guru yang belum mengikuti pelatihan atau pengelolaan kinerja sudah diingatkan.
  • Orang tua sudah dikenalkan pada ruang orang tua.
  • Kendala akun dicatat dan diteruskan ke kanal bantuan resmi.

Apa yang tetap dikelola sekolah sendiri

Platform pemerintah melayani kebutuhan nasional: pelatihan, pelaporan, data pokok, dan sumber belajar. Namun ada banyak pekerjaan harian yang tetap menjadi urusan internal sekolah, misalnya:

  • presensi harian murid dan pegawai,
  • jadwal pelajaran dan jurnal mengajar,
  • tagihan, tabungan, dan kas sekolah,
  • catatan BK, kedisiplinan, dan UKS,
  • komunikasi rutin dengan wali murid.

Di sinilah sekolah biasanya memakai aplikasi manajemen sendiri. Kuncinya, jangan sampai data yang sama diketik dua kali tanpa aturan. Tetapkan sumber data utama, misalnya data pokok dari Dapodik, lalu aplikasi internal mengambil dari file ekspor yang sudah dimiliki sekolah.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Menganggap semua layanan wajib dibuka setiap hari. Sebagian ruang hanya perlu dibuka pada momen tertentu.
  2. Semua urusan dibebankan ke operator. Operator mengurus akun dan data, tetapi pelatihan guru adalah tanggung jawab tiap guru.
  3. Tidak membaca rapor pendidikan. Data ini justru bahan paling berharga untuk perencanaan berbasis data.
  4. Berbagi akun. Satu akun dipakai beberapa orang menyulitkan jejak dan berisiko bagi keamanan data.
  5. Mengandalkan pesan berantai. Informasi tentang perubahan layanan sebaiknya dicek langsung di laman resmi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah platform Rumah Pendidikan menggantikan Dapodik?

Tidak. Dapodik tetap menjadi sistem pendataan pokok. Rumah Pendidikan adalah pintu masuk layanan; beberapa layanan di dalamnya memakai data yang bersumber dari pendataan resmi.

Apakah orang tua perlu akun khusus?

Tergantung layanan. Sebagian informasi untuk orang tua bisa dibaca tanpa masuk, sebagian lain mungkin memerlukan akun. Cek ketentuan terbaru di laman resmi.

Siapa yang harus dihubungi jika akun guru bermasalah?

Mulai dari operator sekolah, lalu kanal bantuan resmi yang tersedia di laman. Catat kendala dengan jelas, termasuk tangkapan layar pesan kesalahan.

Apakah sekolah swasta juga memakai platform ini?

Ya. Layanan pemerintah ditujukan untuk satuan pendidikan negeri maupun swasta yang terdaftar.

Apakah sekolah masih perlu aplikasi manajemen sendiri?

Untuk pekerjaan harian seperti presensi, tagihan, jadwal, dan komunikasi dengan wali murid, umumnya ya. Platform pemerintah tidak dirancang untuk mengelola operasional internal setiap sekolah.

ASIS: Melengkapi Layanan Pemerintah dengan Operasional Harian yang Rapi

Platform Rumah Pendidikan merapikan pintu masuk layanan nasional. Namun masalah sehari-hari di sekolah tetap ada: data murid diketik ulang di beberapa tempat, presensi masih di buku, tagihan dicatat di lembar terpisah, dan kabar penting terlambat sampai ke orang tua.

ASIS hadir untuk sisi operasional itu dengan prinsip "data dicatat sekali, dipakai berkali-kali". Sekolah cukup mengimpor file ekspor Dapodik yang sudah dimiliki, lalu data yang sama dipakai untuk presensi lewat pindai QR atau pengenalan wajah, jadwal pelajaran tanpa bentrok, e-Rapor, tagihan, hingga notifikasi aplikasi ke wali murid. ASIS tidak terhubung langsung ke sistem pemerintah dan tidak mengirim data balik, sehingga alur pelaporan resmi tetap di kanal pemerintah. Dashboard Goal membantu Kepala Sekolah memantau target sekolah per peran.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ juga bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.

Sumber: Rumah Pendidikan

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.