WAWASAN ASIS

PMR Sekolah: Tingkatan, Program Latihan, dan Pembinaan

Panduan PMR sekolah: tingkatan Mula, Madya, dan Wira, materi pokok, contoh program latihan satu semester, peran pembina, dan kaitannya dengan UKS.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

PMR sekolah (Palang Merah Remaja) adalah wadah pembinaan anggota remaja Palang Merah Indonesia di satuan pendidikan. Melalui PMR, murid belajar pertolongan pertama, hidup sehat, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kepalangmerahan, lalu mempraktikkannya di sekolah dan masyarakat. PMR terbagi dalam tiga tingkatan sesuai jenjang: PMR Mula untuk SD/MI, PMR Madya untuk SMP/MTs, dan PMR Wira untuk SMA/SMK/MA.

Artikel ini menjelaskan tiap tingkatan, materi pokok, contoh program latihan satu semester, peran pembina, serta cara menghubungkan PMR dengan UKS. Untuk ketentuan organisasi yang rinci, rujuk pedoman dari PMI kabupaten atau kota setempat.

Posisi PMR di sekolah

PMR adalah bagian dari keanggotaan Palang Merah Indonesia, sedangkan di sekolah ia berjalan sebagai kegiatan ekstrakurikuler. Artinya, PMR punya dua "rumah": sekolah yang menyediakan pembina dan waktu latihan, serta PMI yang memberi arah pembinaan, materi, dan kegiatan di tingkat wilayah.

Kegiatan kepalangmerahan di Indonesia memiliki dasar hukum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. Karena itu, lambang palang merah pun tidak boleh dipakai sembarangan, termasuk dalam kegiatan sekolah.

Tri Bakti PMR

Arah kegiatan PMR dirumuskan dalam Tri Bakti:

  1. Meningkatkan keterampilan hidup sehat.
  2. Berkarya dan berbakti di masyarakat.
  3. Mempererat persahabatan nasional dan internasional.

Program latihan PMR sekolah yang baik selalu menyentuh ketiganya, bukan hanya pertolongan pertama.

Tingkatan PMR dan karakteristiknya

Tingkatan Jenjang Fokus pembinaan Contoh kegiatan
PMR Mula SD/MI Hidup bersih dan sehat, pengenalan pertolongan pertama sederhana Cuci tangan, merawat luka kecil, mengenal lambang
PMR Madya SMP/MTs Pertolongan pertama dasar, kesehatan remaja, kepedulian sosial Membalut, membidai sederhana, kampanye kesehatan
PMR Wira SMA/SMK/MA Pertolongan pertama lebih lengkap, kepemimpinan, aksi di masyarakat Siaga acara sekolah, promosi donor darah, pendidikan sebaya

Penyesuaian materi dengan usia penting. Murid SD tidak perlu dibebani teknik evakuasi yang rumit; cukup kebiasaan sehat dan keberanian meminta bantuan orang dewasa.

Materi pokok PMR

  • Kepalangmerahan: sejarah gerakan, tujuh prinsip dasar (kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, kesemestaan), dan penggunaan lambang.
  • Pertolongan pertama: penilaian korban, perdarahan, luka, patah tulang, pingsan, luka bakar, dan pemindahan korban sederhana.
  • Perawatan keluarga: merawat anggota keluarga yang sakit ringan di rumah.
  • Kesehatan remaja: gizi, kebersihan diri, kesehatan reproduksi sesuai usia, bahaya rokok dan narkoba.
  • Sanitasi dan kesehatan lingkungan: air bersih, sampah, jamban sehat.
  • Kesiapsiagaan bencana: mengenali risiko, jalur evakuasi, tas siaga.
  • Donor darah: pengetahuan dan promosi. Donor darah sendiri memiliki syarat usia dan kesehatan yang ditetapkan, sehingga anggota PMR berperan sebagai penggerak, bukan pendonor bila belum memenuhi syarat.
  • Kepemimpinan dan pendidikan sebaya: melatih anggota menyampaikan pesan kesehatan kepada teman.

Contoh program latihan PMR satu semester

Contoh ini untuk PMR Madya dengan latihan sepekan sekali selama 90 menit.

Pekan Materi Bentuk kegiatan
1 Pengenalan PMR dan Tri Bakti Diskusi, perkenalan pengurus
2 Sejarah dan prinsip dasar Permainan kartu prinsip
3 Penilaian korban Simulasi berpasangan
4 Perdarahan dan luka Praktik membalut
5 Patah tulang dan pembidaian Praktik bidai dengan bahan sederhana
6 Pingsan dan pemindahan korban Simulasi tandu darurat
7 Luka bakar dan keracunan ringan Studi kasus
8 Evaluasi tengah semester Tes praktik pos
9 Gizi dan kebersihan diri Kampanye kelas
10 Kesehatan remaja Diskusi dengan tenaga kesehatan
11 Sanitasi lingkungan sekolah Survei kebersihan toilet dan kantin
12 Kesiapsiagaan bencana Simulasi evakuasi bersama sekolah
13 Pendidikan sebaya Anggota menyampaikan materi di kelas
14 Persiapan bakti masyarakat Perencanaan kegiatan
15 Bakti masyarakat Kegiatan di lingkungan sekitar
16 Evaluasi dan pelantikan Ujian praktik dan refleksi

Peran pembina PMR

Pembina PMR sekolah biasanya guru yang ditunjuk Kepala Sekolah, idealnya sudah mengikuti pelatihan dari PMI. Tugasnya:

  • Menyusun program latihan bersama pengurus.
  • Mendampingi latihan dan memastikan keselamatan.
  • Menjalin koordinasi dengan PMI setempat dan puskesmas.
  • Mengelola kelengkapan kotak pertolongan pertama untuk latihan.
  • Mencatat kehadiran, perkembangan, dan prestasi anggota.

Bila belum ada guru yang terlatih, sekolah dapat meminta dukungan pelatih dari PMI kabupaten atau kota.

Menghubungkan PMR dengan UKS

PMR sekolah dan UKS saling melengkapi. UKS adalah program sekolah untuk pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan lingkungan sekolah sehat. Anggota PMR bisa menjadi tenaga pendukung UKS, misalnya:

  • Piket ruang UKS pada jam istirahat dengan pengawasan guru.
  • Membantu pemeriksaan berkala seperti pengukuran tinggi dan berat badan.
  • Menjadi kader kampanye kesehatan, misalnya cuci tangan dan pencegahan DBD.
  • Siaga pertolongan pertama saat upacara, lomba, atau kegiatan olahraga.

Pastikan batas peran jelas. Anggota PMR memberi pertolongan pertama, sedangkan penanganan lanjutan menjadi tanggung jawab guru UKS dan tenaga kesehatan.

Kegiatan unggulan yang bisa dicoba

  1. Pos siaga upacara setiap Senin.
  2. Pojok informasi kesehatan di mading sekolah, diganti tiap bulan.
  3. Kelas pertolongan pertama untuk teman sekelas satu kali per semester.
  4. Kampanye donor darah bekerja sama dengan unit donor darah PMI, ditujukan untuk guru, tenaga kependidikan, dan orang tua yang memenuhi syarat.
  5. Lomba pertolongan pertama antarsekolah yang diselenggarakan PMI.

Kesalahan umum dalam pembinaan PMR

Hanya latihan baris-berbaris. Kedisiplinan penting, tetapi inti PMR adalah keterampilan menolong dan hidup sehat.

Kotak pertolongan pertama kosong. Latihan tanpa alat membuat keterampilan tidak terbentuk.

Anggota dibiarkan menangani kasus berat. Anggota harus tahu kapan memanggil guru atau tenaga kesehatan.

Tidak ada catatan anggota. Tanpa catatan, sulit menilai perkembangan dan menyiapkan pelantikan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja tingkatan PMR sekolah?

PMR Mula untuk SD/MI, PMR Madya untuk SMP/MTs, dan PMR Wira untuk SMA/SMK/MA.

Apakah PMR wajib ada di setiap sekolah?

PMR adalah pilihan ekstrakurikuler. Keberadaannya sangat dianjurkan karena mendukung UKS dan keselamatan warga sekolah.

Siapa yang bisa menjadi pembina PMR?

Guru yang ditunjuk Kepala Sekolah, idealnya telah mengikuti pelatihan pembina dari PMI setempat.

Apa beda PMR dan UKS?

UKS adalah program kesehatan sekolah, sedangkan PMR adalah wadah anggota remaja PMI. Anggota PMR dapat mendukung kegiatan UKS.

Bolehkah anggota PMR mendonorkan darah?

Hanya bila memenuhi syarat usia dan kesehatan yang ditetapkan. Anggota yang belum memenuhi syarat berperan sebagai penggerak dan pemberi informasi.

ASIS: UKS dan Kegiatan PMR Tercatat Rapi, Orang Tua Mendapat Kabar

Pembina PMR dan guru UKS sering bekerja dengan catatan terpisah: daftar anggota di buku, catatan kunjungan UKS di lembar lain, dan kabar murid sakit disampaikan lewat telepon yang tidak selalu tersambung.

ASIS menyediakan modul UKS untuk mencatat kunjungan dan kondisi kesehatan murid, yang terhubung dengan profil murid yang utuh. Presensi lewat pindai QR bisa dipakai untuk kehadiran latihan, sedangkan notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas memudahkan sekolah mengabari orang tua ketika anak mendapat penanganan di UKS. Modul surat dan SK membantu menerbitkan SK pembina dan surat kegiatan.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, termasuk fitur catatan kesehatan untuk wali santri. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.