Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh isi dan format portofolio siswa SD, SMP, SMA, dan SMK: susunan halaman, lembar refleksi, versi cetak dan digital, serta cara guru membimbingnya.
Portofolio siswa adalah kumpulan karya pilihan yang menunjukkan proses dan perkembangan belajar seorang siswa dalam kurun waktu tertentu, lengkap dengan refleksi siswa dan catatan guru. Berbeda dengan map tugas yang berisi semua lembar kerja, portofolio berisi karya yang dipilih dengan alasan: karya terbaik, karya yang menunjukkan kemajuan, atau karya yang paling bermakna bagi siswa. Artikel ini memberi contoh isi dan format portofolio untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, susunan halaman yang bisa langsung dipakai, dan cara guru membimbing siswa menyusunnya.
Bila Bapak/Ibu mencari pembahasan portofolio sebagai teknik asesmen beserta rubriknya, silakan baca "Portofolio Murid: Cara Menyusun untuk Bahan Asesmen". Artikel ini lebih fokus pada contoh isi dan formatnya.
| Jenis | Tujuan | Contoh isi |
|---|---|---|
| Portofolio proses | Menunjukkan perkembangan dari awal hingga akhir | Draf pertama, revisi, dan versi akhir karangan |
| Portofolio karya terbaik | Menampilkan pencapaian puncak | Karya lomba, proyek unggulan |
| Portofolio tematik | Mendokumentasikan satu proyek atau kegiatan kokurikuler | Rencana, foto kegiatan, hasil, refleksi |
| Portofolio kelulusan atau lanjut studi | Bahan memperkenalkan diri ke jenjang atau lembaga berikutnya | Karya pilihan, sertifikat, rekomendasi |
Apa pun jenjangnya, susunan berikut bisa menjadi kerangka:
| Bagian | Contoh isian |
|---|---|
| Judul karya | Poster Hemat Air di Rumahku |
| Mapel/kegiatan | IPAS, kelas V |
| Tanggal | September |
| Mengapa memilih karya ini | Saya pertama kali membuat poster dengan data hasil wawancara keluarga |
| Yang saya pelajari | Cara menghitung pemakaian air dan menyajikannya dalam diagram |
| Yang ingin saya perbaiki | Tulisan di poster terlalu kecil |
Untuk SD, portofolio sebaiknya sederhana, berwarna, dan banyak gambar. Refleksi bisa berupa pilihan wajah atau kalimat rumpang.
Contoh isi untuk kelas 2 selama satu semester:
Contoh lembar refleksi kelas rendah:
Di kelas tinggi, refleksi bisa berupa dua atau tiga kalimat yang ditulis sendiri.
Siswa SMP mulai mampu memilih karya sendiri dan menjelaskan alasannya. Dorong mereka memasukkan karya dari beberapa mapel.
Contoh isi untuk kelas VIII:
Di SMA, portofolio bisa diarahkan untuk mendukung pilihan mapel dan rencana studi lanjut.
Contoh isi untuk kelas XI:
Portofolio SMK paling dekat dengan dunia kerja. Isinya menunjukkan kompetensi keahlian.
Contoh isi untuk siswa jurusan teknik otomotif:
Untuk jurusan lain, ganti dengan karya yang relevan, misalnya desain grafis, aplikasi sederhana, atau hasil produk tata boga.
| Aspek | Portofolio cetak | Portofolio digital |
|---|---|---|
| Kelebihan | Mudah diperlihatkan saat pertemuan, terasa personal | Bisa memuat video dan audio, tidak rusak, mudah dibagikan |
| Kekurangan | Butuh tempat, bisa rusak atau hilang | Perlu perangkat dan penyimpanan yang aman |
| Cocok untuk | SD kelas rendah, pameran karya | SMP ke atas, SMK, portofolio lanjut studi |
Banyak sekolah memadukan keduanya: karya fisik tetap disimpan, lalu difoto dan diunggah ke portofolio digital. Tips mendokumentasikan proyek dengan baik ada di "Dokumentasi Projek Murid untuk Portofolio dan Media Sosial".
Tidak ada format tunggal, tetapi umumnya memuat profil, karya pilihan, lembar keterangan karya, refleksi siswa, dan catatan guru.
Untuk satu semester, lima sampai sepuluh karya pilihan sudah cukup, asalkan masing-masing disertai keterangan dan refleksi.
Idealnya siswa memilih dengan bimbingan guru. Di kelas rendah, guru dan siswa memilih bersama.
Bisa. Portofolio digital bahkan memungkinkan siswa menyertakan video presentasi atau rekaman praktik.
Portofolio bisa menjadi bahan asesmen dengan rubrik yang jelas, tetapi nilai bukan tujuan utamanya. Tujuan utamanya adalah memperlihatkan perkembangan dan membangun kebiasaan refleksi.
Portofolio sering gagal bukan karena konsepnya, tetapi karena karyanya tercecer: kertas hilang, foto tersimpan di ponsel guru, dan sertifikat terselip di rumah. Di akhir tahun, siswa kesulitan menyusun ceritanya.
ASIS menyediakan fitur portofolio yang menyatu dengan profil siswa, berdampingan dengan prestasi, catatan perkembangan, dan nilai di e-Rapor. Karya bisa dikumpulkan sepanjang tahun, tugas online memudahkan siswa mengunggah hasil kerja, dan Studio di studio.asis.id menyediakan aktivitas interaktif serta lab yang memperkaya pengalaman belajar siswa. Untuk siswa SMK, catatan PKL juga tersimpan di sistem yang sama.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.