Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Profil lulusan 8 dimensi dalam praktik: format pemetaan per semester, contoh indikator perilaku per jenjang, dan cara menuangkannya ke modul ajar serta rapor.
Profil lulusan 8 dimensi adalah gambaran kompetensi dan karakter yang diharapkan dimiliki murid setelah menempuh pendidikan, yang ditetapkan dalam kerangka Permendikdasmen 13/2025. Delapan dimensinya adalah keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Pertanyaan yang paling sering muncul dari guru bukan "apa saja dimensinya", melainkan "bagaimana menuliskannya di perencanaan dan rapor tanpa menambah beban administrasi".
Artikel ini menjawab pertanyaan praktis itu: format pemetaan dimensi per semester, contoh indikator perilaku per jenjang, cara menuangkannya ke modul ajar, dan cara menulis deskripsi rapor. Untuk penjelasan tiap dimensi beserta contoh kegiatan di kelas, baca "8 Dimensi Profil Lulusan dan Contoh Penerapannya di Kelas".
Format ini disusun bersama di awal semester oleh guru satu rombel atau satu fase, dipimpin wakasek kurikulum.
| Dimensi | Mapel/kegiatan utama | Bulan | Bentuk kegiatan | Bukti |
|---|---|---|---|---|
| Keimanan dan ketakwaan | Pendidikan Agama, pembiasaan pagi | Sepanjang semester | Doa bersama, refleksi syukur | Jurnal pembiasaan |
| Kewargaan | Pendidikan Pancasila, IPS | Agustus–September | Musyawarah kelas, kesepakatan kelas | Notulen, observasi |
| Penalaran kritis | Matematika, IPA | September–Oktober | Menganalisis data hasil percobaan | Lembar kerja, catatan guru |
| Kreativitas | Seni, Bahasa Indonesia | Oktober | Membuat cerita bergambar | Hasil karya |
| Kolaborasi | Kokurikuler | Oktober–November | Projek kelompok | Penilaian antarteman |
| Kemandirian | Semua mapel | Sepanjang semester | Mengatur tugas mingguan | Status tugas, refleksi |
| Kesehatan | PJOK, kokurikuler | November | Kebiasaan sarapan dan olahraga | Kartu kebiasaan |
| Komunikasi | Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris | November–Desember | Presentasi dan diskusi | Rubrik presentasi |
Tabel ini memastikan setiap dimensi punya "rumah" yang jelas, sehingga tidak ada dimensi yang terlupa dan tidak ada dimensi yang ditumpuk di satu mapel.
Indikator berikut adalah contoh untuk memudahkan pengamatan. Sesuaikan dengan CP resmi terbaru dan kebijakan sekolah.
| Dimensi | SD kelas awal | SD kelas tinggi | SMP | SMA/SMK |
|---|---|---|---|---|
| Penalaran kritis | Bertanya "mengapa" tentang hal yang diamati | Membandingkan dua informasi | Memberi alasan berdasarkan data | Menilai kekuatan argumen dan sumber |
| Kolaborasi | Bergantian memakai alat | Membagi tugas dalam kelompok | Menyelesaikan perbedaan pendapat | Mengoordinasikan peran dan tenggat |
| Kemandirian | Merapikan barang sendiri | Mengerjakan tugas tanpa diingatkan | Mengatur jadwal belajar mingguan | Menetapkan target dan mengevaluasinya |
| Komunikasi | Bercerita runtut | Menyampaikan pendapat di depan kelas | Presentasi dengan alat bantu | Menyesuaikan bahasa dengan audiens |
| Kesehatan | Mencuci tangan sebelum makan | Memilih jajanan sehat | Mengatur waktu layar | Mengelola stres dan istirahat |
Dalam modul ajar atau rencana pembelajaran, dimensi tidak perlu ditulis panjang. Cukup tiga hal:
Kerangka pembelajaran mendalam, yaitu praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital, bisa menjadi panduan memilih kegiatan yang menumbuhkan dimensi tersebut.
Targetkan dua sampai tiga bukti per dimensi per murid per semester. Itu sudah cukup untuk menulis deskripsi yang jujur.
Deskripsi yang baik menyebut perilaku nyata dan arah pengembangan. Contoh:
Format rapor dan cara pelaporan dimensi mengikuti ketentuan yang berlaku di sekolah dan panduan terbaru kementerian.
Dalam kerangka Permendikdasmen 13/2025, profil lulusan dengan delapan dimensi menjadi acuan, dan P5 digantikan kegiatan kokurikuler. Sekolah sebaiknya merujuk panduan terbaru kementerian untuk detail penerapannya.
Tidak. Setiap unit cukup satu atau dua dimensi fokus. Yang penting, dalam satu semester semua dimensi mendapat porsi.
Sebaiknya tim guru dalam satu fase atau rombel, dipimpin wakasek kurikulum, agar pembagiannya merata.
Fokus pada perilaku yang teramati di sekolah, seperti pembiasaan ibadah, kejujuran, dan sikap syukur, bukan menilai keyakinan pribadi murid.
Umumnya dideskripsikan, bukan diangkakan. Ikuti ketentuan rapor yang berlaku.
Masalah utama penerapan delapan dimensi bukan pemahaman konsep, melainkan jejak bukti yang tercecer: catatan di buku guru, foto di HP, dan refleksi di kertas yang hilang. Saat rapor tiba, deskripsi ditulis dari ingatan.
ASIS menyimpan jejak itu dalam profil murid yang utuh. Guru menulis catatan perkembangan sambil mengajar, portofolio menyimpan hasil karya dan foto proses, dan perangkat ajar Kurikulum Merdeka bisa disusun serta dibagikan antarguru sehingga peta dimensi dipakai bersama. Ketika rapor disusun di e-Rapor, wali kelas membaca bukti yang sudah terkumpul. Orang tua pun bisa mengikuti perkembangan anaknya lewat ASIS Mobile.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS, tersedia untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.