WAWASAN ASIS

Profil Pelajar: Dari Pancasila ke 8 Dimensi Profil Lulusan

Profil pelajar kini mengacu pada 8 dimensi profil lulusan. Pahami perubahannya dari Profil Pelajar Pancasila, tabel padanan, dan cara guru mendokumentasikannya.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Profil pelajar adalah gambaran karakter dan kompetensi yang ingin dicapai seorang pelajar melalui pendidikan. Selama beberapa tahun, istilah yang dipakai adalah Profil Pelajar Pancasila dengan enam dimensi. Sejak Permendikdasmen 13/2025 berlaku pada 15 Juli 2025, arah itu diperbarui menjadi 8 dimensi profil lulusan, dan P5 digantikan kegiatan kokurikuler. Artikel ini menjelaskan apa yang berubah, tabel padanan dimensi lama dan baru, contoh penerapan di kelas, serta cara guru mendokumentasikan perkembangan setiap pelajar.

Pembahasan contoh per dimensi tersedia di artikel "8 Dimensi Profil Lulusan dan Contoh Penerapannya di Kelas". Di sini sudutnya adalah transisi: apa yang perlu disesuaikan guru dan sekolah.

Apa yang berubah dan apa yang tetap

Yang berubah adalah kerangka dan istilahnya. Enam dimensi lama dirumuskan ulang menjadi delapan dimensi, dan istilah "projek profil" tidak lagi menjadi wadah utama. Yang tetap adalah semangatnya: pendidikan tidak berhenti pada nilai mata pelajaran, tetapi membentuk pribadi yang beriman, bernalar, bekerja sama, dan sehat.

Kerangka lama Kerangka baru
Profil Pelajar Pancasila, 6 dimensi Profil lulusan, 8 dimensi
P5 sebagai projek terpisah dengan alokasi waktu khusus Kegiatan kokurikuler: pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain
Rapor projek terpisah Pelaporan mengikuti panduan terbaru
Fokus pada projek tematik Terintegrasi dalam intrakurikuler, kokurikuler, dan budaya sekolah

Delapan dimensi profil lulusan

Delapan dimensi yang dirumuskan dalam kebijakan terbaru adalah:

  1. Keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
  2. Kewargaan
  3. Penalaran kritis
  4. Kreativitas
  5. Kolaborasi
  6. Kemandirian
  7. Kesehatan
  8. Komunikasi

Rujuk dokumen resmi terbaru untuk rumusan lengkap dan subelemennya, karena penjabarannya bisa diperbarui.

Tabel padanan dimensi lama dan baru

Tabel ini membantu guru memetakan dokumen lama ke kerangka baru. Padanannya bersifat pendekatan praktis, bukan pemetaan resmi satu banding satu.

Dimensi Profil Pelajar Pancasila Padanan terdekat di 8 dimensi
Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia Keimanan dan ketakwaan
Berkebinekaan global Kewargaan
Bergotong royong Kolaborasi
Mandiri Kemandirian
Bernalar kritis Penalaran kritis
Kreatif Kreativitas
(belum berdiri sendiri) Kesehatan
(belum berdiri sendiri) Komunikasi

Dua dimensi yang paling terasa baru adalah kesehatan dan komunikasi. Sekolah yang selama ini memiliki program UKS, olahraga pagi, atau lomba pidato sebenarnya sudah punya modal untuk dua dimensi ini.

Contoh penerapan di kelas

Kelas III SD: kesehatan dan kemandirian

Setiap pagi, pelajar mengisi kartu "Sarapanku Hari Ini" dengan gambar sederhana. Seminggu sekali, wali kelas mengajak diskusi tentang makanan sehat. Pelajar juga bergiliran menjadi petugas cuci tangan sebelum makan bekal.

Kelas VIII SMP: komunikasi dan kolaborasi

Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kelompok pelajar mewawancarai pedagang di sekitar sekolah, lalu mempresentasikan hasilnya di depan kelas. Guru IPS menilai isi wawancara dari sisi kegiatan ekonomi.

Kelas XI SMA: penalaran kritis dan kewargaan

Pelajar menganalisis dua berita berbeda tentang isu lingkungan di daerahnya, membandingkan sumber, lalu menulis surat pendapat kepada pemerintah desa.

Semua contoh bersifat ilustrasi. Sesuaikan dengan CP resmi terbaru dan konteks sekolah.

Kaitan dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Salah satu bentuk kokurikuler yang disebut dalam kebijakan terbaru adalah Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Kebiasaan ini sangat dekat dengan dimensi kesehatan, kemandirian, keimanan, dan kewargaan.

Cara sederhana menerapkannya adalah jurnal kebiasaan mingguan. Pelajar mencentang kebiasaan yang dilakukan, orang tua memberi paraf, dan wali kelas meninjau setiap Senin. Yang dinilai bukan banyaknya centang, melainkan kejujuran dan perkembangan dari minggu ke minggu. Pelajar yang jarang berolahraga, misalnya, diajak menetapkan target kecil seperti jalan kaki ke sekolah dua kali seminggu.

Menyesuaikan dokumen sekolah

Beberapa dokumen yang perlu ditinjau ulang:

  • KOSP: ganti bagian P5 dengan rencana kokurikuler dan sebutkan dimensi profil lulusan yang disasar.
  • Modul ajar: perbarui bagian dimensi profil dari enam menjadi delapan.
  • Rubrik: sesuaikan indikator dengan dimensi baru, terutama kesehatan dan komunikasi.
  • Rapor: ikuti format pelaporan kokurikuler terbaru.
  • Program kesiswaan: kaitkan kegiatan rutin seperti senam pagi, literasi, dan ibadah bersama dengan dimensi yang relevan.

Tidak perlu membuang dokumen lama. Banyak kegiatan P5 sebelumnya bisa dipertahankan dengan penyesuaian tujuan dan istilah.

Mendokumentasikan perkembangan tiap pelajar

Selain kerangka kurikulum, istilah profil pelajar juga sering dipakai untuk catatan individual: data diri, minat, kekuatan, tantangan, dan perkembangan karakter seorang pelajar. Keduanya saling terkait. Catatan individual adalah bukti bahwa dimensi profil lulusan benar-benar tumbuh.

Format sederhana per semester:

Dimensi Pengamatan (contoh fiktif: Laras, kelas VIII) Tindak lanjut
Kolaborasi Aktif membagi tugas dalam kelompok wawancara Beri peran ketua kelompok berikutnya
Komunikasi Masih gugup saat presentasi Latihan presentasi di kelompok kecil
Kesehatan Sering tidak sarapan menurut kartu harian Bicarakan dengan orang tua
Kemandirian Selalu mengumpulkan tugas tepat waktu Pertahankan, beri apresiasi

Tulis pengamatan sebagai perilaku yang terlihat, bukan label. "Masih gugup saat presentasi" lebih membantu daripada "kurang percaya diri".

Checklist transisi untuk guru

  • Memahami delapan dimensi profil lulusan dari dokumen resmi.
  • Modul ajar sudah memakai dimensi baru.
  • Rencana kokurikuler menggantikan istilah P5.
  • Rubrik memuat indikator kesehatan dan komunikasi.
  • Catatan individual per pelajar diperbarui tiap semester.
  • Orang tua diberi penjelasan singkat tentang perubahan ini.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah Profil Pelajar Pancasila sudah dihapus?

Kerangkanya diperbarui menjadi 8 dimensi profil lulusan melalui Permendikdasmen 13/2025. Nilai-nilai yang dikandungnya tetap hidup dalam dimensi baru.

Apakah sekolah masih boleh menjalankan projek seperti P5?

Boleh, sebagai salah satu bentuk kegiatan kokurikuler, misalnya pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, dengan tujuan yang diarahkan ke dimensi profil lulusan.

Siapa yang mengisi catatan profil pelajar?

Umumnya wali kelas, dengan masukan dari guru mapel, guru BK, dan pembina ekstrakurikuler.

Apakah dimensi profil lulusan dinilai dengan angka?

Umumnya dilaporkan secara deskriptif sesuai panduan terbaru, bukan angka seperti nilai mata pelajaran.

Bagaimana menjelaskan perubahan ini kepada orang tua?

Sampaikan dalam pertemuan wali murid: tujuannya tetap membentuk karakter anak, hanya kerangka dan istilahnya yang diperbarui.

ASIS: Profil Lengkap, Bukan Sekadar Nilai Rapor

Akar masalah dokumentasi profil adalah catatan yang tersebar. Pengamatan wali kelas ada di buku pribadi, catatan BK di map tertutup, data kesehatan di UKS, dan prestasi di bagian kesiswaan. Gambaran utuh seorang anak sulit dilihat dalam satu waktu.

ASIS menyediakan profil murid yang utuh dengan catatan perkembangan, prestasi dan kedisiplinan, layanan BK, data kesehatan UKS, serta portofolio. Guru juga terbantu dengan perangkat ajar Kurikulum Merdeka dan panduan menyiapkan serta menilai projek kokurikuler. Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data sekolah tidak dijual. Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS, tersedia untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.