WAWASAN ASIS

Program Kerja Perpustakaan Sekolah: Contoh Satu Tahun

Contoh program kerja perpustakaan sekolah satu tahun pelajaran: bidang kegiatan, target terukur, jadwal per bulan, anggaran, dan cara mengevaluasinya.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Wawasan

Program kerja perpustakaan adalah rencana kegiatan satu tahun pelajaran yang memuat tujuan, target terukur, jadwal, penanggung jawab, dan anggaran untuk mengelola perpustakaan sekolah. Dokumen ini dibutuhkan saat penyusunan RKAS, supervisi, dan akreditasi, tetapi fungsi utamanya adalah memberi arah kerja harian bagi pustakawan atau guru yang ditugasi. Artikel ini menyajikan contoh program kerja perpustakaan untuk SD hingga SMA yang bisa langsung disesuaikan.

Bila perpustakaan Bapak/Ibu baru dirintis, baca dulu "Mengelola Perpustakaan Sekolah dari Nol: Langkah Praktis". Untuk pelaporan rutinnya, lihat "Laporan Bulanan Perpustakaan Sekolah: Contoh Lengkap".

Struktur dokumen

Program kerja yang ringkas dan mudah dipakai biasanya terdiri dari bagian berikut.

  1. Pendahuluan: latar belakang singkat dan kondisi perpustakaan saat ini.
  2. Visi dan tujuan: diturunkan dari visi sekolah.
  3. Analisis kondisi: jumlah koleksi, rata-rata kunjungan, kekuatan, dan masalah.
  4. Bidang program dan target: inti dokumen.
  5. Jadwal kegiatan: per bulan.
  6. Anggaran: diselaraskan dengan RKAS.
  7. Evaluasi: indikator dan waktu peninjauan.
  8. Pengesahan: tanda tangan kepala perpustakaan dan Kepala Sekolah.

Contoh analisis kondisi

Contoh berikut milik sekolah fiktif, SD Negeri Sukamaju, dengan 420 murid.

  • Koleksi tercatat sekitar 3.100 eksemplar, sebagian besar buku pelajaran lama.
  • Rata-rata kunjungan 35 murid per hari, menurun saat menjelang ujian.
  • Pencatatan peminjaman masih manual di buku tulis.
  • Kekuatan: ruang cukup luas, ada guru yang antusias menjadi pembina literasi.
  • Masalah: buku cerita anak sedikit, data buku hilang tidak tercatat.

Analisis yang jujur seperti ini membuat target menjadi masuk akal.

Bidang program dan target

Bidang Kegiatan Target terukur Penanggung jawab
Koleksi Penyiangan buku rusak dan usang Seluruh rak diperiksa sebelum akhir semester 1 Kepala perpustakaan
Koleksi Pengadaan buku cerita anak Bertambah minimal 150 judul fiksi anak Kepala perpustakaan, Bendahara
Layanan Pencatatan peminjaman digital Semua transaksi tercatat di aplikasi mulai bulan ketiga Petugas perpustakaan
Layanan Jam buka saat istirahat kedua Perpustakaan buka di kedua jam istirahat Petugas perpustakaan
Literasi Kunjungan kelas terjadwal Setiap rombel berkunjung minimal sekali dua minggu Wali kelas
Literasi Lomba resensi dan pojok baca kelas Satu lomba per semester, pojok baca di semua kelas Pembina literasi
Sarana Penataan ulang rak dan label Label klasifikasi terpasang di semua rak Petugas perpustakaan
Administrasi Stock opname tahunan Selesai di akhir tahun pelajaran dengan laporan Kepala perpustakaan
Administrasi Laporan bulanan Terkirim ke Kepala Sekolah paling lambat tanggal 5 Petugas perpustakaan

Perhatikan bahwa setiap target bisa diperiksa: ada angka, tenggat, atau bukti yang jelas.

Jadwal kegiatan per bulan

Bulan Kegiatan utama
Juli Orientasi perpustakaan untuk murid baru saat MPLS, pendataan anggota
Agustus Mulai kunjungan kelas terjadwal, penataan rak
September Penyiangan koleksi tahap 1, peluncuran pencatatan digital
Oktober Bulan bahasa: lomba resensi dan mendongeng
November Penyiangan tahap 2, evaluasi tengah semester
Desember Rekap kunjungan semester 1, pengajuan pengadaan buku
Januari Penerimaan dan katalogisasi buku baru
Februari Pojok baca kelas, pameran buku baru
Maret Kunjungan ke perpustakaan daerah
April Pekan literasi sekolah
Mei Hari Buku Nasional (17 Mei): kegiatan tukar buku
Juni Stock opname, laporan tahunan, penyusunan program tahun berikutnya

Sesuaikan bulan dengan kalender pendidikan daerah dan jadwal ujian sekolah.

Anggaran

Anggaran perpustakaan sebaiknya disusun bersama Bendahara agar masuk ke RKAS. Pos yang umum antara lain pengadaan buku, perlengkapan administrasi seperti label dan sampul plastik, perawatan buku, hadiah lomba literasi, dan transportasi kunjungan. Penggunaan dana BOSP untuk perpustakaan mengikuti juknis yang berlaku tahun berjalan, yaitu Permendikdasmen 8/2026 untuk tahun 2026.

Evaluasi program kerja perpustakaan

Evaluasi dilakukan dua kali: tengah tahun dan akhir tahun. Indikator yang mudah dipantau:

  • rata-rata kunjungan per hari dan per rombel,
  • jumlah peminjaman per bulan,
  • jumlah koleksi baru dan koleksi yang disiangi,
  • persentase kelas yang menjalankan kunjungan terjadwal,
  • jumlah buku hilang atau rusak.

Hasil evaluasi menjadi bahan analisis kondisi untuk program kerja perpustakaan tahun berikutnya. Dengan begitu dokumen tidak berhenti sebagai arsip.

Contoh rincian satu kegiatan

Program kerja yang baik juga memuat rincian untuk kegiatan besar. Contoh untuk pekan literasi sekolah di bulan April:

  • Tujuan: menumbuhkan kebiasaan membaca dan berbagi cerita antarmurid.
  • Sasaran: seluruh murid kelas 1–6 dan guru.
  • Bentuk kegiatan: membaca senyap 15 menit setiap pagi, mendongeng oleh kakak kelas untuk kelas rendah, pameran hasil resensi, dan tukar buku.
  • Waktu: lima hari efektif di minggu kedua April.
  • Penanggung jawab: pembina literasi dibantu petugas perpustakaan dan wali kelas.
  • Kebutuhan: kertas resensi, papan pameran, hadiah sederhana.
  • Indikator: semua kelas mengikuti membaca senyap, minimal satu resensi per murid kelas 4–6, jumlah peminjaman pekan itu dibandingkan rata-rata bulanan.

Rincian seperti ini membantu Kepala Sekolah menyetujui anggaran dan memudahkan evaluasi setelah kegiatan selesai.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Menyalin program sekolah lain. Target menjadi tidak realistis karena kondisi berbeda.
  2. Target tanpa angka. "Meningkatkan minat baca" tidak bisa dievaluasi.
  3. Tidak masuk RKAS. Kegiatan tidak bisa berjalan karena tidak ada anggaran.
  4. Tidak melibatkan wali kelas. Program literasi hanya bergantung pada petugas perpustakaan.
  5. Data kunjungan tidak tercatat. Evaluasi menjadi tebakan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang menyusun program kerja perpustakaan?

Kepala perpustakaan atau guru yang ditugasi mengelola perpustakaan, bersama petugas dan pembina literasi. Dokumen disahkan Kepala Sekolah.

Kapan program kerja disusun?

Idealnya di akhir tahun pelajaran sebelumnya, setelah stock opname dan evaluasi, agar anggarannya bisa masuk ke RKAS tahun berikutnya.

Apakah sekolah kecil juga perlu program kerja tertulis?

Perlu, meski versinya ringkas. Satu sampai dua halaman sudah cukup untuk memberi arah dan bukti saat akreditasi.

Bagaimana bila perpustakaan tidak punya pustakawan khusus?

Tunjuk guru sebagai kepala perpustakaan dengan beban tugas yang diakui. Libatkan murid sebagai relawan perpustakaan untuk tugas ringan seperti merapikan rak.

Apa bedanya program kerja dengan laporan tahunan?

Program kerja adalah rencana di awal tahun. Laporan tahunan adalah catatan capaian di akhir tahun. Keduanya saling terkait.

ASIS: Perpustakaan yang Datanya Tercatat Sendiri

Akar masalah evaluasi perpustakaan adalah data yang tidak pernah tercatat: kunjungan di buku tulis, peminjaman di kartu, dan buku hilang tidak ketahuan sampai stock opname.

ASIS menyediakan modul perpustakaan untuk katalog, sirkulasi peminjaman, dan anggota, sehingga data kunjungan dan peminjaman tersedia saat evaluasi. Pustaka di pustaka.asis.id berisi buku pelajaran pemerintah yang bisa dibaca murid dari ponsel, menambah koleksi tanpa menambah rak. Anggaran perpustakaan juga bisa dirancang di RKAS yang sama.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id dan buka pustaka.asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.