WAWASAN ASIS

Program Paket A B C di PKBM: Cara Menyusunnya

Cara menyusun program Paket A B C di PKBM: data yang disiapkan, alur membuat program kesetaraan di ASIS, tips, kesalahan umum, dan versi manualnya.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Program Paket A B C adalah layanan pendidikan kesetaraan yang diselenggarakan PKBM dan SKB: Paket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs, dan Paket C setara SMA/MA. Sebelum warga belajar bisa dibagi ke kelompok, dijadwalkan, dan dinilai, pengelola perlu menata programnya lebih dulu: jenjang, tingkatan, periode, dan aturan dasarnya. Artikel ini membahas cara membuat program kesetaraan PKBM di ASIS, data yang perlu disiapkan, kesalahan umum, dan cara manual bagi PKBM yang belum memakai aplikasi.

Masalah yang sering muncul di PKBM

PKBM melayani warga belajar yang sangat beragam. Ada remaja putus sekolah, pekerja yang ingin ijazah, ibu rumah tangga, sampai anak homeschooling. Satu PKBM bisa membuka ketiga paket sekaligus, dengan jadwal tatap muka, tutorial, dan mandiri yang berbeda.

Tanpa struktur program yang jelas, data mudah kacau. Warga belajar Paket C kelas XI tercampur dengan Paket B tingkat akhir di satu lembar kerja. Tutor tidak tahu modul mana yang menjadi tanggung jawabnya. Ketika tiba saatnya menyusun leger dan rapor, pengelola harus memilah ulang semuanya secara manual.

Mengapa program perlu ditata di awal

Program adalah kerangka. Hampir semua data lain menggantung padanya:

  • Rombel atau kelompok belajar dibuat di dalam program.
  • Struktur SKK dan modul mengikuti jenjang program.
  • Tutor ditugaskan per program dan per modul.
  • Progres, leger, dan rapor dibaca per program.

Bila kerangkanya rapi, pekerjaan sepanjang tahun ikut rapi. Bila salah sejak awal, kesalahan menjalar ke rapor.

Data yang disiapkan sebelum membuat program

Data Contoh
Jenjang Paket A, Paket B, Paket C
Tingkatan atau fase Tingkatan sesuai ketentuan kesetaraan yang berlaku
Periode Tahun pelajaran atau semester berjalan
Bentuk layanan Tatap muka, tutorial, mandiri, atau kombinasi
Kurikulum acuan Struktur kurikulum kesetaraan yang dipakai PKBM
Pengelola dan tutor Daftar tutor beserta mapel yang diampu
Warga belajar Data dari file ekspor Dapodik PKBM bila sudah ada

Untuk rujukan struktur kurikulum dan beban SKK per jenjang, gunakan juknis kesetaraan terbaru dari kementerian. Jangan menebak angka.

Langkah membuat program kesetaraan di ASIS

Panduan resmi ASIS menyebut program kesetaraan sebagai fondasi bagi struktur SKK, modul, tutor, progres, hingga laporan. Salah memilih jenis program akan terbawa sampai ke dokumen keluaran, jadi bagian ini perlu dikerjakan teliti.

Sebelum memulai

Siapkan izin program dari dinas, jenjang yang dibuka, periode, sasaran warga belajar, kelompok, dan nama penanggung jawab program.

Langkah di ASIS

  1. Buka menu Kesetaraan, lalu Program. Lihat dulu program yang sudah ada supaya tidak membuat yang sama dua kali.
  2. Buat program baru. Isi nama, jenjang (Paket A, B, atau C), periode, dan status sesuai dokumen resmi lembaga.
  3. Hubungkan tutor dan warga belajar. Lakukan setelah program dipastikan benar, melalui alur penempatan yang tersedia.
  4. Uji tampilannya. Periksa program di daftar dan di laporan awal.

Struktur SKK dan modul ditata pada langkah terpisah setelah program jadi.

Periksa hasilnya

Program bisa dipilih saat menata struktur SKK dan modul, dan tidak ada program ganda untuk periode yang sama.

Jika hasil belum sesuai

Bila warga belajar tidak muncul di program, periksa status dan penempatannya lebih dulu. Jangan langsung membuat program kedua untuk program Paket A B C yang sama.

Langkah lengkap: Cara Membuat Program Kesetaraan PKBM di ASIS

Tips menata program Paket A B C

Pakai nama yang konsisten

Contoh pola nama: "Paket C – Tingkatan VI – 2026/2027". Nama yang konsisten memudahkan pencarian dan laporan.

Pisahkan kelompok berdasarkan pola belajar

Warga belajar yang bekerja dan hanya bisa belajar malam sebaiknya dikelompokkan terpisah dari yang belajar siang. Jadwal fleksibel lebih mudah diatur.

Mulai dari satu paket

Bila baru pertama kali memakai aplikasi, mulai dari satu paket yang paling banyak warga belajarnya. Setelah alurnya dipahami, tambahkan paket lain.

Simpan catatan perubahan

Warga belajar PKBM sering keluar masuk di tengah periode. Catat setiap perpindahan agar riwayat belajar tidak hilang.

Contoh susunan program di satu PKBM

Sebuah PKBM fiktif di Garut melayani 140 warga belajar. Susunan programnya bisa terlihat seperti ini:

  • Paket A – 2026/2027: satu kelompok kecil berisi warga belajar usia remaja yang belum menamatkan SD, belajar siang dua kali seminggu.
  • Paket B – 2026/2027: dua kelompok, satu untuk remaja usia sekolah dan satu untuk pekerja yang belajar malam.
  • Paket C – 2026/2027: tiga kelompok, termasuk satu kelompok anak homeschooling yang lebih banyak belajar mandiri dan bertemu tutor sekali seminggu.

Setiap program memiliki daftar modul, tutor pengampu, dan jadwalnya sendiri. Saat penilik datang, pengelola cukup membuka ringkasan per program, bukan mengumpulkan berkas dari banyak tutor.

Dengan pola seperti ini, laporan kepada yayasan juga lebih mudah. Pengelola bisa menyebut jumlah warga belajar aktif per paket, kelompok mana yang progresnya tertinggal, dan tutor mana yang bebannya terlalu berat.

Kesalahan umum

  • Membuat satu program besar untuk semua paket sehingga laporan tidak bisa dipilah.
  • Menyalin struktur program tahun lalu tanpa memeriksa perubahan kurikulum.
  • Memasukkan warga belajar sebelum kelompok dibuat, sehingga harus dipindahkan satu per satu.
  • Lupa menugaskan tutor sehingga modul tidak punya penanggung jawab.

Cara manual bagi PKBM tanpa aplikasi

PKBM tetap bisa menata program Paket A B C di lembar kerja:

  1. Buat satu berkas per paket, satu lembar per tingkatan.
  2. Di setiap lembar, kolomnya: nama warga belajar, kelompok, pola layanan, tutor wali, dan status.
  3. Buat lembar terpisah untuk daftar modul dan tutor pengampu.
  4. Kunci struktur di awal periode dan catat perubahan di lembar riwayat.

Kekurangannya, data terpecah di banyak berkas, sulit dibuka bersama oleh tutor, dan rapor tetap harus disusun ulang dari nol.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda Paket A, B, dan C?

Paket A setara SD/MI, Paket B setara SMP/MTs, dan Paket C setara SMA/MA. Ketiganya termasuk pendidikan kesetaraan jalur nonformal.

Bisakah satu PKBM membuka ketiga program Paket A B C?

Bisa, sesuai izin dan kemampuan layanan PKBM. Di ASIS, setiap paket dibuat sebagai program terpisah dalam satu akun lembaga.

Apakah data warga belajar bisa diambil dari Dapodik?

PKBM bisa mengimpor file ekspor Dapodik yang sudah dimiliki. ASIS tidak terhubung langsung ke Dapodik dan tidak mengirim data balik.

Siapa yang membuat program di ASIS?

Biasanya pengelola PKBM atau operator dengan peran yang sesuai. Tutor cukup bekerja pada modul dan kelompoknya.

Bagaimana bila ada warga belajar pindahan di tengah periode?

Tambahkan ke kelompok yang sesuai dan catat riwayat belajarnya. Hasil belajar sebelumnya diperhitungkan sesuai ketentuan yang berlaku.

ASIS: Kerangka Kesetaraan yang Rapi dari Hari Pertama

Banyak PKBM bekerja dengan semangat besar, tetapi alatnya terbatas: lembar kerja terpisah per paket, data warga belajar diketik berulang, dan rapor disusun ulang setiap akhir periode.

ASIS menyediakan program Paket A, B, dan C, struktur SKK dan modul, penugasan tutor, progres modul, leger, sampai keluaran kesetaraan dalam satu akun. Data dicatat sekali, lalu dipakai berkali-kali dari jadwal sampai rapor.

ASIS gratis untuk semua satuan pendidikan, termasuk PKBM, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai tata program kesetaraan di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.