WAWASAN ASIS

Program Pencegahan Perundungan di Sekolah: Cara Menyusun

Cara menyusun program pencegahan perundungan di sekolah: pemetaan risiko, kegiatan per sasaran, jadwal, indikator, dan cara mencatat programnya di ASIS.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

Banyak sekolah baru sibuk membahas perundungan setelah ada kasus yang viral. Spanduk dipasang, seminar diadakan sekali, lalu semuanya kembali seperti biasa. Padahal perundungan paling efektif ditekan lewat kegiatan yang terencana dan berjalan sepanjang tahun. Program pencegahan perundungan yang baik dimulai dari mengenali risiko di sekolah sendiri, bukan menyalin program sekolah lain. Artikel ini membahas cara menyusun program pencegahan perundungan, contoh kegiatan per sasaran, cara mencatat dan memantau programnya di ASIS, dan cara manual bagi sekolah tanpa aplikasi.

Konteks: pencegahan adalah budaya sekolah

Permendikdasmen 6/2026 tentang budaya sekolah aman mencabut Permendikbudristek 46/2023. TPPK berakhir, dan penanganan kasus menjadi tanggung jawab Kepala Sekolah dengan rujukan ke Pokja daerah untuk kasus tertentu. Semangat aturan baru menempatkan rasa aman sebagai budaya seluruh warga sekolah. Karena itu, pencegahan tidak cukup diserahkan kepada satu tim, tetapi dirancang sebagai program sekolah.

Langkah menyusun program pencegahan perundungan

1. Petakan kondisi sekolah

Kumpulkan gambaran awal dari beberapa sumber:

  • survei singkat kepada murid tentang rasa aman, tanpa nama,
  • catatan BK dan kedisiplinan tahun lalu,
  • pengamatan guru piket tentang lokasi dan waktu rawan,
  • masukan orang tua.

Lokasi yang sering rawan antara lain toilet, tangga, kantin, area belakang sekolah, jalan pulang, dan grup percakapan kelas.

2. Tentukan tujuan yang terukur

Contoh: "Pada akhir tahun ajaran, persentase murid yang merasa aman di sekolah meningkat dibanding survei awal" atau "Seluruh wali kelas melaksanakan kesepakatan kelas pada bulan pertama."

3. Rancang kegiatan per sasaran

Sasaran Contoh kegiatan Waktu
Seluruh murid Kesepakatan kelas, materi saat MPLS, kampanye poster Awal tahun dan berkala
Murid tertentu Duta antiperundungan, pelatihan teman sebaya Per semester
Guru dan tendik Pelatihan mengenali tanda perundungan dan cara merespons Awal tahun
Orang tua Pertemuan tentang perundungan daring dan pola asuh Saat pertemuan wali murid
Lingkungan Pengawasan lokasi rawan, perbaikan penerangan, jadwal piket Sepanjang tahun
Kanal laporan Sosialisasi cara melapor yang aman Awal tahun dan diulang

4. Tetapkan penanggung jawab dan jadwal

Setiap kegiatan punya penanggung jawab, tanggal, dan kebutuhan biaya bila ada. Masukkan kegiatan yang perlu biaya ke dalam RKAS.

5. Tentukan indikator dan cara evaluasi

Indikator bisa berupa hasil survei rasa aman, jumlah dan jenis laporan, partisipasi kegiatan, serta pengamatan di lokasi rawan. Perlu diingat: jumlah laporan yang naik di awal program bisa berarti murid makin berani melapor, bukan berarti perundungan bertambah.

Mencatat program di ASIS

Fitur ini dibahas dalam Panduan TPPK dan Perlindungan Anak ASIS. Modul ini tetap dapat dipakai untuk pencegahan, pelaporan, dan tindak lanjut sesuai aturan baru (Permendikdasmen 6/2026). Panduan resminya mengingatkan bahwa pencegahan tidak boleh berhenti pada sosialisasi satu kali; sekolah perlu melihat pola, melatih petugas, dan menyediakan kanal pelaporan yang dipercaya murid.

Sebelum memulai

Siapkan hasil pemetaan dari langkah sebelumnya:

  • hasil asesmen risiko,
  • kebijakan sekolah yang berlaku,
  • sasaran program,
  • jadwal dan anggaran,
  • pihak yang menyetujui program.

Langkah di ASIS

  1. Buka menu Program Pencegahan Kekerasan dan tinjau kegiatan tahun sebelumnya.
  2. Isi rancangan program: masalah prioritas, sasaran, kegiatan, pelaksana, indikator, dan periode.
  3. Jelaskan cara murid dan keluarga mengakses bantuan tanpa membuka detail kasus apa pun.
  4. Catat pelaksanaan setiap kegiatan, lalu evaluasi respons peserta dan perubahan tingkat risiko.

Periksa hasilnya

Program yang sehat punya pemilik, jadwal, bukti pelaksanaan, dan tindak lanjut yang bisa dinilai. Jika salah satunya kosong, program pencegahan perundungan itu berisiko hanya menjadi dokumen.

Jika hasil belum sesuai

Bila partisipasi rendah, periksa apakah kanal pelaporan terasa aman dan apakah metodenya cocok untuk usia murid. Jangan menyimpulkan sekolah bebas masalah hanya karena laporan yang masuk sedikit.

Untuk menyampaikan kegiatan dan kanal laporan kepada orang tua, sekolah dapat memakai pengumuman dan notifikasi aplikasi ASIS. Untuk materi kepada murid, guru bisa memanfaatkan kuis atau aktivitas interaktif di Studio ASIS.

Langkah lengkap: Cara Menyusun Program Pencegahan Kekerasan Sekolah

Tips agar program benar-benar berjalan

Mulai kecil tetapi rutin

Tiga kegiatan yang konsisten lebih berdampak daripada sepuluh kegiatan yang hanya terlaksana di atas kertas.

Libatkan murid sejak perencanaan

Murid paling tahu di mana dan kapan perundungan terjadi. OSIS dan duta antiperundungan bisa ikut merancang kampanye.

Jangan lupakan dunia daring

Perundungan sering berlanjut di grup percakapan dan media sosial. Masukkan literasi digital ke dalam program. Lihat juga artikel "Cyberbullying Murid" di blog ASIS.

Kaitkan dengan pembelajaran

Nilai saling menghormati bisa masuk ke kegiatan kokurikuler dan pembelajaran sehari-hari, tidak hanya acara khusus.

Contoh kalender program satu tahun

Bulan Kegiatan utama
Juli Survei awal rasa aman, materi antiperundungan saat MPLS, kesepakatan kelas
Agustus Pelatihan guru dan tendik, sosialisasi kanal laporan kepada orang tua
September–Oktober Pembentukan dan pelatihan duta antiperundungan
November Kampanye literasi digital dan etika bergrup percakapan
Desember Evaluasi semester ganjil dan perbaikan pengawasan lokasi rawan
Januari–Maret Kegiatan kolaboratif kelas, pertemuan orang tua
April–Mei Kampanye murid, misalnya lomba poster atau video pendek
Juni Survei akhir, evaluasi tahunan, rencana tahun berikutnya

Kalender ini hanya contoh. Sesuaikan dengan kalender pendidikan dan hasil pemetaan sekolah masing-masing.

Kesalahan umum

  • Menyusun program pencegahan perundungan tanpa pemetaan, sehingga kegiatan tidak menyasar masalah nyata.
  • Hanya mengandalkan seminar satu kali.
  • Tidak menetapkan penanggung jawab, sehingga kegiatan terlupakan.
  • Mengukur keberhasilan dari "tidak ada laporan", padahal bisa jadi murid takut melapor.
  • Tidak menyediakan kanal laporan yang aman dan rahasia.

Cara manual bagi sekolah tanpa aplikasi

  1. Susun dokumen program satu tahun dalam tabel: kegiatan, sasaran, waktu, penanggung jawab, biaya, indikator.
  2. Tempel jadwal kegiatan di ruang guru.
  3. Buat lembar laporan pelaksanaan untuk setiap kegiatan, berisi tanggal, peserta, catatan, dan foto.
  4. Setiap bulan, tandai kegiatan yang terlaksana dan yang tertunda.
  5. Lakukan survei ulang di akhir tahun dan bandingkan dengan survei awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang menyusun program pencegahan perundungan?

Kepala Sekolah menetapkan, dengan melibatkan guru BK, wakasek kesiswaan, wali kelas, perwakilan murid, dan orang tua sesuai kebutuhan.

Apakah program perlu biaya besar?

Tidak harus. Banyak kegiatan seperti kesepakatan kelas, pengawasan lokasi rawan, dan kampanye murid hampir tanpa biaya.

Bagaimana mengukur keberhasilan program?

Gunakan survei rasa aman tanpa nama, pengamatan lokasi rawan, partisipasi kegiatan, dan pola laporan, lalu bandingkan dengan kondisi awal.

Apakah SD juga perlu program pencegahan?

Perlu. Perundungan bisa terjadi sejak usia dini. Bentuk kegiatan disesuaikan dengan usia murid.

Bagaimana bila tetap terjadi kasus?

Tangani sesuai alur penanganan sekolah, lalu jadikan kasus itu bahan perbaikan program, misalnya menambah pengawasan di lokasi kejadian.

ASIS: Pencegahan yang Tercatat dan Terpantau

Program pencegahan sering berhenti di dokumen karena tidak ada yang memantau pelaksanaannya. Akar masalahnya: kegiatan, penanggung jawab, dan bukti pelaksanaan tersebar di banyak tempat.

Modul TPPK dan perlindungan anak di ASIS membantu sekolah menyusun program pencegahan, menetapkan penanggung jawab dari data pegawai, mencatat pelaksanaan, dan mengevaluasinya, sambil tetap terhubung dengan kanal laporan dan penanganan kasus. Langkah rinci ada di Panduan TPPK dan Perlindungan Anak ASIS di asis.id.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai bangun sekolah aman di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.