WAWASAN ASIS

Program Pengembangan Kompetensi Guru: Cara Menyusunnya

Cara menyusun program pengembangan kompetensi guru di sekolah: data kebutuhan, bentuk kegiatan, jadwal setahun, anggaran, dan cara mengukur dampaknya.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kepemimpinan & Mutu

Program pengembangan kompetensi guru di sekolah sebaiknya disusun dari masalah nyata di kelas, bukan dari daftar pelatihan yang kebetulan tersedia. Langkahnya sederhana: petakan kebutuhan guru dengan data, pilih bentuk kegiatan yang paling cocok, jadwalkan selama satu tahun, siapkan anggaran, lalu ukur apakah praktik mengajar benar-benar berubah. Artikel ini memberi kerangka yang bisa dipakai kepala sekolah, lengkap dengan contoh program untuk sekolah kecil dan menengah.

Untuk menyusun indikator penilaian kinerja guru, Bapak/Ibu bisa membaca "Indikator Kinerja Guru: Contoh Terukur per Kompetensi". Artikel ini membahas sisi pengembangannya.

Mengapa program sekolah sendiri penting

Pelatihan dari luar tetap berguna, tetapi sering bersifat umum. Guru pulang dengan materi bagus, lalu tidak ada tindak lanjut di sekolah. Program internal menjawab masalah ini karena:

  • topiknya diambil dari kebutuhan murid di sekolah itu,
  • guru belajar bersama rekan yang menghadapi kelas serupa,
  • kepala sekolah bisa memantau penerapannya,
  • biayanya relatif kecil karena memanfaatkan guru sendiri sebagai narasumber.

Beban kerja guru kini diatur Permendikdasmen 11/2025, dengan tatap muka 24–40 JP per minggu. Artinya, waktu belajar guru harus dirancang hemat dan menyatu dengan pekerjaan, bukan menambah rapat yang panjang.

Langkah 1: Petakan kebutuhan dengan data

Kumpulkan tiga jenis data.

Data hasil belajar murid. Rapor Pendidikan, hasil asesmen sekolah, dan nilai rapor menunjukkan di mana murid paling kesulitan. Misalnya, pemahaman bacaan kelas atas rendah, atau banyak murid SMP belum menguasai pecahan.

Data observasi kelas. Catatan supervisi dan kunjungan kelas menunjukkan pola praktik, misalnya guru jarang memberi pertanyaan terbuka atau asesmen formatif belum dipakai untuk menyesuaikan pembelajaran.

Data dari guru sendiri. Survei singkat: "Kompetensi apa yang paling ingin Bapak/Ibu tingkatkan tahun ini?" Jawaban guru penting agar program tidak terasa dipaksakan.

Gabungkan ketiganya dalam tabel prioritas.

Masalah di kelas Kompetensi guru yang terkait Jumlah guru Prioritas
Pemahaman bacaan kelas 4–6 rendah Strategi membaca pemahaman 6 Tinggi
Asesmen formatif jarang ditindaklanjuti Asesmen untuk pembelajaran 14 Tinggi
Murid pasif saat diskusi Teknik bertanya dan diskusi 10 Sedang
Pemanfaatan perangkat digital terbatas Pemanfaatan digital dalam pembelajaran 8 Sedang

Pilih dua atau tiga prioritas saja per tahun. Program yang mencoba memperbaiki semuanya biasanya tidak memperbaiki apa pun.

Langkah 2: Pilih bentuk kegiatan

Bentuk Cocok untuk Catatan
Komunitas belajar (kombel) Topik yang butuh praktik berulang Pertemuan rutin 60–90 menit
Lesson study atau observasi sejawat Teknik mengajar spesifik Satu guru mengajar, rekan mengamati murid
Pelatihan internal Pengetahuan baru yang belum dikuasai Narasumber guru sendiri atau pengawas
Kursus daring Belajar mandiri sesuai waktu guru Perlu tindak lanjut di kombel
Magang atau kunjungan sekolah lain Melihat praktik baik langsung Butuh izin dan biaya perjalanan
Pendampingan individu Guru baru atau guru yang butuh dukungan khusus Dipasangkan dengan mentor

Kombinasi yang efektif biasanya: satu pelatihan pembuka, diikuti kombel rutin dan observasi sejawat untuk mempraktikkan materi.

Langkah 3: Susun jadwal satu tahun

Contoh program pengembangan kompetensi guru di sebuah SD negeri di Kabupaten Sleman dengan 16 guru, prioritas asesmen formatif dan membaca pemahaman:

Waktu Kegiatan Pelaksana
Juli (pekan persiapan) Pelatihan internal asesmen formatif, 1 hari Wakasek kurikulum dan pengawas
Agustus–Oktober Kombel dua pekan sekali, membahas contoh tiket keluar dan umpan balik Ketua kombel
September Observasi sejawat putaran 1 Pasangan guru
November Berbagi praktik baik di rapat dewan guru Tiga guru terpilih
Januari Pelatihan strategi membaca pemahaman Guru kelas 5 yang pernah ikut pelatihan luar
Februari–April Kombel membaca pemahaman, uji coba di kelas 4–6 Ketua kombel
Maret Observasi sejawat putaran 2 Pasangan guru
Juni Refleksi program dan rencana tahun depan Kepala sekolah

Masukkan jadwal ini ke kalender sekolah sejak awal tahun agar tidak tergeser kegiatan lain.

Langkah 4: Anggaran yang masuk akal

Sebagian besar kegiatan internal hampir tanpa biaya. Pos yang biasanya perlu disiapkan:

  • konsumsi kombel dan pelatihan internal,
  • honor narasumber dari luar sekolah bila ada,
  • transportasi kunjungan ke sekolah lain,
  • bahan cetak dan alat peraga untuk uji coba.

Pengembangan profesi guru termasuk komponen yang dapat dibiayai dana BOSP sesuai juknis yang berlaku. Masukkan ke RKAS dengan rincian jelas, dan rujuk Juknis BOSP 2026 untuk batasannya.

Langkah 5: Ukur dampaknya di kelas

Daftar hadir pelatihan bukan ukuran keberhasilan program pengembangan kompetensi guru. Ukuran yang lebih bermakna:

  1. Perubahan praktik. Berapa guru yang rutin memakai tiket keluar setelah tiga bulan? Lihat dari jurnal mengajar dan observasi.
  2. Perubahan pada murid. Apakah hasil asesmen membaca kelas 4–6 membaik dari awal ke akhir semester?
  3. Pendapat guru. Apakah guru merasa terbantu dan ingin melanjutkan?

Tulis hasilnya dalam laporan singkat dua halaman. Laporan ini berguna untuk perencanaan tahun berikutnya dan sebagai bukti akreditasi.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Topik ditentukan dari tawaran pelatihan, bukan kebutuhan. Guru ikut seminar yang tidak berkaitan dengan masalah di kelasnya.
  • Tidak ada tindak lanjut. Materi pelatihan berhenti di sertifikat.
  • Kombel menjadi rapat administrasi. Waktu habis untuk membahas pengumuman, bukan praktik mengajar.
  • Semua guru diperlakukan sama. Guru baru dan guru senior punya kebutuhan berbeda.
  • Tidak ada pencatatan. Program sulit dievaluasi karena tidak ada data siapa melakukan apa.

Daftar cek program

  • Kebutuhan dipetakan dari data murid, observasi, dan survei guru.
  • Maksimal tiga prioritas per tahun.
  • Bentuk kegiatan menggabungkan belajar dan praktik.
  • Jadwal masuk kalender sekolah.
  • Anggaran masuk RKAS.
  • Indikator dampak ditetapkan sejak awal.
  • Ada refleksi akhir tahun.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang menyusun program pengembangan kompetensi guru?

Kepala sekolah bertanggung jawab, biasanya bersama wakasek kurikulum dan perwakilan guru. Melibatkan guru sejak awal membuat program lebih diterima.

Berapa kali kombel sebaiknya bertemu?

Dua pekan sekali atau sebulan sekali sudah cukup bila setiap pertemuan fokus pada praktik dan ada tugas uji coba di antara pertemuan.

Apakah sekolah kecil dengan enam guru bisa menjalankannya?

Bisa. Kombel bisa digabung dengan sekolah tetangga dalam satu gugus, dan observasi sejawat tetap berjalan meski hanya tiga pasang guru.

Bagaimana dengan guru yang enggan ikut?

Mulai dari kebutuhan mereka sendiri dan beri peran, misalnya sebagai pengamat atau pembagi pengalaman. Pengakuan atas praktik baik lebih efektif daripada kewajiban.

Apakah kursus daring bisa diakui sebagai bagian program?

Bisa, asalkan ada tindak lanjut di sekolah, misalnya guru menerapkan materi di kelas lalu membagikannya di kombel.

ASIS: Data Kelas sebagai Dasar Pengembangan Guru

Program pengembangan guru sering salah sasaran karena kepala sekolah tidak punya data yang mudah dibaca: hasil asesmen tersebar di file guru, catatan supervisi di buku, dan jurnal mengajar tidak pernah direkap.

ASIS mencatat nilai, jurnal mengajar, dan presensi dalam satu akun, sehingga pola kesulitan murid bisa dilihat per kelas dan per mapel. Dashboard Goal membantu menetapkan target per peran, misalnya target penggunaan asesmen formatif, lalu memantaunya sepanjang tahun. Akademi ASIS menyediakan kursus daring untuk guru, dan forum menjadi ruang berbagi praktik antarsekolah.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.