WAWASAN ASIS

Projek Bangunlah Jiwa Raganya: Kesehatan Mental Remaja

Contoh projek bangunlah jiwa raganya bertopik kesehatan mental remaja untuk SMP/SMA: alur kegiatan, dimensi, asesmen, rubrik, dan rambu keamanan.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Projek bangunlah jiwa raganya bertopik kesehatan mental remaja mengajak murid mengenali emosi, memahami stres, mengetahui ke mana mencari dukungan, lalu membuat aksi nyata untuk lingkungan sekolah. "Bangunlah Jiwa dan Raganya" adalah salah satu tema dalam panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebelumnya untuk jenjang SD sampai SMA/SMK. Di bawah ini ada contoh projek enam minggu untuk SMP/SMA yang siap disesuaikan, lengkap dengan dimensi, alur, asesmen, dan rambu keamanan.

Sejak Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, kokurikuler dapat berbentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan/atau cara lain, dengan tema yang dikembangkan sekolah dan arah pada delapan dimensi profil lulusan. Kementerian menegaskan P5 tidak dihapus, sehingga projek bertema seperti ini tetap dapat dijalankan sebagai kegiatan kokurikuler. Sesuaikan istilah dan format dengan panduan kokurikuler terbaru.

Identitas projek bangunlah jiwa raganya

Komponen Isi
Tema Bangunlah Jiwa dan Raganya
Topik Kesehatan mental remaja: mengenali dan mengelola emosi
Judul projek "Aku, Emosiku, dan Teman-temanku"
Jenjang SMP kelas 8 (dapat disesuaikan untuk SMA)
Durasi 6 minggu, sekitar 3 jam pelajaran per minggu
Fasilitator Wali kelas, guru BK, guru PJOK atau IPA
Produk akhir Kampanye sekolah: poster, video pendek, atau pojok tenang kelas

Dimensi dan sub-elemen yang disasar

Pilih dua atau tiga dimensi saja agar asesmen fokus. Tabel memakai delapan dimensi profil lulusan terbaru; nama dimensi lama (P5) dicantumkan dalam kurung sebagai jembatan.

Dimensi profil Sub-elemen yang relevan Bentuk perilaku yang diharapkan
Kemandirian (dulu: Mandiri) Pemahaman diri dan situasi; regulasi emosi Murid mampu menamai emosi dan memilih strategi menenangkan diri
Kolaborasi (dulu: Bergotong royong) Kepedulian; berbagi Murid menunjukkan empati dan menawarkan dukungan kepada teman
Penalaran kritis (dulu: Bernalar kritis) Memperoleh dan memproses informasi Murid membedakan informasi kesehatan mental yang kredibel dan yang menyesatkan

Alur kegiatan enam minggu

Minggu 1: Pengenalan (mengenal diri)

  • Pemantik: menonton cerita pendek atau membaca kisah remaja fiktif yang mengalami hari buruk.
  • Aktivitas "roda emosi": murid memetakan emosi yang mereka rasakan dalam seminggu, tanpa wajib dibagikan.
  • Refleksi tertulis pribadi: "Kapan terakhir kali aku merasa tenang?"

Minggu 2: Kontekstualisasi (stres di sekitar kita)

  • Diskusi kelompok: sumber stres remaja, misalnya tugas, pertemanan, media sosial, dan ekspektasi keluarga.
  • Survei anonim sederhana di kelas tentang hal yang paling membuat stres. Hasil disajikan dalam diagram tanpa nama.
  • Guru BK menjelaskan perbedaan stres wajar dan tanda bahwa seseorang perlu bantuan.

Minggu 3: Aksi nyata tahap 1 (strategi mengelola emosi)

  • Praktik teknik menenangkan diri: napas perlahan, peregangan, jurnal syukur, berjalan sejenak.
  • Hubungkan dengan raga: tidur cukup, makan teratur, dan aktivitas fisik. Guru PJOK atau IPA dapat menjelaskan kaitan tubuh dan emosi.
  • Murid mencoba satu strategi selama seminggu dan mencatat hasilnya.

Minggu 4: Aksi nyata tahap 2 (mencari dan memberi dukungan)

  • Bermain peran: cara mendengarkan teman yang sedang sedih tanpa menghakimi.
  • Pemetaan "orang dan tempat aman": wali kelas, guru BK, orang tua, UKS, puskesmas.
  • Diskusi literasi informasi: mengapa tidak boleh mendiagnosis diri sendiri atau orang lain dari konten media sosial.

Minggu 5: Merancang kampanye

  • Kelompok memilih produk: poster, video pendek, komik, atau pojok tenang kelas.
  • Pesan kampanye ditinjau guru BK agar tepat dan tidak menimbulkan stigma.

Minggu 6: Perayaan dan refleksi

  • Gelar karya untuk kelas lain dan orang tua.
  • Refleksi akhir: "Satu hal yang akan kulakukan saat merasa tertekan" dan "satu hal yang akan kulakukan untuk teman".

Rambu keamanan untuk fasilitator projek bangunlah jiwa raganya

Topik kesehatan mental sensitif. Fasilitator wajib memperhatikan:

  • Tidak memaksa murid berbagi cerita pribadi di depan kelas.
  • Tidak mendiagnosis. Guru bukan psikolog. Jika ada tanda murid membutuhkan bantuan, rujuk ke guru BK sesuai prosedur sekolah.
  • Siapkan alur rujukan sebelum projek dimulai, termasuk kontak layanan kesehatan setempat.
  • Jaga kerahasiaan. Survei dan refleksi pribadi tidak dipajang.
  • Hindari konten pemicu seperti gambaran detail tindakan menyakiti diri.
  • Libatkan orang tua dengan pemberitahuan tentang tujuan dan kegiatan projek.

Asesmen dan rubrik

Asesmen formatif

  • Jurnal refleksi mingguan (dibaca fasilitator, tidak dinilai isinya, hanya keterlibatannya).
  • Observasi saat diskusi dan bermain peran.
  • Catatan percobaan strategi menenangkan diri.

Rubrik sumatif untuk dimensi Kemandirian (regulasi emosi)

Mulai berkembang Sedang berkembang Berkembang sesuai harapan Sangat berkembang
Menyebut emosi dengan bantuan Menamai emosi sendiri dengan tepat Menamai emosi dan memilih strategi yang sesuai Menerapkan strategi secara konsisten dan membantu teman mengenali emosinya

Rubrik untuk dimensi Kolaborasi (kepedulian)

Mulai berkembang Sedang berkembang Berkembang sesuai harapan Sangat berkembang
Menyadari perasaan teman ketika diingatkan Menunjukkan empati dalam bermain peran Menawarkan dukungan secara tepat Mengajak teman lain peduli dan menunjukkan jalur bantuan

Melibatkan orang tua

Kesehatan mental remaja tidak berhenti di gerbang sekolah. Kirim pemberitahuan singkat kepada orang tua di awal projek: tujuan, jadwal kegiatan, dan ajakan untuk bertanya kepada anak tentang apa yang dipelajari setiap pekan. Undang orang tua ke gelar karya di minggu keenam. Bila memungkinkan, adakan sesi singkat bersama guru BK tentang cara mendengarkan anak remaja tanpa langsung menasihati.

Variasi per jenjang

  • SD kelas tinggi: fokus pada mengenali emosi dasar dan cara meminta bantuan orang dewasa. Gunakan cerita bergambar dan permainan.
  • SMP: seperti contoh di atas, dengan penekanan pada pertemanan dan media sosial.
  • SMA/SMK: tambahkan topik stres akademik, persiapan karier, dan keseimbangan kerja-istirahat saat PKL.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah projek bangunlah jiwa raganya harus selalu tentang olahraga?

Tidak. Tema ini mencakup kesehatan fisik dan mental, sehingga topik seperti mengelola emosi, pola tidur, atau antiperundungan sangat relevan.

Bagaimana jika ada murid yang bercerita masalah berat?

Dengarkan dengan tenang, jangan berjanji merahasiakan jika menyangkut keselamatan, lalu rujuk ke guru BK sesuai prosedur sekolah.

Apakah guru BK wajib terlibat?

Sangat disarankan, terutama untuk menyusun materi, meninjau kampanye, dan menangani rujukan.

Bagaimana melaporkan hasil projek di rapor?

Tuliskan deskripsi perkembangan per dimensi yang dinilai, berdasarkan rubrik dan catatan observasi.

ASIS: Projek Tercatat, Murid yang Butuh Bantuan Tidak Terlewat

Projek bertema kesehatan mental sering menghasilkan dua hal penting: catatan perkembangan murid dan sinyal awal murid yang perlu dukungan. Sayangnya, keduanya mudah tercecer di kertas refleksi, catatan fasilitator, dan ingatan wali kelas. Saat rapor disusun, deskripsi projek ditulis ulang dari nol, dan sinyal awal itu tidak sampai ke guru BK.

ASIS memegang prinsip "data dicatat sekali, dipakai berkali-kali". Catatan penilaian projek tersimpan di ASIS sehingga bisa dipakai lagi saat menyusun e-Rapor Kurikulum Merdeka. Profil murid yang utuh menyimpan catatan perkembangan, dan layanan BK membantu mencatat rujukan serta tindak lanjut dengan hak akses yang terbatas pada peran yang berwenang. Modul UKS mencatat keluhan kesehatan, dan kabar ke orang tua dikirim lewat notifikasi aplikasi. Untuk materi pendukung, fasilitator bisa memakai buku pelajaran pemerintah di Pustaka serta aktivitas interaktif di Studio.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

Sumber: Guru Inovatif, Mengenal Tema Projek Profil Pelajar Pancasila; Antara, Kemendikdasmen tegaskan tidak hapus P5; detikEdu, Permendikdasmen 13 Tahun 2025

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.