WAWASAN ASIS

Projek Berekayasa dan Berteknologi: Penyaring Air Sederhana

Contoh projek berekayasa dan berteknologi membuat penyaring air sederhana: alur 6 pekan, alat bahan, lembar uji, rubrik, dan penyesuaian kokurikuler.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Projek berekayasa dan berteknologi membuat penyaring air sederhana adalah contoh projek yang murah, aman, dan kaya pembelajaran: murid mengenali masalah air keruh di lingkungannya, merancang penyaring dari botol bekas, kerikil, pasir, dan arang, lalu menguji dan memperbaiki rancangannya. Tema ini dulu populer di Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Sejak Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, P5 diganti dengan kegiatan kokurikuler, salah satunya pembelajaran kolaboratif lintas disiplin. Projek ini tetap sangat cocok, tinggal dibingkai ulang. Di bawah ini contoh alur enam pekan yang siap diadaptasi untuk SD kelas atas sampai SMP.

Posisi projek ini setelah perubahan kurikulum

Permendikdasmen 13/2025 menggeser P5 menjadi kegiatan kokurikuler yang dapat berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain. Arah capaiannya kini merujuk pada delapan dimensi profil lulusan. Penjelasan lengkap perubahan ini ada di artikel apakah P5 masih ada.

Artinya, sekolah tidak wajib memakai nama tema lama. Namun semangat rekayasa dan teknologi tetap relevan, dan projek berekayasa dan berteknologi bisa dijalankan sebagai kokurikuler lintas mapel IPA/IPAS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan Seni Budaya. Cara merancang kolaborasinya dibahas di kokurikuler lintas mata pelajaran.

Identitas projek

Komponen Isi
Judul Air Jernih dari Botol Bekas
Jenjang SD kelas 5–6 atau SMP kelas 7–8
Durasi 6 pekan, 2–3 jam pelajaran per pekan
Bentuk Kokurikuler lintas disiplin, kelompok 4–5 murid
Mapel terkait IPA/IPAS, Matematika, Bahasa Indonesia, Seni Budaya
Dimensi profil lulusan yang ditekankan Penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi
Produk Prototipe penyaring, lembar data uji, poster atau presentasi

Tujuan pembelajaran

Setelah projek, murid diharapkan dapat:

  1. Menjelaskan mengapa air keruh perlu disaring dan apa batas penyaringan sederhana.
  2. Merancang penyaring dengan susunan lapisan tertentu beserta alasannya.
  3. Melakukan uji yang adil: satu variabel diubah, yang lain tetap.
  4. Mencatat data, membandingkan hasil, dan memperbaiki rancangan.
  5. Mengomunikasikan proses dan temuan kepada audiens.

Alat dan bahan per kelompok

  • 2 botol plastik bekas ukuran 1,5 liter
  • Kerikil kecil dan kerikil sedang, dicuci bersih
  • Pasir halus dan pasir kasar, dicuci bersih
  • Arang (arang aktif bila ada, atau arang kayu yang ditumbuk)
  • Kapas atau kain katun bersih
  • Ijuk (opsional)
  • Gunting atau cutter (dipegang guru untuk SD)
  • Gelas bening, penggaris, stopwatch atau jam di ponsel
  • Air keruh: campuran air dan tanah, atau sampel dari selokan yang diambil guru dengan aman

Alur enam pekan

Pekan 1: Mengenali masalah

Ajak murid mengamati sumber air di sekitar sekolah atau rumah. Diskusikan: kapan air menjadi keruh, apa dampaknya, dan bagaimana warga mengatasinya. Murid menulis rumusan masalah sederhana, misalnya "Bagaimana membuat air keruh menjadi lebih jernih dengan bahan di sekitar kita?".

Pekan 2: Riset dan rancangan awal

Murid mencari informasi tentang fungsi tiap bahan: kerikil menahan kotoran besar, pasir menahan partikel lebih kecil, arang membantu mengurangi bau dan warna, kapas menahan sisa partikel. Kelompok menggambar rancangan lengkap dengan urutan dan ketebalan lapisan, lalu menuliskan alasannya.

Pekan 3: Membuat prototipe

Guru memotong bagian dasar botol. Botol dibalik dengan mulut di bawah. Contoh susunan dari bawah (dekat mulut botol) ke atas: kapas, arang, pasir halus, pasir kasar, kerikil kecil, kerikil sedang. Kelompok boleh mengubah susunan sesuai rancangan mereka.

Pekan 4: Uji yang adil

Setiap kelompok menuang air keruh dengan volume yang sama, misalnya 500 ml, lalu mencatat hasilnya.

Lembar data uji

Percobaan Susunan lapisan Waktu menetes habis (menit) Kejernihan (skala 1–5) Bau (ada/tidak) Catatan
1 Rancangan awal
2 Arang ditebalkan
3 Tanpa kerikil

Untuk kejernihan, kelompok bisa membuat skala bersama: letakkan kertas bertulisan di belakang gelas, lalu nilai seberapa terbaca tulisannya. Murid SMP bisa menghitung persentase perubahan waktu penyaringan.

Pekan 5: Memperbaiki rancangan

Berdasarkan data, kelompok mengubah satu hal, menguji ulang, dan membandingkan. Di sinilah inti projek berekayasa dan berteknologi: rancangan pertama jarang langsung terbaik. Dorong murid menulis refleksi singkat tentang apa yang berubah dan mengapa.

Pekan 6: Berbagi hasil

Kelompok memamerkan prototipe, data, dan poster di depan kelas lain atau orang tua. Setiap kelompok menjelaskan masalah, rancangan, data, perbaikan, dan batas penyaring mereka.

Pesan keselamatan yang wajib disampaikan

Air hasil penyaringan sederhana tidak aman untuk diminum. Penyaring ini hanya mengurangi kekeruhan dan bau, tidak membunuh kuman. Sampaikan ini berulang, tuliskan di poster, dan pastikan tidak ada murid yang mencicipi hasil saringan. Ini sekaligus menjadi pelajaran penting: teknologi punya batas, dan jujur tentang batas itu adalah bagian dari sikap ilmiah.

Guru juga yang mengambil sampel air dari selokan atau sungai, bukan murid. Gunakan sarung tangan dan cuci tangan setelah praktik.

Rubrik penilaian

Aspek Mulai berkembang Berkembang Cakap Mahir
Rancangan Gambar tanpa alasan Ada alasan sebagian Alasan setiap lapisan jelas Alasan didukung sumber dan dibandingkan
Uji adil Variabel berubah banyak Sebagian variabel dijaga Satu variabel diubah Mengulang uji untuk memastikan
Data dan perbaikan Data tidak lengkap Data lengkap tanpa perbaikan Perbaikan berdasarkan data Perbaikan dan penjelasan sebab-akibat
Kolaborasi Dikerjakan satu orang Peran belum merata Peran jelas dan dijalankan Saling membantu dan menyelesaikan perbedaan
Komunikasi Penjelasan belum runtut Runtut tetapi kurang data Runtut dengan data Menjawab pertanyaan dan menyebut batas produk

Variasi per jenjang

SD kelas 4–5. Fokus pada pengamatan dan perbandingan kualitatif. Guru menyiapkan susunan dasar, murid mengubah satu lapisan.

SD kelas 6. Tambahkan pengukuran waktu dan tabel data sederhana.

SMP. Murid merancang sendiri, menghitung volume dan laju aliran, serta membandingkan dengan informasi tentang pengolahan air bersih di daerahnya.

Dokumentasi dan kemitraan

Minta setiap kelompok memotret tahap penting: rancangan, prototipe, uji, dan perbaikan. Dokumentasi ini memudahkan penilaian dan menjadi bahan refleksi. Tips merapikannya ada di artikel dokumentasi projek murid. Bila memungkinkan, undang petugas puskesmas atau PDAM setempat untuk berbagi cara pengolahan air yang aman.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah projek berekayasa dan berteknologi masih bisa dipakai setelah P5 diganti?

Bisa. Setelah Permendikdasmen 13/2025, kegiatan semacam ini dijalankan sebagai kokurikuler, misalnya pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, dengan arah capaian pada delapan dimensi profil lulusan.

Apakah air hasil saringan boleh diminum?

Tidak. Penyaring sederhana hanya mengurangi kekeruhan dan bau, tidak menghilangkan kuman. Air minum harus dimasak atau diolah dengan cara yang aman.

Bahan apa yang paling sulit didapat?

Biasanya arang aktif. Arang kayu yang ditumbuk dan dicuci dapat menjadi pengganti untuk keperluan percobaan.

Bagaimana menilai kerja kelompok secara adil?

Gabungkan penilaian produk kelompok dengan pengamatan peran individu, jurnal refleksi, serta penilaian antarteman.

Berapa biaya projek ini?

Sangat murah karena memakai botol bekas dan bahan alam. Sebagian besar sekolah cukup menyiapkan arang dan perlengkapan kebersihan.

ASIS: Projek, Penilaian, dan Rapor dalam Satu Alur

Projek yang hebat sering berakhir dengan administrasi yang berat: foto tersebar di ponsel guru, rubrik ditulis di kertas, lalu nilai diketik ulang ke rapor. Guru akhirnya enggan membuat projek berikutnya karena beban pencatatannya.

ASIS membantu guru mencatat sekali dan memakai berkali-kali. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka bisa disusun dan disimpan di satu tempat, catatan perkembangan masuk ke profil murid yang utuh, dan nilai mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka. Untuk memperkaya pembelajaran sains, guru juga bisa memakai Studio di studio.asis.id dengan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif, serta buku pelajaran pemerintah di pustaka.asis.id.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai rancang kegiatan kokurikuler yang lebih rapi di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.