WAWASAN ASIS

Projek Profil PAUD: Contoh Kegiatan Sederhana

Contoh projek profil PAUD sederhana untuk TK dan KB: tema dekat anak, alur tiga minggu, peran orang tua, catatan perkembangan, dan aturan terbaru.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui PAUD & TK

Projek profil PAUD adalah kegiatan belajar berbasis projek yang mengajak anak usia dini mengalami nilai dan kebiasaan baik secara nyata, misalnya merawat tanaman, bekerja sama membuat pasar mainan, atau memilah sampah. Kuncinya sederhana: tema dekat dengan dunia anak, kegiatan berupa bermain, dan hasilnya bukan produk sempurna, melainkan proses yang dinikmati anak. Artikel ini memberi contoh projek profil PAUD yang mudah dijalankan di TK dan KB, alur tiga minggu, peran orang tua, cara mencatat perkembangan, serta catatan kebijakan terbaru.

Catatan kebijakan terbaru

Sejak Permendikdasmen 13/2025 berlaku pada 15 Juli 2025, istilah projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) bergeser menjadi kegiatan kokurikuler, dan profil lulusan dirumuskan dalam 8 dimensi. Di PAUD, semangat belajar melalui projek tetap relevan karena sejalan dengan prinsip belajar melalui bermain. Satuan PAUD sebaiknya menyesuaikan istilah dan dokumen dengan panduan terbaru dari kementerian dan dinas setempat. Isi kegiatan di bawah ini tetap bisa dipakai, apa pun istilah yang digunakan di dokumen sekolah.

Prinsip projek untuk anak usia dini

  • Dari minat anak. Amati obrolan anak. Jika mereka sering membicarakan semut di halaman, itu bisa menjadi projek.
  • Konkret dan bisa disentuh. Anak belajar lewat benda nyata, bukan lembar kerja.
  • Pendek dan berulang. Satu projek cukup dua sampai empat minggu, dengan sesi singkat tiap hari.
  • Proses lebih penting dari hasil. Pot yang miring atau gambar yang belum rapi tidak masalah.
  • Melibatkan keluarga. Orang tua memperpanjang pengalaman anak di rumah.

Lima contoh projek profil PAUD

1. Kebun kecil di kelas

Tujuan: anak mengenal pertumbuhan tanaman, belajar merawat, dan bergiliran.

Kegiatan: menanam kacang hijau di gelas plastik bekas, menyiram bergiliran, mengamati dan menggambar perubahan setiap dua hari, lalu memanen kecambah untuk dimasak bersama.

Kebiasaan yang dilatih: tanggung jawab, kesabaran, peduli lingkungan.

2. Pasar mainan

Tujuan: anak mengenal jual beli, berhitung sederhana, dan berkomunikasi.

Kegiatan: membuat barang dagangan dari bahan bekas, membuat uang mainan, menata lapak, bermain peran sebagai penjual dan pembeli, mengundang kelas lain atau orang tua.

Kebiasaan yang dilatih: kerja sama, jujur, sopan santun.

3. Sampahku tanggung jawabku

Tujuan: anak memilah sampah dan menjaga kebersihan.

Kegiatan: jalan-jalan di sekitar sekolah memungut sampah, mengelompokkan sampah organik dan anorganik, membuat tempat sampah berwarna dari kardus, membuat karya kolase dari tutup botol.

Kebiasaan yang dilatih: peduli lingkungan, kemandirian.

4. Makanan daerahku

Tujuan: anak mengenal keragaman budaya lewat makanan.

Kegiatan: orang tua membawa makanan khas daerah asal keluarga, anak mencicipi dan menceritakan rasanya, membuat "buku resep bergambar" kelas, memasak satu makanan sederhana bersama.

Kebiasaan yang dilatih: menghargai perbedaan, rasa ingin tahu.

5. Aku sehat dan kuat

Tujuan: anak mengenal kebiasaan hidup sehat.

Kegiatan: senam pagi bersama, praktik cuci tangan pakai sabun, mengenal makanan bergizi dengan "piring warna-warni", menimbang dan mengukur tinggi badan.

Kebiasaan yang dilatih: menjaga kesehatan diri, disiplin.

Contoh alur tiga minggu: kebun kecil di kelas

Minggu Tahap Kegiatan inti
1 Mengenal Cerita bergambar tentang biji, jalan-jalan melihat tanaman di halaman, tanya jawab "dari mana tanaman berasal?"
1 Menyiapkan Mengumpulkan gelas bekas dari rumah, menghias gelas, menanam biji
2 Merawat Jadwal piket menyiram, mengamati dan menggambar perubahan, mengukur tinggi kecambah dengan stik es krim
2 Bereksperimen Satu gelas disimpan di tempat gelap, satu di tempat terang; anak menebak dan membandingkan
3 Memanen Memanen kecambah, mencuci, dan memasak sederhana bersama guru
3 Merayakan Pameran gambar pengamatan untuk orang tua, anak bercerita tentang tanamannya

Peran orang tua

  • Mengirim bahan bekas yang dibutuhkan.
  • Menanyakan kegiatan hari itu dengan pertanyaan terbuka: "Tanamanmu sudah setinggi apa?"
  • Melanjutkan di rumah, misalnya menanam cabai di pot.
  • Hadir di hari perayaan dan memberi apresiasi.

Kirim pemberitahuan singkat di awal projek berisi tujuan, jadwal, dan bahan yang perlu dibawa agar orang tua tidak bingung.

Mencatat perkembangan anak selama projek

Projek adalah kesempatan emas untuk asesmen autentik. Gunakan teknik asesmen PAUD yang biasa dipakai:

Teknik Contoh catatan
Catatan anekdot "Selasa, 14 Oktober. Nara mengingatkan temannya yang lupa menyiram, lalu menyiram bersama tanpa disuruh."
Hasil karya Foto gambar pengamatan kecambah hari ke-2, ke-4, dan ke-6
Ceklis Anak bergiliran menyiram sesuai jadwal: ya/belum
Foto berseri Anak menanam, merawat, memanen

Catatan seperti ini kemudian menjadi bahan laporan perkembangan anak kepada orang tua.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Projek terlalu besar. Pentas besar dengan kostum mahal membebani guru dan orang tua.
  • Guru yang mengerjakan. Karya terlalu rapi tanda anak tidak banyak terlibat.
  • Tidak ada dokumentasi proses. Hanya foto hasil akhir.
  • Tema jauh dari anak. Tema abstrak sulit dipahami anak usia empat tahun.
  • Semua anak harus sama. Biarkan anak berkontribusi sesuai minat dan kemampuannya.

Contoh pemberitahuan untuk orang tua

"Ayah dan Bunda, mulai Senin depan kelas TK B menjalankan projek Kebun Kecil di Kelas selama tiga minggu. Anak-anak akan menanam, merawat, dan memanen kecambah. Mohon bantuan membawakan satu gelas plastik bekas yang sudah dicuci. Di rumah, Ayah dan Bunda bisa bertanya, 'Tanamanmu hari ini bagaimana?' Terima kasih atas dukungannya."

Pemberitahuan singkat seperti ini membuat orang tua merasa dilibatkan dan memperpanjang pengalaman belajar anak di rumah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama sebaiknya satu projek profil PAUD?

Dua sampai empat minggu sudah cukup, dengan sesi singkat setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu.

Apakah projek harus berakhir dengan pentas?

Tidak harus. Pameran karya sederhana atau anak bercerita kepada orang tua sudah menjadi perayaan yang bermakna.

Bagaimana dengan perubahan P5 menjadi kokurikuler?

Permendikdasmen 13/2025 menggeser P5 menjadi kegiatan kokurikuler. Di PAUD, kegiatan berbasis projek tetap bisa dijalankan; sesuaikan istilah dokumen dengan panduan terbaru.

Apakah KB dan TK bisa memakai projek yang sama?

Bisa, dengan penyesuaian. Anak KB cukup diajak mengamati dan menyentuh, sedangkan anak TK B bisa diajak membandingkan dan bercerita.

Bagaimana menilai projek tanpa memberi angka?

Gunakan catatan anekdot, hasil karya, foto berseri, dan ceklis perkembangan, lalu tuliskan dalam bentuk narasi.

ASIS: Catatan Projek Langsung Jadi Laporan Perkembangan

Guru PAUD sering kewalahan bukan karena kegiatannya, tetapi karena dokumentasinya: foto tersimpan di HP pribadi, catatan anekdot di buku tulis, lalu semuanya disusun ulang menjelang laporan semester.

Fitur PAUD di ASIS menyediakan catatan tumbuh kembang anak yang tersimpan di profil masing-masing anak, sehingga catatan selama projek bisa langsung menjadi bahan laporan. Pengumuman projek dan permintaan bahan bekas bisa dikirim ke orang tua lewat notifikasi aplikasi gratis tanpa batas, dengan jam tenang.

ASIS gratis untuk semua sekolah termasuk TK, KB, dan RA, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.