Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh rubrik penilaian projek profil lulusan untuk 8 dimensi, empat level capaian, cara memakainya di kegiatan kokurikuler, dan contoh deskripsi rapor.
Rubrik penilaian projek profil adalah tabel yang menjabarkan seperti apa perilaku murid pada setiap level capaian untuk dimensi profil lulusan yang dinilai. Dengan rubrik, guru menilai berdasarkan bukti yang teramati, bukan kesan. Di bawah ini ada contoh rubrik untuk kedelapan dimensi profil lulusan dengan empat level capaian, cara memilih dimensi yang dinilai, cara mengumpulkan bukti, dan contoh deskripsi untuk rapor.
Konteks penting: sejak Permendikdasmen 13/2025 berlaku pada 15 Juli 2025, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) digantikan oleh kegiatan kokurikuler. Bentuknya bisa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain. Profil Pelajar Pancasila kini dikenal sebagai profil lulusan dengan delapan dimensi. Banyak sekolah tetap memakai format projek dalam kegiatan kokurikulernya, sehingga rubrik seperti ini masih sangat relevan.
Satu projek tidak perlu menilai kedelapan dimensi. Pilih dua sampai tiga dimensi yang paling sesuai dengan kegiatan. Projek pengelolaan sampah, misalnya, cocok untuk penalaran kritis, kolaborasi, dan kewargaan.
Contoh rubrik di bawah memakai empat level yang lazim dipakai sekolah:
| Level | Makna umum |
|---|---|
| Mulai berkembang (MB) | Murid melakukan perilaku tersebut bila diingatkan atau dibantu |
| Sedang berkembang (SB) | Murid mulai melakukan sendiri, tetapi belum konsisten |
| Berkembang sesuai harapan (BSH) | Murid melakukan secara mandiri dan konsisten |
| Sangat berkembang (SAB) | Murid melakukan secara konsisten dan membantu atau menginspirasi teman |
Sekolah boleh memakai istilah lain, asalkan deskripsinya jelas dan disepakati semua guru.
Contoh ini ditulis untuk jenjang SMP. Untuk SD, sederhanakan kalimatnya. Untuk SMA/SMK, tambahkan tuntutan seperti penggunaan sumber data dan argumentasi.
| MB | SB | BSH | SAB |
|---|---|---|---|
| Menjalankan kebiasaan baik dalam kelompok bila diingatkan | Mulai bersikap jujur dan bertanggung jawab tanpa diingatkan, tetapi belum konsisten | Konsisten jujur, menghargai teman, dan menjaga lingkungan selama projek | Konsisten bersikap baik dan mengajak teman melakukan hal yang sama |
| MB | SB | BSH | SAB |
|---|---|---|---|
| Mengenali masalah di lingkungan sekitar bila diberi contoh | Menjelaskan dampak masalah bagi warga sekitar | Mengusulkan dan ikut melaksanakan aksi nyata untuk lingkungan | Menggerakkan teman atau warga untuk ikut dalam aksi |
| MB | SB | BSH | SAB |
|---|---|---|---|
| Mengumpulkan informasi tanpa memilah | Memilah informasi yang relevan dengan bantuan | Membandingkan beberapa sumber dan menarik simpulan beralasan | Menguji simpulan sendiri dan mempertimbangkan pandangan lain |
| MB | SB | BSH | SAB |
|---|---|---|---|
| Meniru contoh yang diberikan | Memodifikasi contoh dengan sedikit ide baru | Menghasilkan gagasan atau karya orisinal yang sesuai tujuan | Menghasilkan beberapa alternatif dan memilih yang terbaik dengan alasan |
| MB | SB | BSH | SAB |
|---|---|---|---|
| Mengerjakan bagian sendiri bila diminta | Berbagi tugas tetapi jarang berdiskusi | Aktif berdiskusi, menyelesaikan tugas, dan menghargai pendapat | Membantu kelompok mengatasi konflik dan menjaga semua anggota terlibat |
| MB | SB | BSH | SAB |
|---|---|---|---|
| Menyelesaikan tugas bila terus diingatkan | Menyusun rencana kerja dengan bantuan | Mengatur waktu dan menyelesaikan tugas tepat waktu | Mengevaluasi cara kerja sendiri dan memperbaikinya |
| MB | SB | BSH | SAB |
|---|---|---|---|
| Mengikuti aturan keselamatan bila diingatkan | Mulai menjaga kebersihan dan keselamatan saat kegiatan | Konsisten menjaga kesehatan diri dan keselamatan kelompok | Mengingatkan teman dan mengusulkan cara kerja yang lebih aman |
| MB | SB | BSH | SAB |
|---|---|---|---|
| Menyampaikan hasil dengan membaca catatan | Menyampaikan hasil dengan cukup jelas tetapi kurang runtut | Menyampaikan hasil secara runtut dan menjawab pertanyaan | Menyesuaikan cara penyampaian dengan audiens dan menarik perhatian |
Murid perlu tahu apa yang dinilai sejak hari pertama projek. Bacakan rubrik dan beri contoh perilaku untuk setiap level. Rubrik yang dibagikan di awal juga menjadi alat refleksi diri murid.
Bukti bisa berupa catatan observasi guru, foto atau video kegiatan, jurnal refleksi murid, hasil karya, dan catatan presentasi. Jangan menilai hanya dari produk akhir. Kolaborasi dan kemandirian justru terlihat selama proses.
Minta murid menilai diri sendiri dan teman sekelompok dengan rubrik yang sama. Hasilnya tidak menggantikan penilaian guru, tetapi membantu melihat sisi yang tidak teramati. Lihat panduan penilaian diri dan antarteman untuk formatnya.
Bila bukti seorang murid tersebar di dua level, pilih level yang paling sering muncul di akhir projek, karena itu menggambarkan kemampuan terkini.
Deskripsi rapor sebaiknya menyebut kegiatan, dimensi, dan perilaku yang teramati. Contoh untuk murid fiktif:
Hindari deskripsi umum seperti "sudah baik" atau "perlu ditingkatkan" tanpa contoh perilaku.
Menilai semua dimensi dalam satu projek. Guru kewalahan, bukti tipis, dan nilai menjadi tebakan.
Rubrik terlalu umum. Kalimat seperti "baik sekali" tidak membantu guru maupun murid. Tulis perilaku yang bisa diamati.
Hanya menilai produk. Poster yang bagus bisa saja dikerjakan satu orang. Amati prosesnya.
Tidak ada kalibrasi antarguru. Bila beberapa guru menilai kelompok yang berbeda, sepakati contoh perilaku untuk setiap level sebelum menilai.
Masih relevan. Permendikdasmen 13/2025 mengganti P5 dengan kegiatan kokurikuler, tetapi banyak sekolah tetap memakai format projek di dalamnya, dan penilaian tetap merujuk pada dimensi profil lulusan.
Dua sampai tiga dimensi sudah cukup agar bukti yang dikumpulkan kuat dan penilaian bermakna.
Umumnya tidak. Hasil penilaian kokurikuler biasanya disampaikan dalam bentuk deskripsi. Ikuti ketentuan dan format rapor yang berlaku di sekolah.
Boleh, selama deskripsinya jelas, konsisten, dan dipahami guru, murid, serta orang tua.
Sepakati pembagian sejak awal, misalnya setiap guru menilai kelompok yang ia dampingi, dengan rubrik dan contoh perilaku yang sama.
Masalah penilaian projek jarang ada di rubriknya. Masalahnya ada di bukti yang tercecer: foto di ponsel, catatan observasi di buku, jurnal murid di map, lalu semuanya harus dirangkum dan diketik ulang menjadi deskripsi rapor di akhir semester.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Catatan perkembangan murid tersimpan di profil murid yang utuh dan bisa dirujuk saat mengisi e-Rapor Kurikulum Merdeka. Guru juga bisa memanfaatkan perangkat ajar Kurikulum Merdeka dan aktivitas di Studio untuk merancang kegiatan, sementara orang tua mendapat kabar lewat notifikasi aplikasi.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Sumber: detikEdu: Profil Pelajar Pancasila Kini Ganti Istilah Jadi Profil Lulusan
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.