WAWASAN ASIS

Sekolah Adiwiyata: Langkah Menuju Penghargaan Bertahap

Langkah menuju sekolah adiwiyata: membentuk tim, kajian lingkungan, program kelas dan kokurikuler, dokumentasi bukti, hingga persiapan penilaian bertingkat.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kesiswaan

Sekolah adiwiyata adalah sebutan bagi sekolah yang mendapat penghargaan dari pemerintah karena berhasil membangun perilaku peduli dan berbudaya lingkungan hidup di seluruh warganya. Penghargaannya bertingkat, mulai dari kabupaten/kota, provinsi, nasional, hingga mandiri. Namun yang dinilai bukan sekadar taman yang hijau atau tempat sampah warna-warni, melainkan kebiasaan yang benar-benar dijalankan murid, guru, dan tenaga kependidikan setiap hari.

Panduan ini membahas langkah bertahap menuju adiwiyata: membentuk tim, mengkaji kondisi lingkungan sekolah, menyusun program yang terhubung dengan pembelajaran, mengumpulkan bukti, dan menyiapkan penilaian. Contoh disesuaikan dengan kondisi sekolah di Indonesia yang beragam, dari sekolah kota berlahan sempit sampai sekolah desa yang dikelilingi kebun.

Catatan: ketentuan, komponen, dan jadwal penilaian Adiwiyata ditetapkan oleh kementerian yang membidangi lingkungan hidup dan dapat diperbarui. Rujuk petunjuk teknis terbaru dan dinas lingkungan hidup setempat.

Mengapa menjadi sekolah adiwiyata

Manfaatnya lebih dari plakat di dinding.

  • Pendidikan karakter yang nyata. Murid belajar tanggung jawab lewat kebiasaan, bukan ceramah.
  • Lingkungan belajar lebih sehat. Udara lebih sejuk, sampah berkurang, ruang hijau bertambah.
  • Terhubung dengan kurikulum. Program lingkungan bisa menjadi kegiatan kokurikuler, misalnya pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, sesuai Permendikdasmen 13/2025.
  • Jejaring. Sekolah berinteraksi dengan dinas lingkungan hidup, komunitas, dan sekolah lain.
  • Hemat biaya. Listrik dan air lebih terkendali, kompos menggantikan sebagian pupuk.

Langkah 1: Bentuk tim dan komitmen

Kepala Sekolah menetapkan tim adiwiyata dengan SK. Komposisi yang lazim:

  • Kepala Sekolah sebagai penanggung jawab.
  • Satu koordinator dari guru yang punya minat lingkungan.
  • Perwakilan guru mapel, misalnya IPA, IPS, dan Seni.
  • Perwakilan tenaga kependidikan, termasuk petugas kebersihan.
  • Perwakilan murid dari OSIS atau kader lingkungan.
  • Perwakilan komite sekolah atau orang tua.

Komitmen dituangkan dalam kebijakan sekolah, misalnya visi dan misi yang memuat kepedulian lingkungan dan aturan seperti larangan styrofoam di kantin.

Langkah 2: Kaji kondisi lingkungan sekolah

Sebelum membuat program, lihat dulu masalah nyata di sekolah. Ajak murid melakukan kajian sederhana selama satu sampai dua minggu.

Aspek Pertanyaan kajian Contoh temuan
Sampah Berapa banyak sampah per hari? Jenis apa yang paling banyak? Kantong plastik dan gelas minuman dari kantin
Air Adakah keran bocor? Ke mana air bekas wudu mengalir? Tiga keran bocor, air wudu terbuang ke selokan
Energi Kapan lampu dan kipas menyala tanpa dipakai? Lampu kelas menyala saat istirahat
Ruang hijau Berapa luas lahan yang bisa ditanami? Lahan sempit, bisa memakai pot vertikal
Kantin Adakah kemasan sekali pakai? Banyak minuman bergelas plastik
Kebersihan Bagaimana kondisi kamar mandi dan selokan? Selokan tersumbat saat hujan

Hasil kajian menjadi dasar program, sehingga program tidak sekadar meniru sekolah lain.

Langkah 3: Susun program yang terhubung dengan pembelajaran

Program terbaik menyelesaikan masalah hasil kajian sekaligus menjadi bahan belajar.

Di kelas

  • IPA: mengukur volume sampah dan menghitung potensi kompos.
  • Matematika: membuat grafik penggunaan listrik bulanan.
  • Bahasa Indonesia: menulis poster dan teks persuasif hemat air.
  • Seni: membuat karya dari bahan bekas.

Kegiatan kokurikuler

Program lingkungan cocok dijadikan kegiatan kokurikuler. Contoh untuk SMP: proyek "Kantin Tanpa Plastik" selama enam minggu yang melibatkan IPA (dampak plastik), IPS (wawancara pedagang), Matematika (data penjualan), dan Bahasa Indonesia (kampanye).

Pembiasaan harian

  • Piket kelas termasuk memilah sampah.
  • Membawa botol minum dan wadah makan sendiri.
  • Mematikan lampu dan kipas saat kelas kosong.
  • Jumat bersih atau gerakan menanam per kelas.

Sarana pendukung

Tempat sampah terpilah, lubang biopori, komposter, bank sampah, kebun sekolah, atau tanaman dalam pot di sekolah berlahan sempit. Sarana tidak harus mahal. Komposter dari ember bekas sama berfungsinya dengan produk jadi.

Langkah 4: Libatkan warga di luar sekolah

Penilaian adiwiyata juga melihat dampak ke lingkungan sekitar. Contoh kegiatan:

  • Bank sampah yang menerima setoran dari keluarga murid.
  • Kerja bakti bersama warga sekitar sekolah.
  • Murid menjadi kader lingkungan yang mengajak sekolah dasar terdekat.
  • Kerja sama dengan dinas lingkungan hidup, puskesmas, atau komunitas peduli sampah.

Langkah 5: Dokumentasikan bukti

Banyak sekolah sebenarnya sudah melakukan kegiatan baik, tetapi gagal saat penilaian karena buktinya tidak tersusun. Siapkan sejak awal:

  • SK tim dan kebijakan lingkungan sekolah.
  • Hasil kajian lingkungan.
  • Program dan jadwal kegiatan.
  • Modul ajar atau rencana kegiatan yang memuat materi lingkungan.
  • Foto sebelum dan sesudah, dengan tanggal.
  • Catatan bank sampah, volume kompos, atau penghematan listrik.
  • Daftar hadir kegiatan dan surat kerja sama dengan mitra.

Langkah 6: Persiapan penilaian bertingkat

Umumnya sekolah mengajukan diri atau diusulkan untuk penilaian tingkat kabupaten/kota lebih dulu, lalu naik ke tingkat berikutnya pada periode berikutnya. Sekolah yang sudah mencapai tingkat tinggi biasanya diharapkan membina sekolah lain. Ikuti jadwal dan formulir dari dinas lingkungan hidup setempat.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Fokus pada tampilan saat visitasi. Taman dipercantik seminggu sebelum penilaian, lalu terbengkalai.
  2. Program hanya dijalankan tim. Murid dan guru lain tidak merasa terlibat.
  3. Tidak ada data. Klaim "sampah berkurang" tanpa angka.
  4. Meniru sekolah lain tanpa kajian. Program tidak menyelesaikan masalah sendiri.
  5. Berhenti setelah dapat penghargaan. Kebiasaan luntur dalam setahun.

Daftar cek awal

  • SK tim adiwiyata ditetapkan.
  • Kajian lingkungan selesai dan didokumentasikan.
  • Minimal tiga program menjawab hasil kajian.
  • Materi lingkungan masuk ke modul ajar beberapa mapel.
  • Satu kegiatan kokurikuler bertema lingkungan direncanakan.
  • Bukti kegiatan disimpan rapi per bulan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah sekolah adiwiyata harus punya lahan luas?

Tidak. Sekolah berlahan sempit bisa memakai tanaman pot, kebun vertikal, dan fokus pada pengelolaan sampah serta penghematan energi.

Berapa lama sekolah bisa meraih penghargaan tingkat kabupaten?

Tergantung kesiapan. Sekolah yang sudah punya kebiasaan baik dan bukti rapi bisa siap dalam satu tahun ajaran. Yang baru mulai biasanya butuh lebih lama.

Apakah program adiwiyata bisa menjadi kegiatan kokurikuler?

Bisa. Program lingkungan cocok untuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, salah satu bentuk kegiatan kokurikuler menurut Permendikdasmen 13/2025.

Siapa yang menilai sekolah adiwiyata?

Penilaian dilakukan oleh tim dari pemerintah daerah atau pusat sesuai tingkatannya, di bawah koordinasi instansi lingkungan hidup. Rujuk dinas setempat untuk jadwal dan formulir.

Apakah madrasah dan pesantren bisa ikut?

Bisa. Banyak madrasah mengaitkan program lingkungan dengan nilai cinta lingkungan dalam Panca Cinta pada Kurikulum Berbasis Cinta.

ASIS: Bukti Kegiatan Tersimpan, Kebiasaan Tercatat

Akar masalah banyak calon sekolah adiwiyata bukan kurangnya kegiatan, melainkan bukti yang tercecer. Foto ada di ponsel guru yang berbeda-beda, daftar hadir hilang, dan data bank sampah ditulis di buku yang rusak terkena air.

ASIS membantu sekolah menyusun perangkat ajar dan kegiatan kokurikuler bertema lingkungan, mencatat kegiatan ekstrakurikuler dan organisasi murid seperti kader lingkungan, serta menyimpan dokumentasi kegiatan di satu tempat. Situs sekolah dengan subdomain gratis bisa menampilkan kabar program lingkungan kepada orang tua dan masyarakat, dan modul sarana prasarana mencatat komposter, tempat sampah terpilah, dan aset lain.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai langkah pertama di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.