Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Server sekolah lokal atau cloud? Panduan teknis operator: VPS, server Windows, replikasi, backup, UPS, keamanan, dan ilustrasi biaya tiga tahun.
Pertanyaan server sekolah lokal atau cloud biasanya sampai ke meja operator dalam bentuk sederhana: "Kita beli server sendiri, sewa VPS, atau pakai aplikasi online saja?" Jawaban teknisnya bergantung pada empat hal: kestabilan listrik dan internet, kemampuan merawat sistem, kebutuhan akses dari luar sekolah, dan total biaya selama beberapa tahun. Panduan ini membahas ketiga arsitektur yang umum dipakai sekolah, lalu menghitung ilustrasi biaya tiga tahun agar keputusan tidak hanya berdasar harga awal.
Artikel ini sudut teknis untuk operator. Untuk pertimbangan kebijakan bagi kepala sekolah, baca "Aplikasi Sekolah Offline vs Online: Mana yang Cocok?".
Aplikasi dipasang di satu komputer yang berfungsi sebagai server, lalu diakses dari komputer lain lewat jaringan lokal (LAN atau Wi-Fi). Kelebihannya, pekerjaan tetap jalan saat internet putus. Kekurangannya, server ikut mati saat listrik padam, dan akses dari rumah butuh pengaturan tambahan seperti IP publik atau tunneling.
Aplikasi dipasang di server sewaan di pusat data. Bisa diakses dari mana saja, listrik dan pendingin diurus penyedia. Namun operator tetap bertanggung jawab atas sistem operasi, pembaruan keamanan, sertifikat SSL, dan cadangan. VPS bukan "cloud tanpa urusan"; ia server yang lokasinya saja yang pindah.
Server lokal melayani pekerjaan harian, lalu datanya direplikasi ke VPS agar bisa diakses dari luar. Model ini menggabungkan kelebihan keduanya, tetapi juga menggabungkan pekerjaannya. Operator perlu memantau dua server dan memastikan replikasi tidak macet atau bentrok.
Sebagai pembanding: aplikasi dijalankan penuh oleh penyedia. Sekolah tidak memegang server sama sekali. Tugas operator tinggal mengelola pengguna dan data.
| Komponen | Server lokal | VPS | Hibrida | Aplikasi cloud |
|---|---|---|---|---|
| Listrik dan UPS | Sekolah | Penyedia | Sekolah dan penyedia | Penyedia |
| Sistem operasi dan patch | Operator | Operator | Operator (dua sistem) | Penyedia |
| Pembaruan aplikasi | Operator | Operator | Operator | Otomatis |
| Backup | Operator | Operator | Operator | Penyedia, plus ekspor oleh sekolah |
| Jalan saat internet putus | Ya (di LAN) | Tidak | Sebagian | Tidak |
| Akses dari rumah | Perlu pengaturan | Ya | Ya | Ya |
Server lokal yang mati mendadak berisiko merusak basis data. Minimal sediakan UPS yang cukup untuk mematikan server dengan aman, lalu atur agar server mati otomatis saat baterai menipis. Baterai UPS umumnya perlu diganti setelah beberapa tahun, jadi masukkan ke anggaran.
Bila listrik di sekolah sering padam lebih lama dari kapasitas UPS, server lokal hanya tahan sebentar. Pada kondisi ini, keunggulan "jalan saat internet putus" ikut berkurang.
Pola yang banyak dianjurkan praktisi IT: simpan 3 salinan data, di 2 jenis media berbeda, dengan 1 salinan di luar lokasi sekolah.
Panduan lebih rinci ada di artikel "Backup Data Sekolah: Cara Mencadangkan secara Rutin".
Server sekolah menyimpan data pribadi murid, dan UU 27/2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menggolongkan data anak sebagai data pribadi spesifik. Langkah dasar untuk server lokal maupun VPS:
Pada aplikasi cloud, enam hal ini sebagian besar diurus penyedia. Tugas operator tinggal poin keenam: membagi peran dengan benar.
Angka di bawah ini ilustrasi, bukan harga pasti. Harga perangkat, sewa VPS, dan tarif listrik berbeda di tiap daerah. Gunakan tabel ini sebagai kerangka, lalu isi dengan penawaran nyata.
| Pos biaya (ilustrasi, 3 tahun) | Server lokal | Hibrida lokal + VPS |
|---|---|---|
| Komputer server | Rp12.000.000 | Rp12.000.000 |
| UPS dan satu kali ganti baterai | Rp3.300.000 | Rp3.300.000 |
| Lisensi sistem operasi (bila perlu) | Rp3.000.000 | Rp3.000.000 |
| Listrik server menyala 24 jam | Rp5.700.000 | Rp5.700.000 |
| Hard disk cadangan | Rp1.500.000 | Rp1.500.000 |
| Sewa VPS (Rp150.000/bulan) | - | Rp5.400.000 |
| Perawatan atau teknisi panggilan | Rp4.500.000 | Rp4.500.000 |
| Total ilustrasi | Rp30.000.000 | Rp35.400.000 |
Tabel itu belum menghitung waktu operator. Bila operator menghabiskan beberapa jam setiap bulan untuk patch, backup, dan pembaruan, itu waktu yang tidak dipakai untuk mengurus data murid.
Sebagai pembanding, aplikasi cloud yang dihitung per lembaga bisa jauh lebih ringan. Paket ASIS misalnya Rp0 sampai Rp1 juta per tahun per lembaga, sehingga selama tiga tahun berkisar Rp0 sampai Rp3 juta, ditambah internet yang umumnya sudah dimiliki sekolah.
Pilih server lokal bila internet sangat tidak stabil, ada operator yang paham server, dan ada kebutuhan perangkat keras di jaringan sekolah seperti lab komputer. Pilih cloud bila internet cukup stabil, operator merangkap tugas lain, dan guru serta wali murid perlu akses dari luar.
Tidak sepenuhnya. VPS adalah server sewaan yang tetap harus dirawat operator. Aplikasi cloud (SaaS) dirawat penuh oleh penyedia.
Cukup untuk mematikan server dengan aman, biasanya beberapa menit sampai belasan menit. Sesuaikan dengan daya server dan rekomendasi teknisi.
Idealnya otomatis setiap hari, dengan satu salinan di luar sekolah. Uji pemulihan secara berkala.
Dalam ilustrasi tiga tahun, server lokal bisa mencapai puluhan juta rupiah termasuk listrik dan perawatan. Aplikasi cloud per lembaga biasanya lebih ringan, tetapi butuh internet yang memadai.
Tidak. ASIS berbasis cloud dan tidak perlu instalasi. Ujian di HP bisa dikerjakan murid secara luring, sedangkan fitur lain membutuhkan internet.
Akar masalah operator di banyak sekolah adalah pekerjaan ganda: merawat server sekaligus mengelola data. Patch tertunda, backup terlupa, dan pembaruan aplikasi menumpuk menjelang masa rapor.
ASIS berjalan di cloud sehingga listrik server, patch, backup, dan pembaruan diurus tim ASIS. Operator cukup mengimpor file ekspor Dapodik atau EMIS, membagi 45 peran pengguna sesuai tugas, dan data itu langsung dipakai presensi, e-Rapor, tagihan, dan pengumuman. Kami jujur bahwa ujian di HP bisa dikerjakan murid secara luring (mode luring khusus ujian), sedangkan fitur lain butuh internet, jadi pertimbangkan kondisi koneksi sekolah lebih dulu.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.