WAWASAN ASIS

SIAKAD Sekolah Tinggi: Kebutuhan, Kriteria, dan Daftar Cek

Panduan memilih SIAKAD sekolah tinggi: kebutuhan khas kampus kecil, kriteria penting, pelaporan Neo Feeder PDDikti, tahapan penerapan, dan daftar cek pimpinan.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui ASIS Kampus

SIAKAD sekolah tinggi adalah sistem informasi akademik yang dirancang untuk perguruan tinggi dengan satu rumpun keilmuan, seperti sekolah tinggi ilmu kesehatan, ekonomi, keguruan, teknologi, atau agama Islam. Sekolah tinggi umumnya memiliki beberapa program studi, jumlah mahasiswa ratusan hingga beberapa ribu, dan staf akademik yang ramping. Karena itu, SIAKAD yang cocok bukan yang paling banyak menu, melainkan yang mudah dipakai, siap mendukung pelaporan ke PDDikti melalui Neo Feeder, dan biayanya terencana. Artikel ini membahas kebutuhan khas sekolah tinggi, kriteria memilih SIAKAD sekolah tinggi, tahapan penerapan, dan daftar cek untuk pimpinan.

Kebutuhan khas sekolah tinggi

Dibanding universitas besar, sekolah tinggi punya karakter berbeda:

  • Staf sedikit, peran banyak. Satu orang bisa menjadi staf akademik, operator PDDikti, sekaligus pengelola situs.
  • Program studi sedikit tetapi spesifik. Misalnya sekolah tinggi kesehatan dengan program keperawatan dan kebidanan yang punya praktik klinik.
  • Anggaran terbatas. Biaya sistem yang dihitung per mahasiswa terasa berat, apalagi saat jumlah mahasiswa naik turun.
  • Tidak punya tim TI khusus. Memasang dan merawat server sendiri sering menjadi beban.
  • Tuntutan pelaporan sama dengan kampus besar. Pelaporan PDDikti dan akreditasi tetap wajib dipenuhi.

Kebutuhan ini membuat sekolah tinggi perlu sistem yang ringkas namun lengkap untuk kebutuhan inti.

Proses akademik inti yang perlu didukung

Proses Pelaku Hasil
Penerimaan mahasiswa baru Panitia penerimaan, akademik Data mahasiswa baru
Kurikulum dan mata kuliah Program studi Kurikulum aktif
Penjadwalan kelas Program studi Jadwal kuliah dan dosen pengajar
Rencana studi Mahasiswa, dosen wali KRS
Perkuliahan dan presensi Dosen Catatan pertemuan
Penilaian Dosen Nilai dan KHS
Keuangan mahasiswa Bagian keuangan Tagihan dan status pembayaran
Tugas akhir dan kelulusan Program studi, akademik Data lulusan
Pelaporan PDDikti Operator Data terkirim ke Neo Feeder

Ini gambaran proses yang umum di perguruan tinggi. Saat menilai SIAKAD sekolah tinggi, periksa satu per satu apakah sistem yang ditawarkan mendukung proses yang memang dijalankan kampus Bapak/Ibu.

Kriteria memilih SIAKAD sekolah tinggi

Mudah dipakai oleh staf non-TI

Antarmuka harus jelas, istilahnya akrab bagi staf akademik, dan pekerjaan rutin seperti membuka kelas atau memeriksa KRS bisa dilakukan tanpa pelatihan panjang.

Mendukung pelaporan Neo Feeder

Pelaporan PDDikti adalah pekerjaan wajib setiap semester. SIAKAD yang terhubung ke Neo Feeder mengurangi pengetikan ulang dan galat.

Tanpa beban server sendiri

Sistem berbasis awan yang dikelola penyedia membebaskan kampus dari urusan perangkat keras, pencadangan, dan keamanan server.

Peran pengguna yang jelas

Dosen, dosen wali, kaprodi, staf akademik, keuangan, dan mahasiswa melihat menu sesuai perannya. Satu orang bisa memegang beberapa peran, yang sangat umum di sekolah tinggi.

Akses mahasiswa dan dosen dari HP

Mahasiswa melihat jadwal dan nilai, dosen mengisi nilai, dari HP maupun laptop.

Biaya per lembaga

Biaya tetap per tahun lebih mudah dianggarkan daripada biaya per mahasiswa yang berubah setiap semester.

Dukungan saat musim sibuk

Masa KRS, akhir semester, dan batas pelaporan adalah saat sistem paling dibutuhkan. Pastikan penyedia menyediakan dukungan yang cepat.

Data aman dan tidak dijual

Data mahasiswa dan dosen harus dilindungi, tanpa iklan dan tanpa dimanfaatkan pihak lain.

Tahapan penerapan yang realistis

Contoh untuk sekolah tinggi dengan tiga program studi dan sekitar 900 mahasiswa:

  1. Bulan 1: persiapan. Pimpinan menunjuk tim kecil: wakil ketua bidang akademik, satu staf akademik, operator PDDikti, dan satu kaprodi. Tim memetakan proses yang berjalan dan data yang tersedia.
  2. Bulan 2: data dasar. Program studi, kurikulum, mata kuliah, dosen, dan mahasiswa aktif dimasukkan. Data dipadankan dengan data di PDDikti untuk mencegah data ganda.
  3. Bulan 3: uji coba. Satu program studi mencoba alur KRS dan penilaian satu semester pendek atau semester berjalan.
  4. Semester berikutnya: penerapan penuh. Semua program studi memakai sistem. Pelaporan PDDikti dilakukan dari SIAKAD.
  5. Evaluasi: setelah satu semester, tim meninjau kendala dan menyesuaikan pengaturan.

Kunci keberhasilan adalah memulai dari data yang bersih. Waktu yang dihabiskan untuk merapikan data di awal akan terbayar saat pelaporan.

Sebagai contoh, sebuah sekolah tinggi ilmu kesehatan menemukan bahwa puluhan mahasiswa angkatan lama tercatat dengan ejaan nama berbeda antara arsip akademik dan PDDikti. Tim menyelesaikan pemadanan selama tiga minggu sebelum sinkronisasi pertama. Hasilnya, pelaporan semester berikutnya berjalan dengan galat yang jauh lebih sedikit, dan operator tidak lagi lembur menjelang batas waktu.

Kesalahan yang sering terjadi

Memilih karena daftar fitur terpanjang. Fitur yang tidak dipakai hanya membingungkan staf.

Tidak memadankan data dengan PDDikti. Akibatnya data ganda dan galat berulang.

Bergantung pada satu staf. Bila staf itu pindah, pengetahuan hilang. Dokumentasikan alur dan latih minimal dua orang.

Mengabaikan dosen. Bila dosen enggan mengisi nilai di sistem, pelaporan tetap terhambat. Libatkan dosen sejak uji coba.

Tidak menghitung biaya jangka panjang. Hitung biaya tiga tahun, termasuk pertumbuhan mahasiswa.

Daftar cek SIAKAD sekolah tinggi

Pertanyaan Ya/Tidak
Proses akademik inti kampus terdukung?
Terhubung ke Neo Feeder PDDikti?
Tidak perlu server sendiri?
Peran pengguna jelas dan bisa dirangkap?
Mahasiswa dan dosen bisa akses dari HP?
Biaya per lembaga dan terencana?
Ada dukungan saat musim sibuk?
Data aman, tanpa iklan, tidak dijual?

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya SIAKAD sekolah tinggi dengan SIAKAD universitas?

Prinsipnya sama, tetapi sekolah tinggi umumnya butuh sistem yang lebih ringkas, mudah dikelola staf sedikit, dan biaya yang lebih terjangkau.

Apakah sekolah tinggi wajib memakai SIAKAD?

Yang wajib adalah pelaporan data ke PDDikti. SIAKAD membantu agar data akademik tercatat rapi dan pelaporan lebih mudah.

Berapa lama penerapan SIAKAD?

Tergantung kesiapan data. Dengan data yang rapi, banyak kampus bisa menerapkan bertahap dalam satu semester.

Bisakah data lama dipindahkan ke SIAKAD baru?

Umumnya bisa melalui impor dan pemadanan data. Rencanakan dengan teliti dan periksa hasilnya bersama operator PDDikti.

Apakah perlu tim TI sendiri?

Tidak harus bila memakai sistem berbasis awan yang dikelola penyedia. Kampus cukup menyiapkan admin yang memahami proses akademik.

ASIS: Sistem Akademik Ringkas untuk Sekolah Tinggi

Akar masalah sekolah tinggi adalah tuntutan administrasi sebesar kampus besar yang harus dipikul staf yang sedikit, ditambah sistem yang dihitung per mahasiswa atau harus dipasang di server sendiri.

ASIS Kampus menghadirkan sistem akademik kampus yang terhubung ke Neo Feeder PDDikti, dengan prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Koneksi Neo Feeder tersedia mulai paket ASIS Max (Rp1 juta per tahun per lembaga), dan ASIS Kampus lengkap tersedia di paket ASIS Ultra dengan menghubungi tim. Biaya dihitung per lembaga, setiap peran hanya melihat menu dan data yang ia perlukan, dan satu orang bisa memegang beberapa peran dalam satu akun.

Silakan minta demo ASIS Kampus melalui asis.id. Untuk sekolah di bawah yayasan yang sama, ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.