Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Sistem informasi akademik untuk sekolah, madrasah, dan lembaga pendidikan: komponen utama, manfaat bagi tiap peran, beda dengan siakad kampus, dan cara memilih.
Sistem informasi akademik adalah sistem yang mengelola seluruh data kegiatan belajar di sebuah lembaga pendidikan: data peserta didik dan pendidik, kurikulum, jadwal, presensi, penilaian, rapor atau transkrip, dan arsip. Di kampus, istilah ini sering disingkat siakad. Di sekolah dan madrasah, fungsinya sama, hanya bentuk datanya berbeda: rombel menggantikan kelas paralel, rapor menggantikan KHS, dan Dapodik atau EMIS menggantikan PDDikti. Artikel ini menguraikan komponen sistem informasi akademik, manfaatnya bagi setiap peran, dan hal yang perlu diperhatikan saat memilihnya.
Sistem yang lengkap memiliki enam komponen yang saling bergantung.
Data peserta didik, pendidik, mata pelajaran, dan ruang. Ini fondasi seluruh sistem. Di sekolah, data awal biasanya diambil dari file ekspor Dapodik atau EMIS yang sudah dimiliki.
Daftar mapel per jenjang dan fase, alokasi jam, serta capaian pembelajaran. Komponen ini harus mengikuti struktur kurikulum yang berlaku. Untuk madrasah, struktur kurikulum mengacu pada KMA 450/2024 yang diubah KMA 1503/2025.
Pembagian peserta didik ke rombel, penugasan guru, dan jadwal pelajaran tanpa bentrok.
Presensi, jurnal mengajar, tugas, dan asesmen formatif. Komponen ini terisi setiap hari dan menjadi sumber data terbesar.
Nilai sumatif, deskripsi capaian, catatan wali kelas, dan rapor. Pada lembaga yang menyelenggarakan ujian berbasis komputer, komponen ini juga mencakup bank soal dan CBT.
Buku induk, transkrip, leger, rekap kehadiran, dan laporan untuk pimpinan atau dinas.
| Komponen | Memakai data dari | Menghasilkan data untuk |
|---|---|---|
| Data induk | File ekspor Dapodik/EMIS | Semua komponen |
| Kurikulum | Ketentuan pemerintah | Jadwal, penilaian |
| Rombel dan jadwal | Data induk, kurikulum | Presensi, jurnal |
| Pembelajaran | Rombel, jadwal | Penilaian, laporan |
| Penilaian | Pembelajaran | Rapor, arsip |
| Arsip dan laporan | Semua komponen | Pimpinan, orang tua, dinas |
Bila satu komponen dikelola terpisah, misalnya rapor di aplikasi lain, data harus dipindahkan manual dan risiko salah meningkat.
Kepala Sekolah atau kepala madrasah melihat keterlaksanaan pembelajaran, kehadiran, dan capaian akademik tanpa menunggu laporan. Keputusan seperti program remedial atau penambahan jam bisa diambil berdasarkan data.
Data induk dikelola di satu tempat. Mutasi peserta didik, perubahan rombel, dan penerbitan surat keterangan menjadi lebih cepat dan konsisten.
Presensi, jurnal, dan nilai diisi sekali dan langsung terpakai di rapor. Guru tidak perlu menyimpan nilai di berkas pribadi yang rawan hilang.
Rekap kehadiran, nilai dari semua guru mapel, dan catatan perkembangan tersedia untuk menyusun rapor dan berkomunikasi dengan orang tua.
Jadwal, tugas, nilai, dan kehadiran bisa dipantau. Orang tua tidak lagi baru tahu kondisi anak saat rapor dibagikan.
| Aspek | Sekolah | Madrasah | Kampus |
|---|---|---|---|
| Satuan kelas | Rombel tetap | Rombel tetap | Kelas per mata kuliah |
| Pelaporan resmi | Dapodik | EMIS | PDDikti lewat Neo Feeder |
| Hasil belajar | Rapor | Rapor (sebagian memakai RDM) | KHS dan transkrip |
| Mapel khas | Sesuai jenjang | Mapel PAI dan Bahasa Arab | Sesuai prodi |
Untuk konteks kampus, pembahasannya ada di artikel "Sistem Informasi Akademik Kampus dari PMB sampai Wisuda". Artikel ini berfokus pada sekolah, madrasah, dan lembaga pendidikan nonformal.
Sebuah MA swasta di Lamongan dengan 9 rombel sebelumnya memakai Excel untuk nilai dan RDM untuk rapor. Setiap akhir semester, guru menyerahkan berkas nilai, lalu operator memasukkannya satu per satu.
Setelah memakai sistem akademik terpadu, guru mengisi nilai langsung dari ponsel setelah asesmen. Wali kelas melihat kelengkapan nilai setiap mapel, dan operator hanya memeriksa, bukan mengetik. Madrasah tetap menjalankan RDM sesuai ketentuan Kemenag.
Memulai dari rapor. Sekolah langsung mengejar rapor digital, padahal data induk dan rombel belum rapi. Hasilnya, rapor tetap harus diperbaiki manual.
Tidak ada tenggat pengisian. Guru mengisi nilai di minggu terakhir. Tetapkan tenggat bertahap, misalnya nilai sumatif lingkup materi diisi paling lambat seminggu setelah asesmen.
Akses terlalu longgar. Semua guru diberi akses admin agar "tidak repot". Akibatnya, data bisa berubah tanpa jejak yang jelas.
Orang tua tidak dilibatkan. Manfaat terbesar bagi orang tua adalah memantau kehadiran dan nilai anaknya. Ajak mereka masuk sejak awal tahun.
Aplikasi rapor hanya mengurus tahap akhir. Sistem akademik mencakup data induk, jadwal, presensi, penilaian, rapor, dan arsip.
Ya. Sekolah kecil dengan tenaga terbatas paling diuntungkan karena data tidak perlu diketik berulang.
Tidak harus terhubung langsung. Yang penting data awal bisa diambil dari file ekspor Dapodik atau EMIS, sementara pelaporan resmi tetap dilakukan di aplikasi pemerintah.
Operator secara teknis, Wakasek Kurikulum secara kebijakan. Guru dan wali kelas mengisi data sesuai perannya.
Bisa. PKBM, LKP, dan bimbel memiliki kebutuhan akademik serupa: data peserta, jadwal, presensi, dan penilaian.
Akar masalah pengelolaan akademik adalah komponen yang terpisah-pisah: data induk di satu tempat, nilai di Excel, rapor di aplikasi lain. Setiap pemisahan berarti pemindahan data manual dan peluang salah.
ASIS menyediakan semua komponen dalam satu platform dengan prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Data awal diimpor dari file ekspor Dapodik atau EMIS, lalu dipakai oleh generator jadwal tanpa bentrok, presensi per mapel, jurnal mengajar, tugas online, bank soal dan CBT, hingga e-Rapor Kurikulum Merdeka. Madrasah yang memakai RDM dapat memilih hosting RDM di paket ASIS Pro. Untuk perguruan tinggi, tersedia ASIS Kampus yang terhubung ke Neo Feeder PDDikti mulai paket Max.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.