WAWASAN ASIS

SKP Guru: Cara Menyusun dan Mengunggah Bukti Dukung

Panduan SKP guru: menyusun rencana hasil kerja, memilih bukti dukung yang kuat, mengunggahnya, dan menghindari kesalahan saat penilaian kinerja.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Panduan

SKP guru (Sasaran Kinerja Pegawai) adalah kesepakatan tertulis antara guru dan atasannya, biasanya Kepala Sekolah, tentang hasil kerja yang akan dicapai dalam satu periode penilaian. Cara termudah menyusunnya: mulai dari tugas mengajar yang memang Bapak/Ibu kerjakan setiap hari, rumuskan hasil yang bisa diukur, lalu kumpulkan bukti dukung sejak minggu pertama, bukan menjelang tenggat. Artikel ini membahas alurnya, contoh rumusan, jenis bukti yang kuat, dan kesalahan yang sering membuat nilai kinerja tertahan.

Dasar aturan dan siklusnya

Pengelolaan kinerja ASN, termasuk guru ASN, mengacu pada Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai ASN. Aturan ini memandang kinerja sebagai siklus, bukan formulir sekali isi.

Tahap Apa yang dilakukan guru Peran Kepala Sekolah
Perencanaan Menyusun rencana hasil kerja dan indikator Menyepakati dan menandatangani
Pelaksanaan Mengajar, mencatat, mengumpulkan bukti Memantau
Pembinaan Menerima umpan balik, memperbaiki praktik Memberi bimbingan, misalnya lewat observasi
Penilaian Melengkapi bukti dukung Menetapkan predikat
Tindak lanjut Menyusun rencana pengembangan Merekomendasikan pengembangan kompetensi

Untuk guru di lingkungan Kemendikdasmen, pengelolaan kinerja dijalankan melalui platform resmi kementerian, yang kini bernama Ruang GTK. Nama menu dan urutan langkah di platform bisa berubah setiap tahun, jadi selalu rujuk panduan terbaru yang diterbitkan kementerian atau dinas. Guru madrasah mengikuti sistem yang ditetapkan Kementerian Agama.

Dua hal yang dinilai

Penilaian SKP guru melihat dua sisi. Pertama, hasil kerja: apakah rencana yang disepakati tercapai. Kedua, perilaku kerja yang mengacu pada nilai dasar ASN BerAKHLAK (berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, kolaboratif). Keduanya digabung menjadi predikat kinerja: Sangat Baik, Baik, Butuh Perbaikan, Kurang, atau Sangat Kurang.

Langkah menyusun SKP guru

1. Mulai dari tugas pokok, bukan dari templat

Banyak guru menyalin SKP rekan atau templat dari internet. Hasilnya, rencana tidak cocok dengan kelas yang diajar dan bukti dukung sulit dicari. Lebih baik tulis dulu daftar pekerjaan nyata: kelas yang diampu, jumlah jam, tugas tambahan (wali kelas, pembina ekstrakurikuler, koordinator), dan target sekolah tahun ini.

2. Kaitkan dengan target sekolah

Kinerja guru sebaiknya mendukung prioritas sekolah, misalnya peningkatan kemampuan literasi di Rapor Pendidikan atau penurunan angka ketidakhadiran murid. Tanyakan kepada Kepala Sekolah apa fokus tahun ini sebelum menulis rencana.

3. Rumuskan hasil yang bisa diukur

Rencana hasil kerja yang baik menjawab tiga pertanyaan: apa hasilnya, untuk siapa, dan bagaimana mengukurnya.

Rumusan lemah Rumusan lebih kuat
Melaksanakan pembelajaran Terlaksananya pembelajaran berdiferensiasi di 4 rombel kelas 8 dengan asesmen awal di setiap bab
Membuat soal Tersusunnya bank soal 120 butir untuk Matematika kelas 8 yang sudah ditelaah sejawat
Menjadi wali kelas Terdokumentasinya komunikasi bulanan dengan wali murid kelas 8B dan tindak lanjut murid yang sering absen

4. Pilih indikator yang realistis

Indikator boleh berupa jumlah (berapa modul ajar), mutu (sudah ditelaah atau belum), atau waktu (selesai sebelum awal semester). Hindari indikator yang di luar kendali guru, misalnya "seluruh murid tuntas 100 persen". Lebih aman: "rencana tindak lanjut tersusun untuk setiap murid yang belum tuntas".

5. Sepakati dengan Kepala Sekolah

SKP guru bukan dokumen sepihak. Diskusikan rencana dengan Kepala Sekolah, sesuaikan bila perlu, lalu tetapkan di platform sesuai tenggat yang diumumkan.

Bukti dukung: apa yang kuat dan apa yang lemah

Bukti dukung adalah dokumen yang menunjukkan rencana benar-benar dikerjakan. Penilai tidak butuh tumpukan berkas, tetapi bukti yang relevan dan mudah diperiksa.

Bukti yang biasanya kuat

  • Modul ajar atau rencana pembelajaran yang benar-benar dipakai, lengkap dengan catatan revisi.
  • Hasil asesmen awal dan asesmen akhir yang menunjukkan perubahan.
  • Contoh hasil karya murid (nama disamarkan bila diunggah keluar sekolah).
  • Catatan refleksi setelah observasi kelas dan perbaikan yang dilakukan.
  • Daftar hadir dan notula kegiatan komunitas belajar atau pelatihan.
  • Rekap presensi dan catatan komunikasi dengan wali murid untuk tugas wali kelas.

Bukti yang sering ditolak atau dipertanyakan

  • Foto kegiatan tanpa keterangan tanggal, kelas, dan konteks.
  • Dokumen templat yang belum diisi.
  • Satu berkas yang sama diunggah untuk banyak indikator.
  • Sertifikat pelatihan yang tidak terkait dengan rencana hasil kerja.

Cara memberi nama berkas

Kebiasaan kecil ini menghemat waktu saat penilaian. Gunakan pola tetap, misalnya "2026-08_Kelas8B_AsesmenAwal_Bab1.pdf". Simpan dalam folder per indikator. Ketika tenggat tiba, Bapak/Ibu tinggal memilih berkas, bukan mencari di galeri ponsel.

Mengunggah bukti dukung tanpa drama

  1. Cek ketentuan format. Biasanya berupa PDF atau gambar dengan batas ukuran tertentu. Kompres foto sebelum diunggah.
  2. Gabungkan yang sejenis. Lima foto kegiatan lebih baik digabung jadi satu PDF berketerangan daripada diunggah satu per satu.
  3. Tulis deskripsi singkat. Satu dua kalimat yang menjelaskan hubungan bukti dengan indikator.
  4. Unggah bertahap. Jangan menunggu akhir periode. Platform sering lambat menjelang tenggat karena diakses bersamaan.
  5. Simpan salinan. Unduh atau tangkap layar bukti unggah berhasil, berjaga bila ada kendala sistem.

Kalender kerja SKP guru dalam setahun

Waktu Kegiatan
Awal periode Diskusi target dengan Kepala Sekolah, susun dan tetapkan rencana
Setiap bulan Simpan 2–3 bukti dukung, beri nama berkas rapi
Pertengahan periode Observasi kelas, refleksi, perbaikan rencana bila perlu
Menjelang akhir Lengkapi bukti yang kurang, tulis deskripsi
Akhir periode Penilaian, terima predikat, susun rencana pengembangan

Kesalahan umum yang membuat nilai tertahan

Menunda sampai tenggat. Bukti dari awal semester sudah hilang atau lupa di mana disimpan.

Rencana terlalu banyak. Lebih baik sedikit rencana yang benar-benar dikerjakan daripada daftar panjang yang tidak berbukti.

Bukti tidak cocok dengan indikator. Penilai memeriksa kecocokan, bukan jumlah berkas.

Tidak membaca umpan balik. Catatan dari Kepala Sekolah setelah observasi adalah petunjuk perbaikan. Tunjukkan bahwa saran itu sudah dijalankan.

Guru non-ASN mengira tidak perlu. Guru di sekolah swasta atau honorer mungkin tidak memakai SKP resmi, tetapi yayasan sering meminta laporan kinerja serupa. Pola yang sama tetap berguna.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah SKP guru wajib untuk guru swasta?

SKP resmi berlaku untuk ASN. Guru di sekolah swasta mengikuti ketentuan yayasan dan, bila memiliki sertifikat pendidik, ketentuan kementerian terkait. Tanyakan kepada pengelola yayasan dan dinas setempat.

Berapa banyak bukti dukung yang dibutuhkan?

Tidak ada angka baku yang berlaku umum. Prinsipnya, setiap indikator punya minimal satu bukti yang jelas dan relevan. Rujuk panduan teknis periode berjalan.

Bolehkah bukti dukung berupa foto?

Boleh, asalkan diberi keterangan tanggal, kelas, dan kegiatan. Foto murid sebaiknya tidak menampilkan wajah secara jelas bila tidak ada izin.

Apa yang terjadi bila predikat Butuh Perbaikan?

Predikat ini menjadi dasar pembinaan. Guru dan Kepala Sekolah menyusun rencana perbaikan dan pengembangan kompetensi untuk periode berikutnya.

Apakah SKP bisa diubah di tengah periode?

Dalam praktiknya, perubahan rencana dimungkinkan bila ada perubahan tugas, misalnya mutasi atau tambahan jabatan. Ikuti mekanisme yang tersedia di platform dan sepakati dengan atasan.

ASIS: Bukti Kinerja Terkumpul dari Pekerjaan Sehari-hari

Akar masalah SKP guru jarang ada pada formulirnya. Masalahnya, bukti kerja tercecer: nilai di buku, presensi di kertas, modul ajar di laptop, foto kegiatan di ponsel. Menjelang tenggat, guru harus mengetik ulang dan mencari ulang hal yang sebenarnya sudah dikerjakan.

ASIS dibangun dengan prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Presensi murid lewat pindai QR atau pengenalan wajah, nilai di e-Rapor Kurikulum Merdeka, perangkat ajar Kurikulum Merdeka, bank soal dengan bantuan AI yang tetap ditinjau guru, dan catatan perkembangan di profil murid tersimpan di satu tempat. Ketika butuh rekap untuk bukti dukung, datanya sudah ada. Kepala Sekolah juga bisa memantau target lewat Dashboard Goal sesuai perannya.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai merapikan administrasi guru di asis.id.

Sumber: Permen PANRB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai ASN; Pengelolaan kinerja di Ruang GTK

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.