WAWASAN ASIS

Software MTs: Pilih Web, Android, atau Instal Lokal?

Memilih software MTs dari sisi teknis: web, Android, atau instal lokal untuk ujian, rapor, dan presensi, plus keamanan akun, cadangan data, dan dukungan.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Ditinjau oleh Tim Konten ASIS Madrasah
Ilustrasi tiga perangkat software MTs — komputer desktop, ponsel Android, dan PC lokal — di depan gedung madrasah

Memilih software MTs bukan hanya soal fitur. Bagi operator, pertanyaan pertamanya teknis: software ini dibuka lewat peramban, dipasang di HP Android, atau diinstal di komputer madrasah? Jawabannya menentukan siapa yang mengurus server, apa yang terjadi saat internet putus, dan seberapa aman data murid.

Prinsip umum ketiga bentuk itu sudah dibahas di "Software Madrasah: Web, Android, atau Instal di Komputer?". Artikel ini lebih spesifik ke kebutuhan MTs: ujian berbasis komputer untuk kelas VII sampai IX, rapor dengan banyak mata pelajaran PAI, presensi murid usia remaja yang sudah memegang HP, serta lab komputer yang sering dipakai bergantian.

Ilustrasi dua staf MTs membandingkan tampilan laptop dan ponsel saat memilih software madrasah

Tiga bentuk software MTs

Aspek Berbasis web (cloud) Aplikasi Android Instal di komputer/server lokal
Cara akses Peramban di laptop atau HP Unduh dari Google Play Komputer di jaringan madrasah
Tempat data Server penyedia Biasanya server penyedia Komputer madrasah
Pembaruan Otomatis oleh penyedia Lewat toko aplikasi Dipasang operator
Saat internet putus Umumnya tidak bisa Tergantung fitur Tetap jalan di jaringan lokal
Cadangan data Diurus penyedia Diurus penyedia Diurus madrasah
Akses dari rumah Mudah Mudah Sulit tanpa pengaturan khusus
Kebutuhan tenaga IT Rendah Rendah Sedang sampai tinggi

Dalam praktik, banyak MTs memakai kombinasi: web untuk operator, TU, dan Bendahara; aplikasi Android untuk guru, murid, dan wali; serta server lokal untuk kebutuhan tertentu seperti ujian atau presensi wajah.

Kebutuhan teknis khas MTs

Ujian berbasis komputer

Ujian semester dan tryout kelas IX sering memakai lab komputer dan HP murid. Masalah klasiknya adalah sinyal lemah saat ratusan murid masuk bersamaan. Tanyakan ke penyedia apakah ujian bisa dikerjakan di HP secara luring lalu dikirim saat koneksi kembali, dan bagaimana token serta proktor bekerja.

Rapor dengan banyak mata pelajaran

Struktur kurikulum madrasah mengacu pada KMA 450/2024 yang diubah KMA 1503/2025. Software MTs harus bisa mengatur mata pelajaran rumpun PAI dan Bahasa Arab tanpa mengakali kolom. Bila madrasah memakai aplikasi rapor resmi madrasah, pastikan ada jalur ekspor nilai yang rapi.

Presensi murid remaja

Murid MTs sudah memegang HP, sehingga presensi lewat pindai QR menjadi praktis. Untuk presensi wajah, tanyakan di mana data wajah diproses: di server penyedia atau di server lokal madrasah.

Data dari EMIS

Pastikan software menerima impor file ekspor EMIS. Hindari software yang meminta nama pengguna dan kata sandi akun EMIS madrasah.

Keamanan: pertanyaan yang wajib diajukan

  1. Bagaimana cara masuk akun? Kata sandi saja, atau ada OTP lewat WhatsApp/SMS dan login Google?
  2. Apakah ada pembagian peran? Guru mapel tidak perlu melihat data keuangan; Bendahara tidak perlu mengubah nilai.
  3. Di mana data disimpan dan apakah dienkripsi? Mintalah penjelasan tertulis.
  4. Apa yang terjadi bila data terhapus tidak sengaja? Tanyakan apakah data murid bisa dipulihkan.
  5. Bagaimana kebijakan privasinya? Data anak termasuk data pribadi spesifik menurut UU 27/2022, dan pemrosesannya memerlukan persetujuan orang tua atau wali.

Dukungan: yang sering dilupakan

Software terbaik pun akan menimbulkan pertanyaan di bulan pertama. Periksa:

  • apakah ada panduan tertulis per peran (operator, guru, wali kelas, Bendahara),
  • apakah ada kursus daring untuk melatih guru,
  • kanal bantuan apa yang tersedia dan berapa lama biasanya dijawab,
  • seberapa sering software diperbarui dan apakah catatan perubahannya terbuka.

Biaya tersembunyi tiap bentuk

Harga lisensi hanya sebagian dari biaya. Hitung juga biaya yang tidak tertulis di brosur:

Bentuk Biaya yang sering terlupa
Berbasis web Kuota internet, biaya per murid bila tarifnya dihitung per kepala
Aplikasi Android HP guru yang terlalu lama sehingga aplikasi lambat
Instal lokal Komputer server, UPS, listrik, jasa teknisi, cadangan eksternal

Untuk instal lokal, bayangkan juga skenario terburuk: hard disk server rusak sehari sebelum rapor dibagikan. Bila cadangan tidak ada, nilai satu semester harus diketik ulang. Risiko seperti ini jarang masuk perhitungan saat membeli.

Untuk berbasis web, risiko terburuknya berbeda: penyedia berhenti beroperasi. Karena itu, pastikan software MTs yang dipilih menyediakan ekspor data ke Excel kapan saja, dan biasakan operator mengunduh cadangan rekap nilai serta data murid setiap akhir semester.

Contoh pilihan di dua MTs

MTs negeri di kota, internet stabil. Seluruh layanan memakai versi web dan Android. Lab komputer cukup dengan peramban. Operator fokus pada data, bukan server.

MTs swasta di daerah pegunungan, sinyal naik turun. Administrasi tetap di web karena TU berada di kantor dengan Wi-Fi. Ujian memakai HP murid dengan mode luring, sedangkan presensi wajah dijalankan di server lokal sehingga data wajah tidak dikirim ke luar. Kombinasi ini mengurangi ketergantungan pada sinyal di saat paling kritis.

Daftar cek memilih software MTs

  • Bentuk akses sesuai kondisi internet madrasah.
  • Ujian bisa berjalan saat sinyal lemah.
  • Struktur mata pelajaran madrasah bisa diatur tanpa akal-akalan.
  • Impor file ekspor EMIS tersedia.
  • Login aman dan peran pengguna terpisah.
  • Data bisa dipulihkan dan diekspor.
  • Ada panduan tertulis dan kanal dukungan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Software MTs berbasis web atau instal, mana yang lebih aman?

Keduanya bisa aman atau rawan. Web bergantung pada keamanan penyedia, sedangkan instal lokal bergantung pada kemampuan madrasah menjaga server dan cadangan. Untuk madrasah tanpa staf IT, web umumnya lebih mudah dijaga.

Apakah software MTs bisa dipakai di HP?

Banyak yang bisa, lewat peramban atau aplikasi Android. Pastikan tampilannya nyaman di layar kecil, terutama untuk guru yang mengisi nilai.

Bagaimana bila internet madrasah sering putus?

Pilih software yang ujiannya bisa luring di HP, atau gunakan server lokal untuk fungsi tertentu. Fitur administrasi biasanya tetap memerlukan koneksi.

Apakah perlu membeli server?

Tidak untuk software berbasis web. Server lokal hanya perlu bila madrasah memilih instal lokal atau ingin memproses presensi wajah di dalam jaringan sendiri.

Bagaimana memindahkan data dari software lama?

Ekspor data murid, guru, dan rombel ke Excel, lalu impor ke software baru sesuai format yang diminta. Lakukan uji coba di satu rombel terlebih dahulu.

ASIS: Teknis Diurus Penyedia, Madrasah Fokus Mendidik

Banyak operator MTs menghabiskan waktu untuk urusan teknis: memasang pembaruan, mencadangkan data, dan memperbaiki komputer server yang mati saat listrik padam. Pekerjaan inti seperti merapikan data murid justru tertunda.

ASIS berbasis cloud dan dibuka lewat peramban di asis.id atau ASIS Mobile di Google Play, sehingga pembaruan dan cadangan diurus penyedia. Untuk kondisi lapangan madrasah, ujian di HP bisa dikerjakan luring, presensi wajah bisa berjalan di server lokal madrasah, dan login mendukung OTP WhatsApp/SMS serta Google. Data murid diimpor dari file ekspor EMIS, setiap pengguna hanya melihat menu sesuai perannya, data terhapus bisa dipulihkan, dan Panduan ASIS serta Akademi ASIS membantu melatih guru.

ASIS gratis untuk semua madrasah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Coba di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.