Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Membandingkan software sekolah dari sisi teknis: berbasis web, aplikasi Android, atau instal di server sendiri, plus keamanan, pembaruan, dan dukungan teknis.
Software sekolah kini hadir dalam tiga bentuk utama: berbasis web yang dibuka lewat peramban, aplikasi Android di ponsel, dan aplikasi yang diinstal di komputer atau server milik sekolah. Masing-masing punya kelebihan dan risiko teknis yang berbeda, terutama soal akses, pembaruan, keamanan data, dan siapa yang memperbaiki bila terjadi masalah. Artikel ini membahas software sekolah dari sisi teknis agar Kepala Sekolah dan operator bisa memilih dengan sadar, bukan sekadar mengikuti sekolah tetangga.
Dibuka lewat peramban seperti Chrome di laptop, komputer, atau ponsel. Data disimpan di server penyedia. Sekolah tidak perlu memasang apa pun selain akses internet.
Dipasang dari Google Play di ponsel guru, orang tua, atau murid. Biasanya menjadi pendamping aplikasi web, untuk pekerjaan cepat seperti presensi, pengumuman, dan melihat nilai.
Software dipasang di komputer TU atau server di ruang komputer. Data disimpan di sekolah. Model ini dulu umum, dan sebagian aplikasi resmi pemerintah masih memakai pola aplikasi terpasang.
| Aspek | Berbasis web | Android | Instal di server sekolah |
|---|---|---|---|
| Akses | Dari mana saja dengan internet | Dari ponsel | Umumnya hanya di jaringan sekolah, kecuali dibuka ke internet |
| Pemasangan | Tidak perlu | Pasang dari Google Play | Perlu teknisi |
| Pembaruan | Otomatis oleh penyedia | Lewat Google Play | Manual oleh sekolah |
| Cadangan data | Tanggung jawab penyedia, sekolah tetap perlu ekspor berkala | Mengikuti layanan web di belakangnya | Tanggung jawab sekolah sepenuhnya |
| Biaya perangkat | Rendah | Rendah, memakai ponsel yang ada | Server, listrik, perawatan |
| Bila listrik padam di sekolah | Tetap bisa diakses dari rumah | Tetap bisa diakses | Tidak bisa diakses |
| Ketergantungan | Internet dan penyedia | Internet dan penyedia | Teknisi sekolah |
Untuk banyak sekolah, kombinasi web dan Android adalah pilihan paling praktis. Pembahasan lebih dalam tentang model web ada di artikel "Aplikasi Sekolah Berbasis Web: Kelebihan dan Kriteria", dan tentang Android di "Aplikasi Sekolah Android".
Sekolah memasang software di komputer TU. Tiga tahun kemudian operator yang memasangnya pindah, komputer rusak, dan tidak ada cadangan. Data bertahun-tahun hilang. Risiko ini nyata, terutama di sekolah tanpa teknisi tetap. Panduan pencadangan ada di artikel "Backup Data Sekolah: Cara Mencadangkan secara Rutin".
Software terpasang yang tidak diperbarui bisa memiliki celah keamanan dan tidak sesuai lagi dengan kurikulum terbaru. Misalnya, format rapor harus menyesuaikan perubahan kebijakan seperti pergantian P5 menjadi kegiatan kokurikuler.
Aplikasi yang hanya bisa dibuka di satu komputer membuat semua pekerjaan berhenti bila komputer itu dipakai atau rusak.
Apa pun bentuknya, software yang dipakai dengan satu akun bersama membuat jejak perubahan tidak jelas dan berisiko bocor.
Untuk software berbasis web dan Android, tanyakan kepada penyedia:
Untuk software yang diinstal sendiri, tanyakan kepada tim sekolah:
Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU 27/2022) menempatkan sekolah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas data murid, dan kegagalan pelindungan data wajib diberitahukan paling lambat 3 x 24 jam. Bentuk software apa pun tidak memindahkan tanggung jawab itu dari sekolah.
Software yang bagus tetap membutuhkan dukungan saat guru bingung atau terjadi kendala. Bandingkan:
| Jenis dukungan | Yang perlu dicek |
|---|---|
| Panduan tertulis | Tersedia, mudah dicari, dan diperbarui |
| Kursus atau pelatihan | Bisa diikuti guru kapan saja |
| Forum pengguna | Tempat berbagi dengan sekolah lain |
| Bantuan langsung | Saluran resmi dan waktu tanggap |
| Dukungan prioritas | Tersedia untuk sekolah yang membutuhkan |
Sekolah dengan satu operator sangat bergantung pada kualitas dukungan ini.
Sebuah SMK di Kabupaten Bogor dulu memakai software nilai yang diinstal di server ruang komputer. Saat banjir merendam ruangan, server rusak dan data dua semester harus disusun ulang dari berkas guru.
Setelah evaluasi, sekolah memilih software berbasis web dengan aplikasi Android. Guru mengisi nilai dari mana saja, pembaruan dilakukan penyedia, dan operator rutin mengekspor data sebagai cadangan tambahan. Biaya server dan perawatannya dialihkan untuk pelatihan guru.
Bergantung pada pengelolaannya. Server sendiri aman bila ada teknisi, pembaruan rutin, dan cadangan teruji. Tanpa itu, layanan web dari penyedia tepercaya biasanya lebih aman.
Umumnya membutuhkan internet. Periksa kebutuhan kuota dan siapkan prosedur cadangan, misalnya presensi manual sementara bila jaringan terganggu.
Sangat membantu untuk guru dan orang tua yang lebih sering memakai ponsel, terutama untuk presensi, pengumuman, dan notifikasi.
Versi web bisa dibuka di peramban apa pun. Ketersediaan aplikasi khusus iPhone perlu ditanyakan ke masing-masing penyedia.
Pada layanan web, penyedia memperbaiki sisi server, sementara sekolah menangani akun dan perangkat. Pada instalasi sendiri, semuanya menjadi tanggung jawab sekolah.
Akar masalah software sekolah lama adalah ketergantungan pada satu komputer dan satu orang. Saat perangkat rusak atau operator pindah, pekerjaan berhenti dan data terancam hilang.
ASIS adalah platform berbasis web di asis.id dengan ASIS Mobile untuk Android, ditambah Pustaka dan Studio, semuanya dengan satu akun. Pembaruan dilakukan tim ASIS, cara masuk tersedia lewat kata sandi, OTP WhatsApp atau SMS, dan akun Google, serta 45 peran pengguna membatasi akses sesuai tugas. Data sekolah tidak dijual dan tanpa iklan. Dukungan tersedia lewat Panduan ASIS, Akademi ASIS, dan forum, dengan dukungan prioritas di paket ASIS Pro.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.