Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara sosialisasi bahaya narkoba di sekolah yang interaktif: format kegiatan, contoh rundown 90 menit, peran teman sebaya, dan tindak lanjutnya.
Sosialisasi bahaya narkoba di sekolah sering gagal bukan karena materinya salah, tetapi karena formatnya. Murid duduk dua jam di aula, mendengar ceramah penuh angka dan foto seram, lalu lupa begitu keluar ruangan. Agar sosialisasi bahaya narkoba benar-benar menempel, ubah murid dari pendengar menjadi peserta: beri mereka kasus untuk dipecahkan, latih cara menolak, dan pastikan ada tindak lanjut setelah acara. Artikel ini memberi format kegiatan, contoh rundown, dan daftar cek untuk guru BK, pembina UKS, dan Wakasek Kesiswaan.
Dari pengalaman banyak sekolah, ada pola yang berulang:
Kabar baiknya, semua masalah ini bisa diperbaiki tanpa biaya besar.
Murid perlu tahu jenis narkoba dan dampaknya, tetapi yang lebih menentukan adalah keterampilan: menolak ajakan, mengenali tekanan teman, mengelola stres, dan tahu ke mana minta tolong.
Bagi peserta per kelas atau per dua kelas. Bila narasumber terbatas, buat beberapa sesi bergilir dalam satu hari.
Remaja lebih mendengar teman seusianya. Latih 10–15 murid sebagai fasilitator sebaya, misalnya anggota PMR, OSIS, atau duta UKS, untuk memandu diskusi kelompok.
Jangan meminta murid mengaku pernah mencoba di depan umum. Sediakan kotak pertanyaan anonim atau formulir daring tanpa nama.
| Format | Cocok untuk | Durasi | Kelebihan |
|---|---|---|---|
| Diskusi kasus kelompok | SMP, SMA, SMK | 30–45 menit | Murid berpikir dan berpendapat |
| Bermain peran menolak ajakan | SMP, SMA | 20–30 menit | Melatih kalimat yang bisa langsung dipakai |
| Talkshow dengan narasumber | Semua jenjang menengah | 30–45 menit | Pertanyaan murid dijawab ahli |
| Pemutaran film pendek dan refleksi | SMP, SMA | 40 menit | Memancing empati |
| Lomba poster atau video pendek | SMP, SMA, SMK | 1–2 minggu | Murid menjadi pembuat pesan |
| Cerita bergambar dan permainan | SD kelas atas | 30 menit | Sesuai usia, tidak menakutkan |
Untuk SD, fokuskan pada obat yang aman dan tidak aman, bahaya rokok, dan keberanian berkata "tidak" kepada orang yang tidak dikenal. Untuk SMP dan SMA, bahas tekanan teman, media sosial, dan risiko hukum secara jujur.
Contoh ini dirancang untuk dua rombel kelas VIII di aula atau ruang serbaguna.
| Waktu | Kegiatan | Penanggung jawab |
|---|---|---|
| 0–10 menit | Pemantik: survei cepat "benar atau mitos" dengan kartu warna | Guru BK |
| 10–35 menit | Diskusi kasus dalam kelompok berisi 6 murid | Fasilitator sebaya |
| 35–65 menit | Talkshow: narasumber menanggapi hasil diskusi dan pertanyaan anonim | Narasumber dari BNN, puskesmas, atau kepolisian setempat |
| 65–80 menit | Bermain peran: tiga cara menolak ajakan | Fasilitator sebaya |
| 80–90 menit | Komitmen pribadi dan informasi layanan bantuan | Wali kelas |
Minta setiap kelompok menjawab tiga hal: apa risikonya, apa yang bisa dilakukan tokoh dalam cerita, dan kepada siapa ia bisa minta tolong.
Kalimat sederhana yang sudah dilatih lebih mudah keluar saat tekanan nyata datang.
Sekolah bisa mengundang BNN kabupaten/kota, puskesmas, atau kepolisian setempat. Agar narasumber tidak sekadar berceramah, kirim surat permohonan beberapa minggu sebelumnya dan sertakan:
Bila ingin menyinggung aspek hukum, minta narasumber menjelaskannya sesuai Undang-Undang Narkotika yang berlaku, termasuk perbedaan perlakuan bagi pengguna yang melapor diri untuk rehabilitasi.
Pencegahan tidak cukup di sekolah. Beberapa ide sederhana:
Inilah bagian yang paling sering dilupakan. Rencanakan sejak awal:
| Persiapan | Selesai |
|---|---|
| Tujuan dan sasaran peserta jelas | |
| Narasumber dikonfirmasi dan diberi brief | |
| Fasilitator sebaya sudah dilatih | |
| Kasus diskusi sesuai usia | |
| Kotak pertanyaan anonim tersedia | |
| Informasi layanan bantuan disiapkan | |
| Rencana tindak lanjut di kelas disepakati | |
| Dokumentasi tanpa menampilkan wajah murid yang sedang curhat |
Banyak sekolah memilih masa MPLS atau sekitar Hari Anti Narkotika Internasional setiap 26 Juni. Yang lebih penting adalah kesinambungan, misalnya satu kegiatan besar ditambah refleksi rutin di kelas.
Perlu, dengan bahasa sesuai usia: mengenal obat yang aman, bahaya rokok, dan keberanian menolak. Hindari gambar menakutkan.
Tanggapi dengan tenang dan rahasia. Guru BK melakukan konseling, berkomunikasi dengan orang tua, dan bila perlu merujuk ke layanan kesehatan atau rehabilitasi.
BNN kabupaten/kota, puskesmas, kepolisian setempat, atau tenaga kesehatan. Kirim surat permohonan jauh hari agar jadwal tersedia.
Gunakan kuis sebelum dan sesudah, catat jumlah pertanyaan murid, dan pantau apakah ada murid yang datang ke BK setelah acara.
Sosialisasi bahaya narkoba sering berhenti sebagai satu acara karena tidak ada tempat yang menyatukan tindak lanjutnya. Catatan konseling ada di buku BK, kunjungan UKS di buku lain, dan kabar ke orang tua dikirim seadanya.
ASIS membantu sekolah menyambungkan semuanya. Layanan BK menyimpan catatan konseling dan rujukan dengan akses sesuai peran, modul UKS mencatat kunjungan kesehatan, dan semuanya bermuara pada profil murid yang utuh. Pengumuman kegiatan dan ringkasan materi bisa dikirim ke orang tua lewat notifikasi aplikasi gratis tanpa batas, dengan jam tenang.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.