Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara melaksanakan supervisi akademik yang tidak menakutkan guru: siklus pra-observasi, observasi, refleksi, contoh pertanyaan coaching, dan format catatan.
Supervisi akademik adalah kegiatan Kepala Sekolah atau pengawas untuk membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran melalui perencanaan bersama, observasi kelas, dan refleksi. Agar tidak menakutkan, ubah supervisi dari "penilaian" menjadi "percakapan bertumbuh": guru ikut menentukan fokus pengamatan, pengamat mencatat data, bukan menghakimi, dan hasilnya berupa satu atau dua langkah perbaikan yang disepakati bersama.
Panduan ini membahas mengapa supervisi sering ditakuti, siklus tiga tahap yang lebih manusiawi, contoh pertanyaan coaching, format catatan observasi, jadwal setahun, dan kesalahan yang perlu dihindari.
Banyak guru mengingat supervisi sebagai hari yang menegangkan: Kepala Sekolah duduk di belakang kelas dengan lembar centang, lalu memberi nilai. Guru menyiapkan "kelas pertunjukan" yang berbeda dari kelas sehari-hari. Akibatnya:
Supervisi seperti itu menghabiskan waktu dua pihak tanpa memperbaiki pembelajaran. Padahal, guru umumnya ingin berkembang. Yang mereka butuhkan adalah rasa aman untuk menunjukkan kelas apa adanya, termasuk bagian yang belum berhasil, tanpa takut dicap gagal. Ketika rasa aman itu ada, supervisi justru menjadi kesempatan langka bagi guru untuk mendapat pasangan mata kedua di kelasnya.
Tujuannya menyepakati apa yang akan diamati. Guru menceritakan rencana pembelajarannya dan memilih satu aspek yang ingin ia kembangkan.
Contoh pertanyaan:
Supervisor datang tepat waktu, duduk di posisi yang tidak mengganggu, dan mencatat data sesuai fokus yang disepakati.
Contoh data yang bisa dicatat:
| Fokus yang disepakati | Data yang dicatat |
|---|---|
| Keterlibatan murid dalam diskusi | Berapa murid yang berbicara, berapa kali, siapa yang belum |
| Kualitas pertanyaan guru | Daftar pertanyaan guru dan jenisnya (mengingat, memahami, menalar) |
| Umpan balik ke murid | Contoh kalimat umpan balik guru dan respons murid |
| Pengelolaan waktu | Durasi tiap bagian pembelajaran |
| Diferensiasi | Bagaimana guru membantu murid yang cepat dan yang butuh dukungan |
Mulai dengan mengajak guru merefleksi sendiri sebelum supervisor menyampaikan data.
Alur percakapan:
Tutup dengan satu sampai dua langkah tindak lanjut yang spesifik dan tanggal pengamatan berikutnya.
| Kurang tepat | Lebih tepat |
|---|---|
| Kelas kurang aktif | 6 dari 30 murid menjawab pertanyaan; 4 di antaranya duduk di dua baris depan |
| Guru terlalu banyak ceramah | Penjelasan guru berlangsung 32 menit dari 70 menit pembelajaran |
| Pertanyaannya kurang HOTS | 9 dari 11 pertanyaan guru meminta murid mengingat fakta |
| Bagus sekali | Murid kelompok 3 menjelaskan kembali langkah percobaan dengan kata-kata sendiri |
Data seperti ini sulit dibantah, tidak menyakiti, dan langsung menunjukkan arah perbaikan.
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Identitas | Nama guru, mapel, rombel, tanggal |
| Fokus yang disepakati | Satu atau dua aspek |
| Data observasi | Catatan fakta sesuai fokus |
| Refleksi guru | Pendapat guru tentang data |
| Kekuatan yang terlihat | Minimal satu |
| Langkah tindak lanjut | Satu atau dua, spesifik |
| Dukungan yang disepakati | Pelatihan, mentor, bahan, waktu |
| Jadwal pengamatan berikutnya | Tanggal |
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| Awal tahun ajaran | Sosialisasi pendekatan baru, guru memilih fokus pengembangan diri |
| Semester 1 | Satu siklus lengkap untuk setiap guru |
| Tengah tahun | Refleksi bersama di rapat guru, berbagi praktik baik secara sukarela |
| Semester 2 | Siklus kedua dengan fokus lanjutan |
| Akhir tahun | Rekap tren kebutuhan pengembangan guru untuk program tahun berikutnya |
Untuk sekolah besar, Kepala Sekolah bisa melibatkan wakasek kurikulum atau guru senior sebagai pengamat sebaya. Supervisi teman sejawat sering terasa lebih nyaman bagi guru muda.
Supervisi akademik berfokus pada pembelajaran di kelas. Supervisi manajerial berfokus pada pengelolaan sekolah, misalnya administrasi, sarana, dan keuangan.
Minimal satu siklus lengkap per semester untuk setiap guru, ditambah kunjungan singkat informal sesuai kebutuhan. Ikuti juga ketentuan dinas atau yayasan yang berlaku.
Supervisi adalah bagian dari tugas pembinaan. Namun guru boleh mengusulkan waktu dan fokus pengamatan. Pendekatan kolaboratif biasanya mengurangi penolakan.
Untuk siklus formal, ya, melalui pertemuan pra-observasi. Kunjungan singkat informal boleh tanpa pemberitahuan, asalkan sudah disepakati sebagai budaya sekolah.
Bicarakan secara pribadi, berbasis data, dan susun rencana pendampingan yang jelas dengan tenggat yang wajar.
Akar ketakutan terhadap supervisi adalah penilaian yang terasa subjektif dan catatan yang berhenti di map arsip. Kepala Sekolah pun kesulitan melihat pola karena hasil supervisi tiap guru tersimpan terpisah, dan data pendukung seperti perangkat ajar atau hasil belajar murid harus dikumpulkan manual. ASIS memegang prinsip "data dicatat sekali, dipakai berkali-kali".
Di ASIS, guru menyusun perangkat ajar Kurikulum Merdeka di sistem yang sama dengan nilai dan e-Rapor, sehingga percakapan refleksi bisa didukung data hasil belajar murid, bukan hanya kesan satu sesi. Jurnal mengajar guru di ASIS juga memperlihatkan keterlaksanaan pembelajaran dari hari ke hari, bukan hanya saat observasi. Dashboard Goal membantu Kepala Sekolah menetapkan target pengembangan per peran, dan Ruang Pengawas memudahkan pengawas memantau ringkasan sekolah binaannya. Untuk pengembangan diri, guru bisa belajar lewat Akademi ASIS, membuka buku pelajaran pemerintah di Pustaka, dan mencoba aktivitas serta lab interaktif di Studio.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai bangun budaya supervisi yang bertumbuh di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.