Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan teaching at the right level (TaRL): asesmen awal, pengelompokan murid sesuai kemampuan, contoh kegiatan, dan evaluasi berkala.
Teaching at the right level (TaRL) adalah pendekatan pembelajaran yang mengelompokkan murid berdasarkan tingkat kemampuan dasar mereka, bukan berdasarkan kelas atau usia, lalu mengajar sesuai tingkat tersebut. Siklusnya sederhana: lakukan asesmen awal singkat, kelompokkan murid per level, ajarkan dengan kegiatan yang sesuai level, lalu ases ulang secara berkala dan pindahkan murid ke kelompok berikutnya saat siap. Pendekatan ini paling sering dipakai untuk literasi dan numerasi dasar di SD, tetapi prinsipnya bisa diterapkan di jenjang lain. Panduan ini membahas langkah penerapan, contoh level, kegiatan per kelompok, dan cara mengatur jadwal di sekolah.
Di satu kelas 4 bisa ada murid yang sudah lancar membaca paragraf, murid yang baru membaca kata, dan murid yang masih mengenal huruf. Bila semua diajar dengan materi kelas 4, murid yang tertinggal makin jauh tertinggal, sementara murid yang mahir bosan.
TaRL menjawab masalah ini dengan prinsip: mulai dari apa yang murid sudah bisa, bukan dari apa yang seharusnya sudah bisa menurut kelasnya. Pendekatan ini sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi dan semangat Kurikulum Merdeka yang berpusat pada murid.
Asesmen TaRL dibuat singkat, sekitar 5–10 menit per murid, dan dilakukan satu per satu atau dalam kelompok kecil.
Murid diminta membaca berurutan dari tingkat termudah. Murid ditempatkan di level tertinggi yang bisa ia baca dengan lancar.
| Level | Tugas | Lulus bila |
|---|---|---|
| Pemula | Mengenal huruf | Menyebut minimal 4 dari 5 huruf acak |
| Huruf | Membaca kata | Membaca minimal 4 dari 5 kata sederhana |
| Kata | Membaca kalimat | Membaca 2–3 kalimat pendek dengan lancar |
| Paragraf | Membaca paragraf | Membaca paragraf pendek dengan lancar |
| Cerita | Memahami cerita | Membaca cerita pendek dan menjawab pertanyaan isi |
| Level | Tugas |
|---|---|
| Pemula | Mengenal angka 1–9 |
| Angka puluhan | Mengenal angka 10–99 |
| Penjumlahan dan pengurangan | Menyelesaikan operasi dua angka |
| Perkalian | Menyelesaikan perkalian dasar |
| Pembagian | Menyelesaikan pembagian sederhana |
Catat hasil asesmen dalam tabel per kelas agar guru dan Kepala Sekolah bisa melihat sebaran level.
Setelah asesmen, murid dikelompokkan berdasarkan level, bisa lintas rombel atau lintas kelas paralel. Contoh sebaran di sebuah SD fiktif dengan 60 murid kelas 3–4:
| Level literasi | Jumlah murid | Guru pendamping |
|---|---|---|
| Pemula dan huruf | 9 | Bu Rahma |
| Kata | 14 | Pak Andi |
| Paragraf | 20 | Bu Wulan |
| Cerita | 17 | Bu Sinta |
Kelompok terkecil sebaiknya diberikan kepada guru yang paling berpengalaman, karena murid di level awal membutuhkan perhatian paling intens.
Kegiatan TaRL mengutamakan aktivitas yang menyenangkan, berbasis permainan, dan banyak interaksi.
| Level | Contoh kegiatan |
|---|---|
| Pemula dan huruf | Kartu huruf, menyusun suku kata, lagu bunyi huruf |
| Kata | Permainan membentuk kata dari kartu suku kata, membaca label benda di kelas |
| Paragraf | Membaca bergantian, membaca nyaring berpasangan |
| Cerita | Menceritakan kembali, menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana, menulis akhir cerita |
| Level | Contoh kegiatan |
|---|---|
| Pemula | Menghitung benda nyata seperti batu, stik, atau tutup botol |
| Puluhan | Ikatan stik puluhan dan satuan, permainan nilai tempat |
| Operasi | Permainan kartu penjumlahan dan pengurangan, soal cerita sederhana |
| Perkalian dan pembagian | Membagi benda ke beberapa kelompok, tabel perkalian bergambar |
Setiap dua sampai empat minggu, lakukan asesmen singkat. Murid yang sudah menguasai level berikutnya dipindahkan ke kelompok yang lebih tinggi. Perpindahan ini perlu dirayakan, karena memotivasi murid lain.
TaRL tidak harus menggantikan seluruh jadwal. Pola yang umum dipakai:
Koordinasikan dengan Wakasek Kurikulum agar jadwal tidak berbenturan dan guru pendamping tidak kelebihan beban.
Asesmen terlalu panjang. Guru kelelahan dan asesmen tidak diulang.
Kelompok permanen. Murid merasa dilabeli. Pindahkan murid begitu ia siap.
Kegiatan sama untuk semua level. Pengelompokan menjadi tidak berarti.
Hanya untuk murid tertinggal. Murid di level tinggi juga butuh tantangan yang sesuai.
Tidak dicatat. Tanpa rekap, sekolah tidak bisa melihat apakah program berhasil.
Teaching at the right level juga cocok dipadukan dengan analisis akar masalah saat sekolah merencanakan program numerasi atau literasi. Untuk asesmen yang mendukung, baca juga asesmen formatif dan sumatif.
Pendekatan yang mengelompokkan murid berdasarkan tingkat kemampuan dasar, bukan kelas atau usia, lalu mengajar sesuai tingkat itu dan mengases ulang secara berkala.
Paling sering dipakai di SD untuk literasi dan numerasi dasar, tetapi prinsipnya bisa diterapkan di SMP atau jenjang lain untuk murid yang belum menguasai kemampuan dasar.
Risiko itu ada bila kelompok diberi label negatif. Gunakan nama kelompok yang netral, pindahkan murid secara rutin, dan rayakan setiap kemajuan.
Bervariasi. Banyak sekolah menjalankan program intensif beberapa minggu, lalu melanjutkan dengan jam khusus harian atau mingguan sesuai kebutuhan.
TaRL adalah salah satu bentuk diferensiasi yang berfokus pada pengelompokan berdasarkan level kemampuan dasar. Pembelajaran berdiferensiasi lebih luas, mencakup konten, proses, produk, dan lingkungan belajar.
Teaching at the right level hanya berhasil bila data asesmen dicatat dan dipantau. Di banyak sekolah, hasil asesmen ditulis di kertas lepas, lalu tidak pernah direkap, sehingga perpindahan level murid sulit dibuktikan.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Catatan perkembangan per murid tersimpan di profil murid yang utuh, sehingga guru pendamping kelompok dan wali kelas membaca data yang sama. Dashboard Goal membantu Kepala Sekolah menetapkan target literasi dan numerasi per peran, dan aktivitas interaktif di Studio ASIS serta buku di Pustaka dapat dipakai sebagai bahan latihan sesuai level.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.