Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Daftar tema P5 per jenjang dari PAUD sampai SMK, cara memilih yang cocok dengan kondisi sekolah, dan cara memakainya dalam kegiatan kokurikuler terbaru.
Tema P5 per jenjang adalah daftar tema projek penguatan profil pelajar Pancasila yang disarankan untuk PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK. Sejak Permendikdasmen 13/2025 berlaku, P5 tidak lagi berdiri sebagai projek wajib, melainkan menjadi salah satu bentuk kegiatan kokurikuler. Meski begitu, banyak sekolah masih memakai daftar tema P5 per jenjang sebagai bank ide karena temanya sudah teruji dan mudah dikaitkan dengan masalah nyata di sekitar murid.
Artikel ini menyajikan daftar tema per jenjang, saringan untuk memilih tema yang cocok dengan kondisi sekolah, dan contoh keputusan dari tiga sekolah fiktif. Untuk latar perubahan aturannya, baca juga "Apakah P5 Masih Ada? Penjelasan Kokurikuler Terbaru". Untuk pilihan bentuk kegiatan, lihat "Bentuk Kegiatan Kokurikuler yang Bisa Dipilih Sekolah".
Permendikdasmen 13/2025 menjadikan kegiatan kokurikuler bisa berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang ditetapkan sekolah. Kerangka lulusan pun bergeser ke 8 dimensi profil lulusan.
Artinya, tema bukan lagi daftar yang harus dicentang. Tema adalah titik berangkat. Sekolah bebas memakai, menggabungkan, atau mengganti tema selama kegiatannya bermakna dan terhubung dengan dimensi profil lulusan.
Tabel berikut merangkum tema yang dikenal luas dari panduan P5 sebelumnya. Kolom "catatan" adalah saran praktis, bukan aturan.
| Jenjang | Tema yang umum dipakai | Catatan praktis |
|---|---|---|
| PAUD/TK | Aku Sayang Bumi, Aku Cinta Indonesia, Kita Semua Bersaudara, Imajinasi dan Kreativitasku | Berbasis main, durasi pendek, banyak benda konkret |
| SD kelas 1–3 | Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya | Lingkup kelas dan rumah, produk sederhana |
| SD kelas 4–6 | Tema kelas rendah ditambah Berekayasa dan Berteknologi, Kewirausahaan | Mulai survei kecil dan produk yang dipamerkan |
| SMP/MTs | Semua tema di atas ditambah Suara Demokrasi | Cocok untuk penyelidikan berkelompok dan kampanye |
| SMA/MA | Semua tema, dengan kedalaman analisis lebih tinggi | Dorong keterlibatan pihak luar dan data nyata |
| SMK/MAK | Semua tema ditambah Kebekerjaan | Kaitkan dengan konsentrasi keahlian dan dunia kerja |
Sekolah yang memakai Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah dapat memadukan tema dengan nilai Panca Cinta, misalnya Gaya Hidup Berkelanjutan dibingkai sebagai cinta lingkungan.
Memilih tema sering dilakukan terburu-buru di rapat awal tahun. Akibatnya tema dipilih karena "tahun lalu juga ini" atau karena contoh modulnya mudah diunduh. Pakai empat saringan berikut agar pilihan lebih tepat.
Tema yang baik berangkat dari masalah yang bisa dilihat murid. Sekolah di pesisir punya isu sampah plastik dan abrasi. Sekolah di kota padat punya isu kemacetan dan jajanan tidak sehat. Sekolah di daerah pertanian punya isu harga panen. Tulis tiga masalah paling terasa, lalu cocokkan dengan tema.
Hitung jam yang tersedia, guru yang bisa terlibat, ruang, dan anggaran. Tema Berekayasa dan Berteknologi menarik, tetapi butuh alat. Tema Kearifan Lokal bisa murah bila ada tokoh desa yang bersedia menjadi narasumber.
Murid kelas 1 belum siap mewawancarai pejabat desa. Murid SMA bosan bila hanya membuat poster. Sesuaikan produk dan lingkup kegiatan dengan usia, seperti pada kolom catatan di tabel.
Tentukan satu atau dua dimensi utama, misalnya kolaborasi dan kemandirian. Tema yang dipilih harus memberi kesempatan nyata untuk melatih dimensi itu, bukan sekadar disebut di dokumen.
Contoh berikut fiktif, tetapi polanya sering ditemui di lapangan.
SD Negeri di pinggiran Sleman. Masalah utama: sampah plastik di sungai kecil dekat sekolah. Sumber daya: lahan belakang sekolah dan kelompok tani yang ramah. Pilihan: Gaya Hidup Berkelanjutan untuk kelas 4–6 dengan produk pot dari botol bekas, dan Kearifan Lokal untuk kelas 1–3 dengan mengenal tanaman obat keluarga.
SMP swasta di Bekasi. Masalah utama: murid sering membeli jajanan berpewarna mencolok di depan gerbang. Pilihan: Bangunlah Jiwa dan Raganya dengan survei jajanan, wawancara pedagang, dan kampanye bekal sehat. Kelas 9 memilih Suara Demokrasi untuk menyusun usulan aturan kantin bersama OSIS.
SMK di Pasuruan, konsentrasi teknik otomotif. Masalah utama: lulusan kurang siap menghadapi pelanggan. Pilihan: Kebekerjaan dengan simulasi layanan servis ringan untuk warga sekitar, dibimbing guru produktif dan mitra bengkel.
Ketiga sekolah memilih sedikit tema tetapi dikerjakan dalam. Itu lebih baik daripada banyak tema yang dangkal.
Tidak. Setelah Permendikdasmen 13/2025, P5 menjadi salah satu pilihan kegiatan kokurikuler. Tema lama boleh dipakai sebagai inspirasi atau diganti tema lain yang relevan.
Tidak ada angka tunggal yang tepat untuk semua sekolah. Dua sampai tiga tema yang dikerjakan mendalam biasanya lebih bermakna daripada banyak tema singkat. Sesuaikan dengan jam kokurikuler yang ditetapkan sekolah.
Boleh, dengan subtema dan produk yang berbeda per kelas. Misalnya Gaya Hidup Berkelanjutan: kelas 1 memilah sampah, kelas 6 menghitung volume sampah sekolah per minggu.
Tema ini paling relevan untuk SMK. Namun SMA dan madrasah aliyah boleh mengambil semangatnya, misalnya lewat kegiatan mengenal profesi dan kunjungan industri.
Catat pengamatan singkat per murid pada setiap tahap, misalnya saat diskusi, wawancara, dan presentasi. Catatan ini menjadi bahan deskripsi rapor yang jujur dan spesifik.
Masalah projek di banyak sekolah bukan pada pemilihan tema, melainkan pada catatan yang tercecer. Foto ada di ponsel guru, lembar pengamatan di map berbeda, dan saat rapor tiba guru menebak-nebak perkembangan tiap murid.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk menyusun rencana kegiatan kokurikuler, profil murid yang utuh untuk menyimpan catatan perkembangan selama projek, dan portofolio untuk mengumpulkan hasil karya. Studio menyediakan aktivitas dan lab interaktif yang bisa menjadi bagian kegiatan, dan Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah sebagai bahan bacaan. Prinsipnya sederhana: data dicatat sekali, dipakai berkali-kali, termasuk saat menyusun rapor.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data sekolah tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id dan jelajahi studio.asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.