Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara menyelenggarakan ujian CBT sekolah dari awal: kepanitiaan, linimasa H-30 sampai H+7, tata tertib, peran proktor, rencana cadangan, dan evaluasi.
Ujian CBT sekolah adalah ujian yang dikerjakan murid di komputer, laptop, atau ponsel, dengan soal, waktu, dan jawaban dikelola oleh sistem. Keuntungannya jelas: koreksi pilihan ganda otomatis, hasil cepat keluar, dan kertas berkurang. Namun penyelenggaraannya menuntut persiapan yang berbeda dari ujian kertas. Masalah di hari H hampir selalu berasal dari hal non-teknis: panitia tidak jelas tugasnya, murid belum pernah mencoba, atau tidak ada rencana cadangan saat listrik padam.
Artikel ini membahas sisi penyelenggaraan secara utuh: kepanitiaan, linimasa dari sebulan sebelum sampai seminggu sesudah, tata tertib, peran proktor dan pengawas, rencana cadangan, serta evaluasi. Untuk sisi teknis, blog ini sudah membahas "Checklist Persiapan CBT: Server, Jaringan, dan Perangkat", "Cara Membuat Ujian CBT di Sekolah dengan ASIS", dan "Koreksi Hasil Ujian CBT: Cara Memantau dan Menilai".
| Peran | Tugas utama | Contoh di SMP dengan 600 murid |
|---|---|---|
| Ketua panitia | Mengoordinasi, mengambil keputusan saat kendala | Wakasek kurikulum |
| Sekretaris | Jadwal, daftar peserta, berita acara | Staf TU |
| Koordinator soal | Mengumpulkan, meninjau, dan mengunggah paket soal | Satu guru per rumpun mapel |
| Teknisi | Menyiapkan perangkat, jaringan, dan akun | Guru TIK dan operator |
| Proktor | Mengelola sesi di sistem: token, status peserta, reset login | Satu per ruang atau per dua ruang |
| Pengawas ruang | Menjaga tata tertib, mencatat kejadian | Dua per ruang |
| Humas | Menginformasikan jadwal dan tata tertib ke orang tua | Guru BK atau humas |
Satu orang boleh merangkap, tetapi jangan menggabungkan peran proktor dan teknisi di ruang yang sama saat ujian berlangsung. Saat ada kendala, keduanya dibutuhkan bersamaan.
Tata tertib yang dibacakan di awal setiap sesi lebih efektif daripada hanya ditempel di pintu.
| Kendala | Tindakan |
|---|---|
| Listrik padam | Genset atau UPS untuk server dan perangkat jaringan; jika lama, jadwalkan ulang sesi |
| Internet putus | Gunakan jaringan lokal jika sistem mendukung, atau tunda sesi |
| Perangkat murid rusak | Siapkan 10% perangkat cadangan |
| Murid terputus dari sesi | Proktor mereset status, waktu yang hilang dicatat di berita acara |
| Soal bermasalah | Koordinator soal memutuskan, misalnya soal dianulir, dan dicatat |
| Murid sakit atau berhalangan | Jadwalkan ujian susulan |
Tidak semua sekolah punya lab besar. Beberapa pola yang bisa dipakai:
Ilustrasi untuk SMP dengan satu lab berisi 40 komputer dan ujian CBT sekolah untuk 240 murid kelas 7:
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 06.30 | Teknisi menyalakan perangkat dan memeriksa jaringan |
| 07.00 | Briefing singkat proktor dan pengawas |
| 07.30–09.00 | Sesi 1: kelas 7A dan 7B |
| 09.00–09.30 | Jeda, pemeriksaan perangkat |
| 09.30–11.00 | Sesi 2: kelas 7C dan 7D |
| 11.00–12.30 | Istirahat dan salat |
| 12.30–14.00 | Sesi 3: kelas 7E dan 7F |
| 14.00 | Rekap berita acara dan rapat singkat panitia |
Jeda antarsesi penting untuk memeriksa perangkat dan mencegah murid sesi berikutnya bertemu murid sesi sebelumnya.
Sekitar satu bulan untuk sekolah yang baru pertama kali, termasuk dua kali simulasi. Sekolah yang sudah terbiasa bisa lebih singkat.
Boleh jika sistem mendukung dan sudah diuji saat simulasi. Siapkan perangkat cadangan bagi murid yang ponselnya bermasalah.
Idealnya satu proktor untuk setiap satu atau dua ruang, tergantung jumlah peserta dan pengalaman proktor.
Soal esai tetap bisa diberikan. Jawaban dikoreksi guru setelah ujian, sementara pilihan ganda dikoreksi sistem.
Tergantung sistem yang dipakai. Pastikan kebutuhan jaringan diuji dengan jumlah peserta sesungguhnya sebelum hari H.
Kendala ujian berbasis komputer di banyak sekolah berakar pada alat yang terpisah: soal di satu aplikasi, daftar peserta di lembar kerja, nilai disalin ulang ke rapor. Setiap pemindahan data membuka peluang salah.
ASIS menyediakan CBT dan ujian kertas dalam satu sistem: paket soal, token, peran proktor, tryout, dan koreksi. Bank soal dengan bantuan AI membantu menyusun butir, tetapi wajib ditinjau guru, dan bank soal komunitas memungkinkan berbagi butir antarguru. Untuk ujian kertas, tersedia cetak lembar jawaban ber-QR. Data peserta diambil dari data murid yang sudah ada, dan hasil ujian bisa mengalir ke e-Rapor.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.