Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara menulis umpan balik tugas murid yang spesifik dan memotivasi: rumus sederhana, contoh kalimat per jenjang, alur di ASIS, dan kesalahan umum.
Umpan balik tugas murid yang baik menjawab tiga pertanyaan sederhana: apa yang sudah bagus, apa yang perlu diperbaiki, dan apa langkah berikutnya. Komentar "bagus" atau "kurang teliti" tanpa penjelasan jarang mengubah apa pun. Sebaliknya, satu atau dua kalimat yang spesifik bisa membuat murid memperbaiki cara belajarnya. Artikel ini membahas rumus menulis umpan balik, contoh kalimat untuk berbagai jenjang, alur umum memberi umpan balik pada tugas di ASIS, kesalahan yang perlu dihindari, dan cara melakukannya tanpa aplikasi.
Murid menerima kembali tugasnya dengan angka 70 di pojok kanan atas. Ia tidak tahu kenapa nilainya 70, bukan 80. Tugas berikutnya, kesalahan yang sama terulang. Orang tua yang bertanya pun hanya mendapat jawaban "kurang teliti".
Guru sebenarnya tahu di mana letak kekurangannya. Masalahnya, menulis komentar untuk 32 murid di enam kelas terasa mustahil. Akhirnya umpan balik dikorbankan.
Dalam asesmen formatif, tujuan utama tugas adalah membantu murid belajar, bukan sekadar mengumpulkan nilai. Umpan balik yang spesifik:
Untuk pembahasan umpan balik dalam asesmen secara lebih luas, Bapak/Ibu dapat membaca artikel "Umpan Balik Asesmen" di blog ASIS. Artikel ini berfokus pada umpan balik tugas sehari-hari.
| Bagian | Pertanyaan | Contoh |
|---|---|---|
| Yang sudah baik | Apa yang berhasil? | "Paragraf pembukamu langsung menarik perhatian." |
| Yang perlu diperbaiki | Di mana kekurangannya? | "Bagian akhir belum menyimpulkan pendapatmu." |
| Langkah berikutnya | Apa yang harus dilakukan? | "Tambahkan satu kalimat penutup yang mengulang pendapat utama." |
Tidak semua tugas butuh ketiganya. Untuk tugas pendek, satu kalimat langkah berikutnya sudah cukup.
"Hurufmu sudah rapi dan besar. Coba beri jarak satu jari di antara kata, ya." Gunakan kalimat pendek dan positif yang bisa dibacakan orang tua.
"Langkah perhitunganmu benar sampai baris ketiga. Di baris keempat, satuan cm belum diubah ke m. Coba ulangi nomor 4 dengan mengubah satuan dulu."
"Analisismu kuat dan didukung data. Sumber yang kamu pakai baru satu; tambahkan minimal satu sumber pembanding agar argumenmu lebih seimbang."
Di ASIS, umpan balik diberikan langsung pada jawaban tugas murid, sehingga komentar tersimpan bersama nilai dan pekerjaannya. Tampilan dapat sedikit berbeda sesuai versi.
Siapkan rubrik, tenggat penilaian Bapak/Ibu sendiri, jawaban murid, dan kriteria yang sudah diumumkan sebelumnya. Umpan balik tugas murid paling adil bila merujuk kriteria yang sama dengan yang diterima murid saat tugas diberikan.
Murid bisa memahami mengapa nilainya demikian dan tahu tindakan spesifik untuk memperbaikinya. Jika komentar hanya bisa dipahami guru, umpan baliknya belum berhasil.
Jawaban murid tidak tampil? Periksa status pengumpulan, lampiran, dan periode tugas sebelum memberi nilai kosong. Bisa jadi murid baru menyimpan draf atau unggahannya gagal.
Langkah lengkap: Cara Memberikan Umpan Balik pada Tugas Murid
Berikut contoh kalimat yang bisa Bapak/Ibu sesuaikan. Simpan di satu dokumen agar mudah disalin saat menilai.
| Situasi | Contoh kalimat |
|---|---|
| Jawaban benar, cara belum ditulis | "Jawabanmu benar. Tuliskan langkahnya agar Bapak/Ibu bisa melihat cara berpikirmu." |
| Ide bagus, kurang bukti | "Pendapatmu menarik. Tambahkan satu contoh atau data untuk mendukungnya." |
| Tulisan sulit dibaca | "Isinya sudah tepat. Coba tulis lebih rapi agar semua bagian bisa dinilai." |
| Belum sesuai instruksi | "Kamu sudah berusaha. Baca lagi poin 2 di instruksi, lalu lengkapi bagian itu." |
| Kemajuan dibanding tugas lalu | "Ada kemajuan dibanding tugas sebelumnya, terutama di bagian kesimpulan. Pertahankan." |
| Kesalahan konsep | "Konsep perkalian pecahan belum tepat. Lihat lagi contoh di materi pertemuan 3." |
Kalimat seperti ini tetap terasa personal bila ditambah nama murid dan nomor soal yang dimaksud.
Terlalu umum. "Tingkatkan lagi" tidak memberi arah. Sebutkan apa yang ditingkatkan.
Hanya mencari kesalahan. Murid yang hanya menerima kritik cenderung kehilangan semangat. Selalu mulai dari yang sudah baik.
Membandingkan dengan murid lain. "Lihat tugas Raka, lebih bagus" sebaiknya dihindari. Bandingkan dengan kriteria, bukan dengan teman.
Terlambat. Umpan balik yang datang dua pekan setelah tugas dikumpulkan sudah kehilangan makna. Usahakan dalam beberapa hari.
Bahasa yang menghakimi. Kritik pekerjaan, bukan pribadi. "Jawaban nomor 3 belum tepat" lebih baik daripada "Kamu ceroboh."
Untuk tugas kertas, umpan balik tetap bisa diberikan secara efisien:
Kelemahannya, komentar di kertas mudah hilang dan tidak bisa dilihat orang tua kecuali murid menunjukkannya.
Satu sampai tiga kalimat sudah cukup untuk tugas harian. Yang penting spesifik dan bisa ditindaklanjuti.
Tidak selalu. Pada asesmen formatif, umpan balik tanpa nilai justru bisa membuat murid lebih fokus pada perbaikan.
Murid membukanya dari portal murid pada tugas yang sudah dinilai. Pembahasan sisi murid ada di artikel "Cara Menindaklanjuti Umpan Balik Guru".
Beri waktu khusus di kelas untuk membaca dan memperbaiki, atau minta murid menulis satu kalimat rencana perbaikan.
Boleh untuk kesalahan yang sama, asalkan tetap disesuaikan sedikit, misalnya dengan menyebut nama dan nomor soal.
Umpan balik sering hilang di tengah jalan: komentar ditulis di kertas yang tercecer, atau dikirim lewat pesan pribadi yang tenggelam. Murid tidak bisa membaca ulang, orang tua tidak tahu, dan guru lupa apa yang pernah disarankan.
Di ASIS, umpan balik tugas murid tersimpan bersama jawaban dan nilainya. Guru memberi komentar saat menilai tugas online, murid membacanya di portal murid, dan riwayatnya tetap ada untuk ditinjau kembali, termasuk sebagai bahan catatan perkembangan di profil murid.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.