WAWASAN ASIS

Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial di Sekolah

Mata pelajaran koding dan kecerdasan artifisial: kedudukannya sebagai mapel pilihan, jenjang, materi, kesiapan guru dan sarana, serta langkah sekolah memulai.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Mata pelajaran koding dan kecerdasan artifisial (KKA) diperkenalkan kementerian sebagai mata pelajaran pilihan, bukan mata pelajaran wajib, mulai tahun ajaran 2025/2026 dan diterapkan secara bertahap sesuai kesiapan sekolah. Sasaran jenjangnya meliputi SD kelas atas, SMP, dan SMA/SMK sederajat. Fokusnya bukan sekadar mengetik kode, tetapi membangun berpikir komputasional, literasi digital, pemahaman cara kerja AI, serta etika memakainya. Sekolah boleh menyelenggarakan bila guru dan sarananya siap. Artikel ini menjelaskan kedudukan mapel ini dalam struktur kurikulum, gambaran materi per jenjang, hubungannya dengan Informatika, dan langkah praktis bagi sekolah yang ingin memulai.

Catatan: rincian struktur kurikulum, alokasi jam, dan capaian pembelajaran mengikuti regulasi dan panduan resmi kementerian yang berlaku. Bila ada perbedaan, dokumen resmi terbaru menjadi rujukan utama.

Kedudukan mapel KKA dalam kurikulum

Aspek Keterangan umum
Status Mata pelajaran pilihan
Jenjang SD kelas atas, SMP, SMA/SMK sederajat
Penerapan Bertahap, sesuai kesiapan sekolah
Pengampu Guru yang memiliki kompetensi relevan, misalnya guru Informatika atau guru yang telah mengikuti pelatihan
Pendekatan Dapat dimulai tanpa komputer (unplugged) lalu berkembang ke perangkat

Karena berstatus pilihan, sekolah tidak dikenai kewajiban menyelenggarakan bila belum siap. Namun sekolah yang memulai lebih awal akan memiliki pengalaman lebih banyak ketika kebijakan berkembang.

Bedanya dengan Informatika

Di SMP dan SMA, Informatika sudah ada sebagai mata pelajaran dengan elemen seperti berpikir komputasional, teknologi informasi dan komunikasi, sistem komputer, jaringan, analisis data, algoritma dan pemrograman, serta dampak sosial informatika. Mata pelajaran koding dan kecerdasan artifisial memberi ruang lebih dalam pada dua hal: praktik pemrograman dan pemahaman AI.

Sekolah perlu menghindari tumpang tindih materi. Contoh pembagian yang masuk akal: Informatika membangun fondasi luas, sedangkan KKA dipakai untuk proyek pemrograman dan eksplorasi AI yang lebih mendalam. Elemen Informatika dibahas di artikel elemen CP Informatika.

Gambaran materi per jenjang

SD kelas atas

  • Pola dan urutan langkah melalui permainan tanpa komputer.
  • Pemrograman visual berbasis blok sederhana.
  • Mengenal contoh AI di sekitar, misalnya rekomendasi video dan pengenalan suara.
  • Etika dasar: menjaga data pribadi, tidak percaya begitu saja pada hasil mesin.

Contoh kegiatan: murid kelas 5 menyusun "algoritma" membuat teh manis di kertas, lalu teman menjalankannya persis seperti tertulis. Dari situ murid belajar bahwa instruksi harus jelas dan berurutan. Ide lainnya ada di artikel koding unplugged SD.

SMP

  • Pemrograman blok lanjutan atau bahasa teks sederhana.
  • Konsep data, pola, dan klasifikasi sebagai dasar cara kerja AI.
  • Proyek kecil, misalnya kuis interaktif atau pengklasifikasi gambar sederhana dengan alat edukasi.
  • Diskusi bias dan dampak AI di masyarakat.

SMA/SMK

  • Pemrograman berbasis teks untuk memecahkan masalah nyata.
  • Pengenalan pembelajaran mesin secara konseptual: data latih, model, evaluasi.
  • Proyek yang melibatkan data sekolah atau lingkungan sekitar.
  • Etika, keamanan, dan regulasi pelindungan data.

Kesiapan guru

Tantangan terbesar biasanya ada pada guru. Langkah realistis:

  1. Petakan guru yang berminat dan berpotensi, tidak hanya guru Informatika. Guru Matematika atau IPA yang terbiasa berpikir logis sering cepat beradaptasi.
  2. Ikutkan pelatihan resmi dari kementerian atau mitra yang kredibel.
  3. Bentuk komunitas belajar di sekolah atau gugus, agar guru saling berbagi rencana dan hambatan.
  4. Mulai dari materi yang guru kuasai, lalu berkembang bersama murid.

Kesiapan sarana

Tidak semua sekolah memiliki laboratorium komputer lengkap. Pilihan yang bisa dipertimbangkan:

Kondisi sekolah Pendekatan
Tanpa komputer Kegiatan unplugged, kartu algoritma, permainan peran
Komputer terbatas Kerja kelompok bergiliran, satu perangkat untuk tiga murid
Internet terbatas Alat yang bisa dipakai luring atau materi yang diunduh sebelumnya
Laboratorium memadai Proyek individu dan kelompok berbasis perangkat

Aturan pemakaian AI di sekolah

Mengajarkan AI berarti sekolah juga perlu punya sikap tentang pemakaiannya. Susun aturan sederhana: kapan murid boleh memakai AI generatif, bagaimana mencantumkan bantuan AI dalam tugas, dan data apa yang tidak boleh dimasukkan ke layanan AI. Panduan penyusunannya ada di artikel kebijakan AI generatif sekolah.

Langkah memulai di sekolah

Langkah Penanggung jawab Hasil
Kaji kebijakan dan panduan resmi terbaru Wakil Kepala bidang Kurikulum Pemahaman ketentuan
Petakan guru dan sarana Kepala Sekolah Daftar kesiapan
Tentukan jenjang dan kelas awal Tim kurikulum Rencana bertahap
Susun ATP dan modul ajar Guru pengampu Perangkat ajar siap
Sosialisasi ke murid dan orang tua Wali kelas Pemahaman bersama
Evaluasi tiap semester Tim kurikulum Perbaikan berkelanjutan

Contoh rencana satu semester di SMP

Sebagai gambaran, sekolah dapat menyusun rencana sederhana untuk kelas VIII:

Bulan Fokus Contoh kegiatan
Bulan 1 Berpikir komputasional Memecah masalah sehari-hari menjadi langkah
Bulan 2 Pemrograman blok Membuat animasi dan permainan sederhana
Bulan 3 Data dan pola Mengumpulkan data kelas dan mencari pola
Bulan 4 Mengenal AI Mencoba alat klasifikasi gambar edukatif
Bulan 5 Etika AI Diskusi kasus bias dan penyebaran hoaks
Bulan 6 Proyek akhir Membuat solusi kecil untuk masalah sekolah

Rencana ini perlu disesuaikan dengan capaian pembelajaran resmi dan kondisi sekolah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah mata pelajaran koding dan kecerdasan artifisial wajib?

Tidak. Mapel ini berstatus pilihan dan diterapkan bertahap sesuai kesiapan sekolah.

Siapa yang boleh mengajar KKA?

Guru yang memiliki kompetensi relevan, misalnya guru Informatika atau guru lain yang telah mengikuti pelatihan. Ikuti ketentuan resmi tentang kualifikasi pengampu.

Apakah sekolah tanpa laboratorium komputer bisa menyelenggarakan?

Bisa dimulai dengan kegiatan unplugged, terutama di SD. Namun untuk praktik pemrograman, perangkat tetap dibutuhkan secara bertahap.

Apakah murid SD sudah perlu belajar AI?

Di SD, fokusnya mengenal konsep dan etika dasar lewat contoh sehari-hari, bukan teknis yang rumit.

Bagaimana menilai hasil belajar KKA?

Gunakan asesmen berbasis proyek dan rubrik yang menilai proses berpikir, bukan hanya hasil program yang berjalan.

ASIS: Belajar Koding dan Sains dengan Aktivitas Interaktif

Sekolah yang ingin memulai mapel baru sering terhambat oleh hal yang sama: perangkat ajar belum ada, media interaktif mahal, dan guru harus menyusun semuanya sendiri dari nol.

ASIS memegang prinsip "Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama." Studio ASIS di studio.asis.id menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif yang bisa dipakai guru untuk pembelajaran aktif, dan bank soal dengan bantuan AI membantu guru menyusun draf soal yang tetap wajib ditinjau guru sebelum dipakai. Guru juga bisa mengikuti kursus daring di Akademi ASIS untuk menambah kompetensi.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.