Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan proyek HTML murid untuk guru Informatika: alur enam pertemuan, tag dasar, ide tema, perangkat minimal, rubrik, dan cara menilai halaman web sederhana.
Proyek HTML murid adalah kegiatan belajar ketika murid membuat halaman web sederhana dengan menulis kode HTML sendiri, lalu membukanya di peramban. Proyek ini cocok sebagai pengalaman pertama koding karena hasilnya langsung terlihat: satu baris kode berubah, tampilan halaman ikut berubah. Di sekolah yang menawarkan mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial atau materi Informatika tentang praktik lintas bidang, proyek ini bisa menjadi pintu masuk yang menyenangkan.
Artikel ini memberi alur enam pertemuan, daftar tag dasar yang cukup untuk pemula, ide tema yang dekat dengan murid, kebutuhan perangkat minimal, dan rubrik penilaian. Untuk rubrik proyek pemrograman yang lebih umum, lihat "Rubrik Proyek Pemrograman: Contoh untuk SMP hingga SMK".
Catatan: HTML adalah bahasa penanda, bukan bahasa pemrograman dalam arti penuh. Sampaikan ini dengan jujur kepada murid, sambil menekankan bahwa berpikir terstruktur dan teliti adalah keterampilan yang sama pentingnya.
| Kebutuhan | Pilihan |
|---|---|
| Perangkat | Komputer lab, laptop, atau Chromebook |
| Penyunting | Penyunting teks bawaan atau penyunting kode gratis |
| Peramban | Peramban apa pun yang terpasang |
| Alternatif tanpa komputer | Menulis kode di kertas lalu diketik bergantian di satu komputer |
| Penyimpanan | Folder per murid di komputer atau flashdisk |
Sekolah dengan satu lab berisi 20 komputer untuk kelas berisi 32 murid bisa memakai pola berpasangan: satu mengetik, satu membaca dan memeriksa, bergantian setiap 15 menit.
Dalam artikel ini tag ditulis dengan nama saja. Saat praktik, setiap tag diapit tanda kurung sudut dan umumnya punya pasangan pembuka dan penutup.
| Tag | Fungsi | Contoh pemakaian |
|---|---|---|
| html, head, body | Kerangka dokumen | Wajib di setiap halaman |
| title | Judul di tab peramban | "Profil Kelas 8A" |
| h1 sampai h3 | Judul dan subjudul | Nama kelas, nama bagian |
| p | Paragraf | Deskripsi singkat |
| img | Gambar | Foto kegiatan, dengan teks alternatif |
| a | Tautan | Ke situs sekolah atau halaman lain |
| ul, ol, li | Daftar | Daftar anggota kelompok atau hobi |
| table, tr, td | Tabel sederhana | Jadwal piket kelas |
| strong, em | Penekanan | Kata penting |
Sepuluh tag ini sudah cukup untuk membuat halaman yang layak dipresentasikan.
Murid membuka beberapa halaman web dan mengamati bagian-bagiannya: judul, gambar, tautan. Guru menunjukkan fitur "lihat sumber halaman" di peramban agar murid melihat bahwa halaman web tersusun dari teks bertanda. Murid membuat file pertama berisi judul dan satu paragraf.
Murid belajar kerangka dokumen, judul bertingkat, paragraf, dan penekanan. Latihan: halaman "Tentang Saya" berisi nama samaran, hobi, dan cita-cita. Ingatkan murid tidak mencantumkan data pribadi seperti alamat rumah atau nomor telepon.
Murid menambahkan daftar hobi atau buku favorit dan tautan ke situs edukatif. Diskusi singkat tentang keamanan berinternet: tautan apa yang aman dibagikan.
Murid menambahkan gambar dari folder yang disiapkan guru, lengkap dengan teks alternatif, dan membuat tabel sederhana. Bahas mengapa teks alternatif penting bagi pengguna yang memakai pembaca layar.
Murid memilih tema dan membangun halaman proyek. Guru berkeliling sebagai fasilitator, membantu murid membaca pesan kesalahan sendiri, misalnya tag yang lupa ditutup.
Murid mempresentasikan halaman di depan kelas atau dalam format galeri berjalan. Teman memberi umpan balik dengan pola "satu yang saya suka, satu saran".
Tema yang dekat membuat proyek HTML murid terasa bermakna dan memudahkan kaitan dengan mapel lain seperti Bahasa Indonesia dan IPS.
| Kriteria | 1 (mulai) | 2 (berkembang) | 3 (cakap) | 4 (mahir) |
|---|---|---|---|---|
| Struktur dokumen | Kerangka tidak lengkap | Kerangka ada, banyak tag tidak ditutup | Kerangka benar, sedikit kesalahan | Kerangka benar dan rapi berindentasi |
| Ragam elemen | 1–2 jenis tag | 3–4 jenis | 5–6 jenis | Lebih dari 6, dipakai dengan tepat |
| Isi | Sangat singkat | Ada, kurang runtut | Runtut dan sesuai tema | Runtut, informatif, bahasa baik |
| Aksesibilitas | Gambar tanpa teks alternatif | Sebagian | Semua gambar berteks alternatif | Ditambah judul bertingkat yang logis |
| Presentasi | Tidak bisa menjelaskan kode | Menjelaskan sebagian | Menjelaskan dengan jelas | Menjelaskan dan menjawab pertanyaan |
Umumnya mulai SMP. Murid kelas 5–6 SD yang sudah terbiasa mengetik juga bisa, dengan kerangka yang lebih sederhana.
Tidak wajib. File HTML bisa dibuka langsung di peramban tanpa internet. Internet hanya dibutuhkan jika ingin menautkan ke situs luar.
Tidak harus. Jika dipublikasikan, pastikan tidak ada data pribadi dan sudah ada izin sekolah.
Nilai produk bersama, lalu tambahkan refleksi individu tentang bagian yang dikerjakan masing-masing.
CSS untuk tampilan, lalu pengenalan logika pemrograman, misalnya dengan pemrograman blok atau bahasa teks sederhana.
Proyek koding sering berhenti di folder komputer lab. Hasil karya murid tidak terdokumentasi, nilainya tercatat di buku guru, dan sekolah sendiri kadang belum punya situs yang bisa menjadi contoh nyata.
ASIS membantu dari dua sisi. Guru bisa memberi tugas online, mencatat nilai proyek di e-Rapor, dan menyimpan hasil karya di portofolio murid. Sekolah mendapat situs sekolah dengan subdomain gratis dan pembuat situs berbasis blok yang responsif, sehingga murid bisa melihat bagaimana halaman web sungguhan dikelola. Studio menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif untuk latihan tambahan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id dan jelajahi studio.asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.