WAWASAN ASIS

Proyek HTML Murid: Membuat Halaman Web Sederhana

Panduan proyek HTML murid untuk guru Informatika: alur enam pertemuan, tag dasar, ide tema, perangkat minimal, rubrik, dan cara menilai halaman web sederhana.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Proyek HTML murid adalah kegiatan belajar ketika murid membuat halaman web sederhana dengan menulis kode HTML sendiri, lalu membukanya di peramban. Proyek ini cocok sebagai pengalaman pertama koding karena hasilnya langsung terlihat: satu baris kode berubah, tampilan halaman ikut berubah. Di sekolah yang menawarkan mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial atau materi Informatika tentang praktik lintas bidang, proyek ini bisa menjadi pintu masuk yang menyenangkan.

Artikel ini memberi alur enam pertemuan, daftar tag dasar yang cukup untuk pemula, ide tema yang dekat dengan murid, kebutuhan perangkat minimal, dan rubrik penilaian. Untuk rubrik proyek pemrograman yang lebih umum, lihat "Rubrik Proyek Pemrograman: Contoh untuk SMP hingga SMK".

Mengapa HTML cocok untuk pemula

  • Tidak perlu memasang perangkat lunak khusus. Cukup penyunting teks dan peramban.
  • Umpan balik instan. Simpan, muat ulang, lihat hasilnya.
  • Struktur jelas. Murid belajar bahwa dokumen punya bagian: kepala, isi, judul, paragraf.
  • Dekat dengan keseharian. Murid setiap hari membuka halaman web.
  • Jembatan ke konsep lain. Setelah HTML, murid bisa mengenal CSS untuk tampilan dan logika pemrograman.

Catatan: HTML adalah bahasa penanda, bukan bahasa pemrograman dalam arti penuh. Sampaikan ini dengan jujur kepada murid, sambil menekankan bahwa berpikir terstruktur dan teliti adalah keterampilan yang sama pentingnya.

Perangkat minimal

Kebutuhan Pilihan
Perangkat Komputer lab, laptop, atau Chromebook
Penyunting Penyunting teks bawaan atau penyunting kode gratis
Peramban Peramban apa pun yang terpasang
Alternatif tanpa komputer Menulis kode di kertas lalu diketik bergantian di satu komputer
Penyimpanan Folder per murid di komputer atau flashdisk

Sekolah dengan satu lab berisi 20 komputer untuk kelas berisi 32 murid bisa memakai pola berpasangan: satu mengetik, satu membaca dan memeriksa, bergantian setiap 15 menit.

Tag dasar yang cukup untuk pemula

Dalam artikel ini tag ditulis dengan nama saja. Saat praktik, setiap tag diapit tanda kurung sudut dan umumnya punya pasangan pembuka dan penutup.

Tag Fungsi Contoh pemakaian
html, head, body Kerangka dokumen Wajib di setiap halaman
title Judul di tab peramban "Profil Kelas 8A"
h1 sampai h3 Judul dan subjudul Nama kelas, nama bagian
p Paragraf Deskripsi singkat
img Gambar Foto kegiatan, dengan teks alternatif
a Tautan Ke situs sekolah atau halaman lain
ul, ol, li Daftar Daftar anggota kelompok atau hobi
table, tr, td Tabel sederhana Jadwal piket kelas
strong, em Penekanan Kata penting

Sepuluh tag ini sudah cukup untuk membuat halaman yang layak dipresentasikan.

Alur enam pertemuan

Pertemuan 1: Mengenal halaman web

Murid membuka beberapa halaman web dan mengamati bagian-bagiannya: judul, gambar, tautan. Guru menunjukkan fitur "lihat sumber halaman" di peramban agar murid melihat bahwa halaman web tersusun dari teks bertanda. Murid membuat file pertama berisi judul dan satu paragraf.

Pertemuan 2: Struktur dan teks

Murid belajar kerangka dokumen, judul bertingkat, paragraf, dan penekanan. Latihan: halaman "Tentang Saya" berisi nama samaran, hobi, dan cita-cita. Ingatkan murid tidak mencantumkan data pribadi seperti alamat rumah atau nomor telepon.

Pertemuan 3: Daftar dan tautan

Murid menambahkan daftar hobi atau buku favorit dan tautan ke situs edukatif. Diskusi singkat tentang keamanan berinternet: tautan apa yang aman dibagikan.

Pertemuan 4: Gambar dan tabel

Murid menambahkan gambar dari folder yang disiapkan guru, lengkap dengan teks alternatif, dan membuat tabel sederhana. Bahas mengapa teks alternatif penting bagi pengguna yang memakai pembaca layar.

Pertemuan 5: Proyek mandiri

Murid memilih tema dan membangun halaman proyek. Guru berkeliling sebagai fasilitator, membantu murid membaca pesan kesalahan sendiri, misalnya tag yang lupa ditutup.

Pertemuan 6: Pameran karya

Murid mempresentasikan halaman di depan kelas atau dalam format galeri berjalan. Teman memberi umpan balik dengan pola "satu yang saya suka, satu saran".

Ide tema yang dekat dengan murid

  • Profil kelas: daftar piket, jadwal pelajaran, foto kegiatan.
  • Panduan jajanan sehat kantin sekolah.
  • Kuliner khas daerah: rendang, pempek, gudeg, atau papeda.
  • Ulasan buku dari perpustakaan sekolah.
  • Panduan merawat tanaman di kebun sekolah.
  • Profil ekstrakurikuler yang diikuti.
  • Destinasi wisata di kabupaten sendiri.

Tema yang dekat membuat proyek HTML murid terasa bermakna dan memudahkan kaitan dengan mapel lain seperti Bahasa Indonesia dan IPS.

Rubrik penilaian

Kriteria 1 (mulai) 2 (berkembang) 3 (cakap) 4 (mahir)
Struktur dokumen Kerangka tidak lengkap Kerangka ada, banyak tag tidak ditutup Kerangka benar, sedikit kesalahan Kerangka benar dan rapi berindentasi
Ragam elemen 1–2 jenis tag 3–4 jenis 5–6 jenis Lebih dari 6, dipakai dengan tepat
Isi Sangat singkat Ada, kurang runtut Runtut dan sesuai tema Runtut, informatif, bahasa baik
Aksesibilitas Gambar tanpa teks alternatif Sebagian Semua gambar berteks alternatif Ditambah judul bertingkat yang logis
Presentasi Tidak bisa menjelaskan kode Menjelaskan sebagian Menjelaskan dengan jelas Menjelaskan dan menjawab pertanyaan

Diferensiasi

  • Murid yang baru pertama memakai komputer: berikan kerangka yang sudah setengah jadi, murid tinggal mengisi teks.
  • Murid yang cepat: tantang membuat dua halaman yang saling bertaut, atau mengenal CSS dasar untuk warna dan huruf.
  • Kelas tanpa lab memadai: kerjakan desain halaman di kertas dulu, lalu ketik bergantian.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Terlalu banyak tag di awal, murid kewalahan.
  2. Guru mengetikkan kode untuk murid, murid tidak belajar membaca kesalahan.
  3. Gambar diambil sembarangan dari internet tanpa membahas hak cipta.
  4. File tersimpan di tempat acak, hilang sebelum dinilai.
  5. Tidak ada pameran, padahal momen ini paling memotivasi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kelas berapa yang cocok untuk proyek HTML murid?

Umumnya mulai SMP. Murid kelas 5–6 SD yang sudah terbiasa mengetik juga bisa, dengan kerangka yang lebih sederhana.

Apakah perlu internet?

Tidak wajib. File HTML bisa dibuka langsung di peramban tanpa internet. Internet hanya dibutuhkan jika ingin menautkan ke situs luar.

Apakah halaman murid perlu dipublikasikan?

Tidak harus. Jika dipublikasikan, pastikan tidak ada data pribadi dan sudah ada izin sekolah.

Bagaimana menilai kerja berpasangan?

Nilai produk bersama, lalu tambahkan refleksi individu tentang bagian yang dikerjakan masing-masing.

Setelah HTML, belajar apa?

CSS untuk tampilan, lalu pengenalan logika pemrograman, misalnya dengan pemrograman blok atau bahasa teks sederhana.

ASIS: Dari Proyek Kelas ke Situs Sekolah yang Nyata

Proyek koding sering berhenti di folder komputer lab. Hasil karya murid tidak terdokumentasi, nilainya tercatat di buku guru, dan sekolah sendiri kadang belum punya situs yang bisa menjadi contoh nyata.

ASIS membantu dari dua sisi. Guru bisa memberi tugas online, mencatat nilai proyek di e-Rapor, dan menyimpan hasil karya di portofolio murid. Sekolah mendapat situs sekolah dengan subdomain gratis dan pembuat situs berbasis blok yang responsif, sehingga murid bisa melihat bagaimana halaman web sungguhan dikelola. Studio menyediakan 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif untuk latihan tambahan.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id dan jelajahi studio.asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.